--- Pada Rab, 24/9/08, Dwi Wahyudi Priyantoro <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Dwi Wahyudi Priyantoro <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Yang bersedih di hari Raya
Kepada: "Agnesh JTI" <[EMAIL PROTECTED]>, "agus Keu JTI" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Ali Muntaha" <[EMAIL PROTECTED]>, "Agus Subagyo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ahmad
Janan" <[EMAIL PROTECTED]>, "antohood" <[EMAIL PROTECTED]>, "Edwin AJP" <[EMAIL
PROTECTED]>, "indrasanti aryati" <[EMAIL PROTECTED]>, "Udi Andoyo" <[EMAIL
PROTECTED]>, "widodo abr" <[EMAIL PROTECTED]>, "Wachidin Mr." <[EMAIL
PROTECTED]>, "lina winangsih" <[EMAIL PROTECTED]>, "rahma wati" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Tuan Wandi" <[EMAIL PROTECTED]>, "warti dariyati" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Dikun Bogor" <[EMAIL PROTECTED]>, "gatot siswantoro" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Mr. Herry Potter" <[EMAIL PROTECTED]>, "Siti Zuhriya Setiono"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Zachra Nurhayati Syafri" <[EMAIL PROTECTED]>, "Mr. Donie"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Deasy Ppm" <[EMAIL PROTECTED]>, "Eko Iskandar Ppm"
<[EMAIL PROTECTED]>,
"Ekoooooo PA" <[EMAIL PROTECTED]>, "Octa EDP" <[EMAIL PROTECTED]>, "Fajar PA"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Risma Tabung" <[EMAIL PROTECTED]>, "Gitta rasyidi Ppm"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Mr. Teguh Boy Rianto" <[EMAIL PROTECTED]>, "rachmawan
hidayat" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ridwan Harris PA" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ronal
Benitez" <[EMAIL PROTECTED]>, "Herry Giant" <[EMAIL PROTECTED]>, "Teguh
Perkasa" <[EMAIL PROTECTED]>, "Tia Keu JTI" <[EMAIL PROTECTED]>, "Herry
Karnadi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Iskandar Yudi" <[EMAIL PROTECTED]>, "yudie PA"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Joki PA" <[EMAIL PROTECTED]>, "Nandar JTI" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Ndaru Nur Sigit" <[EMAIL PROTECTED]>, "Vanda Syafri" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Ika Mukti S" <[EMAIL PROTECTED]>, "Mr. Yudi Sableng" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Benny Widodo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Arif JTI" <[EMAIL
PROTECTED]>, "yuni YAI" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ika
Cinderella" <[EMAIL PROTECTED]>, "Arif bola" <[EMAIL PROTECTED]>, "Poppy Tob"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Mr. Robin" <[EMAIL PROTECTED]>, "My Ika" <[EMAIL
PROTECTED]>
Tanggal: Rabu, 24 September, 2008, 9:14 AM
"Kita tidak dapat berbuat apapun untuk mengubah masa lalu, tapi kita bisa
mengendalikan masa depan dengan berbuat KEBAIKAN mulai hari ini..."
Best Regard
Yudie
Yang Bersedih di Hari Raya
Meski bukan baru, tapi baju yang saya pakai masih terlihat seperti baru. Bersih
dan rapi. Begitu juga yang dikenakan istri dan anak-anak saya. Tangis haru dan
tawa gembira mewarnai suasana lebaran hari itu. Sepulang sholad Id, anak-anak
cantik kami berlarian memburu nenek mereka untuk meminta cium. Setelah
sebelumnya berhamburan di pelukkan kami, mengecup lembut tangan dan pipi kami.
Saya dan istri membalasnya dengan kecup terkasih. Sebelum berlalu, tak lupa
mereka meminta 'jatah' uang lebaran.
Begitu indah dan harunya hari raya kami, hingga saya hampir terlupa akan sebuah
janji jika saja tak diingatkan seorang sahabat. "Jadi kan kita ke sana?"
Berenam kami memacu kendaraan menuju tempat yang sudah kami rencanakan untuk
dikunjungi. Untuk sementara, kami tangguhkan rencana silaturahim ke beberapa
teman lama. Tak lebih dari satu jam, kami sudah sampai di depan sebuah rumah
yang kami tuju.
