Setuju Mas Kus, kelemahan ekonomi kapitalis sebenarnya sederhana namun sangat 
prinsip..yaitu KEJUJURAN !!!. Kayaknya sulit bagi para yahudi itu untuk jujur 
dalam berbagai macam hal, termasuk dalam menyusun laporan keuangan.
Oh ya, saya saat ini sedang membuat jurnal akuntansi islam..belum rampung sih, 
tapi butuh bahan2..temen2 ada yang mau bantu???. Trima Kasih
 
Wassalam....

--- Pada Kam, 16/10/08, kus darmawan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: kus darmawan <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [mediamusliminfo] Ganti Sistem Kapitalisme dengan Islam!
Kepada: "mediamusliminfo" <[email protected]>, "PKS" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "dzikrullah" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Kamis, 16 Oktober, 2008, 1:58 AM







HTI-Press—Krisis keuangan dunia saat ini menunjukkan bukti nyata bahwa sistem 
kapitalisme telah gagal. Hampir 200 tahun diterapkan, sistem ini tidak mampu 
mengatasi kemiskinan dan menjaga keseimbangan ekonomi dunia. ‘’Ini sistem yang 
jelek sekali dan harus diganti. Sistem ribawi ini tak pernah bisa 
menyejahterakan dunia,’’ kata Yudi Ismail, praktisi ekonomi dalam jumpa pers 
yang diadakan DPP HTI di Jakarta, Rabu (15/10).
Ia menguraikan, sistem ini hanya memihak para pengusaha. Kasus keuangan Amerika 
Serikat saat ini sebagai contoh. Yang ditolong pemerintah AS pertama kali 
adalah dunia perbankan, bukan masyarakat. Hal yang mirip terjadi di Indonesia 
dalam kasus BLBI. Selain itu, sistem ini ditopang dengan transaksi-transaksi 
yang bersifat maya, dan sama sekali tidak terkait dengan sektor riil. ‘’Maka 
begitu kredit macet, maka semua macet. Karena ini menyangkut transaksi 
derivative,’’ tandasnya. 
Tampil pula dalam jumpa pers itu Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Ahmad 
Deny Daruri. Menurutnya, krisis keuangan ini sengaja diciptakan oleh Amerika 
Serikat dan diekspor ke seluruh dunia. Tujuannya adalah AS ingin mengambil 
untung dari krisis yang ada untuk menutupi krisis ekonomi dalam negeri yang 
teramat parah. 
Krisis di AS itu dipicu oleh macetnya kredit perumahan di AS. Sebelumnya AS 
mengalami deficit investment gap dalam perang Afganistan sebesar 150 milyar 
dolar dan perang Irak sebesar 500 milyar dolar AS. Sementara pemerintah AS 
hanya menganggarkan 700 milyar dolar untuk mem-bill out yang mengalami kerugian 
akibat kasus kredit macet tersebut. Menurut Deny, ini tidak mencukupi. Makanya, 
Amerika berusaha menginvestasikan dana sebesar 700 milyar dolar tersebut ke 
pasar dunia untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat guna menutupi defisit 
keuangan mereka. 
‘’Ini adalah economic war, yang sengaja diciptakan oleh AS untuk menghancurkan 
dunia demi kepentingan dalam negeri AS,’’ tandas Deny. Ia menambahkan berbagai 
indikasi terakhir di bursa saham menunjukkan ke arah sana, seperti mengalirnya 
dana-dana tak jelas yang diduga dari AS untuk membeli saham-saham yang sedang 
jatuh dan naiknya harga saham di berbagai belahan dunia secara bersama-sama.
Sayangnya, kata Deny, pemerintah Indonesia ikut terjebak dalam permainan itu. 
Tim ekonomi mengambil keputusan sesuai dengan apa yang diharapkan Amerika 
seperti mem-buy back saham dengan mengerahkan dana BUMN. “Tidak ada solusi 
radikal, justru kita terjebak dalam permainan Amerika,’’ katanya.
Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menjelaskan, sistem 
kapitalis sudah cacat sejak dari awalnya. Sistem ini berpangkal pada riba dan 
judi. Sistem ribawi menjadi basis ekonomi mereka dan diwujudkan dalam dunia 
perbankan. Sedangkan judi dipraktekkan dalam bursa saham. ‘’Makanya kalau mau 
kita selamat, stop riba dan stop judi. Bursa saham ditutup saja, toh gak ada 
gunanya bagi rakyat,’’ kata Ismail.
Selain itu, sistem ekonomi kapitalis juga cacat karena menyingkirkan emas 
sebagai cadangan mata uang dan dimasukkannya dolar sebagai pendamping mata uang 
dalam perjanjian Bretton Woods setelah perang Dunia II. Tidak hanya itu, sistem 
ini tidak memperhatikan sistem kepemilikan.
Karena itu, Jubir HTI menegaskan sistem kapitalis harus diganti dan dihapus 
secara total dari muka bumi. Tidak ada alternative lain yang bisa menggantikan 
kecuali dengan sistem ekonmi Islam. ‘’Kita tidak akan selamat tanpa Islam,’’ 
tandasnya. 
Menurutnya, bukti-bukti dan tanda-tanda kehancuran kapitalisme telah demikian 
jelas. ‘’Maka tidak boleh ada keraguan sedikitpun pada diri umat Islam di mana 
pun berada, khususnya di negeri ini, untuk berjuang sungguh-sungguh bagi 
tegaknya Islam melalui tegaknya syariah dan khilafah. Hanya inilah yang mampu 
mengantarkan dunia kepada kebaikan yang nyata,’’ tegasnya.
"

 Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? 
Temukan jawabannya di Yahoo Answers!



__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke