NOTE : Info ini saya dapat dari milis muslim yang lain.... Pada 2 September 2008 16:29, indra sakti lubis <[EMAIL PROTECTED]>menulis:
> Hukum Penggunaan Ayat Al-Quran dan Suara Azan Sebagai Nada Dering > HP<http://babangipan.blogspot.com/2007/01/hukum-penggunaan-ayat-al-quran-dan.html> > Sekarang ini mulai marak orang memakai Ayat Alquran ataw suara adzan > sebagai ringstone Hp mereka. n ini adalah hukum nya menurut sebagia ulama. > Have a nice reading bro. > ---------------------------------------------------------------------- > Teknologi tidak pernah berhenti berkembang. Namun sejumlah temuan-temuan > baru teknologi ternyata memunculkan perdebatan pro-kontra antara para ulama. > Ring tone atau nada dering yang begitu banyak variasinya dalam telepon > genggam, awalnya tidak pernah menjadi perhatian apalagi mengundang > perdebatan ulama. > > Bunyi ring tone, yang mulanya hanya merupakan nada panggil biasa, kemudian > berkembang menjadi lagu-lagu, dan berkembang lagi pada pembacaan ayat suci > Al-Quran. Perkembangan nada panggil berupa ayat suci Al-Quran lah yang > kemudian memicu perbedaan pendapat para ulama. Boleh atau tidak, haram atau > halal bila nada dering itu berisi bunyi ayat-ayat Al-Quran? > > Tidak sedikit umat Islam yang menggunakan nada panggil telepon seluler > miliknya berupa pembacaan ayat suci Al-Quran atau suara azan, atau do'a. Dr. > Ahmad Thoha Rayan, memandang tidak boleh menggunakan nada panggil yang > berisi suara bacaan Al-Quranul Karim. Ia beralasan, karena Al-Quran yang > dibacakan itu seharusnya diperhatikan bacaannya dan direnungkan isinya > (ditadabburi), bahkan juga harus disertai adab dan etika tertentu untuk > membacanya seperti dengan "ta'awudz" dan "basmalah". Semua alasan itu, tidak > mungkin dilakukan oleh para pemilik telepon genggam. > > Sementara tentang nada panggil bersuara azan, Dr. Rayan juga mengatakan > tidak membolehkannya. Karena ini mungkin saja memunculkan kekacauan, > keraguan, salah tanggap, bagi orang yang mendengarnya ketika bukan di waktu > awal shalat. Ia juga menegaskan alasannya bukan hanya itu, tapi karena azan > adalah syiar suci yang mempunyai waktu dan tempat sendiri untuk dilantunkan. > Dan itu semua wajib dihormati. > Di Mesir dan Saudi, fatwa sejumlah ulama juga tidak jauh berbeda. Dr. Ali > Jam'ah, Mufti Mesir telah memfatwakan haramnya menggunakan bunyi pembacaan > ayat suci Al-Quran dalam telepon genggam yang dijadikan nada panggil. > Pengharaman yang disampaikan Dr. Ali Jam'ah, adalah pengharaman yang mutlak > sifatnya karena hal tersebut dianggap menodai kesucian Al-Quranul Karim yang > diturunkan Allah swt untuk peringatan, dan membacanya adalah ibadah. Bukan > digunakan untuk hal-hal yang keluar dari lingkup tujuan diturunkannya. > > Sementara Syaikh Mahmud Asyur, tokoh Al-Azhar Mesir dan anggota Majma' > Buhuts Islam (forum Kajian Masalah Islam), juga mengatakan hal yang sama. > Katanya, "Al-Quran diturunkan dari langit bukan untuk digunakan sebagai > urusan yang justeru menyepelekan Al-Quran seperti menjadikannya sebagai nada > panggil." Sejumlah ulama lainnya juga menyatakan hal yang hampir sama. > Haram. Termasuk Syaikh Shalih Syamrani, Dosen Ma'had Ilmi di Jeddah yang > berada di bawah Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud. Ia melarang penggunaan > Al-Quran dan azan sebagai nada panggil di telepon. > > Hanya saja, Dr. Salwa Basusi, Dosen Fiqih Fakultas Studi Islam di Al-Azhar > Mesir, lebih lunak sedikit. Ia tidak mengharamkan dan tidak pula > membolehkan. Ia hanya menyebutkan, menggunakan suara pembacaan Al-Quran dan > azan dalam nada panggil adalah makruh. Sehingga tidak menggunakannya > dianggap lebih utama dan lebih baik. Selain para ulama tersebut, memang ada > yang tidak terlalu menganggap hal ini terlarang. Mereka lebih mengkaitkan > soal adab dan etika. Jangan sampai, bunyi ayat Al-Quran yang dibaca > terpotong di tengah ayat, sehingga memunculkan arti yang kacau. Atau, jangan > sampai kalimat "Allahu Akbar" terpotong menjadi "Allahu Ak.. " karena si > pemilik menjawab teleponnya. Bahkan yang lebih berbahaya, jika kalimat "Laa > ilaaha illallah" terpotong menjadi "Laa ilaah.. " yang berarti tidak ada > tuhan, sehingga kalimat itu menjadi syirik. > > > > -- > Wassalam > Indra Sakti Lubis -- Wassalam Indra Sakti Lubis --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