Sebaris senyum belasan anak-anak dari halaman rumah menyambut salam kami.
Seorang dari mereka yang paling besar mempersilahkan kami masuk ...
Rumah kecil itu, dinding-dindingnya terlihat terkelupas di beberapa sisi. Tak
ada satu pun anak yang mengenakan baju baru, sepatu baru, juga tak ada yang
terlihat tengah menghitung-hitung uang hasil pemberian saudara-saudara mereka.
Tak ada kue khas hari raya. Tak tersedia ketupat lebaran, apalagi semur daging
atau rendang pelengkap sayur bumbu kuning. Air yang tersedia untuk kami pun
hanya air tak berwarna, jelas, karena mereka tak punya sirup.
Di rumah panti anak yatim itu, hanya ada mata-mata kosong menanti uluran tangan
para dermawan. Mereka tak pernah lagi menikmati saat-saat indah di hari raya
dengan aneka hidangan, pakaian bagus, cium dan peluk hangat dari orang-orang
terkasih. Tak lagi mereka dapatkan punggung tangan dan pipi untuk dikecup
sepulang sholat Id, juga kaki-kaki mulia tempat mereka bersimpuh, bahkan
sebagian besar mereka pun tak pernah tahu wajah orang yang pernah
melahirkannya.
Sebagian mereka mengaku terus bertanya, kenapa Allah membiarkan mereka hidup
tanpa orang tua? "Apakah Allah tak ingin melihat saya bermanja dengan ibu?"
tanya Ardi, salah seorang penghuni panti berusia delapan tahun. Tidak sedikit
dari mereka terus berharap Allah mengembalikan orang tua mereka agar mereka
bisa merasakan menjadi anak, yang mendapatkan kasih sayang orang tua, agar ada
tangan yang dikecup saat berangkat dan pulang sekolah, agar ada satu kesempatan
bagi mereka untuk menikmati manisnya berbakti.
Mereka seolah tak peduli dengan aneka makanan dan hadiah yang kami bawa. Bukan
itu yang mereka rindui. Mereka mengaku sudah terbiasa hidup tanpa berlimpah
makanan. Bersekolah tanpa uang jajan pun sudah keseharian mereka. Ada yang
lebih mereka rindui di sepanjang hari, terlebih di hari raya ini.
Akbar, lelaki kecil berusia lima tahun menghampiri dan berbisik di telinga
saya, "Kak, gimana rasanya tidur ditemani mama?"
Gagal saya menahan air mata ini ....
Syawal 3, 1421 H
Untuk Adik-adikku di Panti “Petir” Parung. Apa khabarnya kalian saat ini?
Dan untuk saudara – saudaraku dimanapun kalian berada,
Hari ini kalian bebas makan dan minum sepuas-puasnya...
namun tahukah engkau saudaraku...
masih banyak saudara-saudara kita yang lain masih berpuasa sepanjang hari
hingga saat ini lantaran memang tak ada yang bisa dimakan
Dan hari ini pula kalian bebas memakai baju baru dan bagus, dan membagikan uang
kepada anak dan handai taulan
Namun tahukah engkau saudaraku...
Masih ada seorang ibu yang menangis lantaran melihat anaknya terbaring sakit
dan tak punya uang untuk berobat
Dan hari inilah kalian bebas tertawa dan bersuka cita dengan saudara dan handai
taulan
Namun tahukah engkau saudaraku....
Masih banyak saudara-saudara kita terpaku, termenung, menatap langit kosong
lantaran mereka tidak punya ayah ibu dan saudara-saudara...
Tahukah engkau saudaraku, jumlah mereka ratusan, ribuan, bahkan jutaan...
bukalah hati kita, saudaraku, berikanlah apa yang kita punya dan mampirlah
sebentar untuk mereka yang sebatang kara, mungkin itu kan berarti buat
mereka..... biarkan mereka ikut tersenyum walaupun itu cuma sebentar.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
Mohon maap lahir bathin
Yudie.....
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian
satu-per-satu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---