Assalamu alaikum Wrb. Berikut jawaban dari Pertamina mengenail imel bp Irwan Ariston Napitupulu yg saya teruskan ke CP Pertamina.
Salam, ---------- Pesan terusan ---------- Dari: Contact Pertamina <[EMAIL PROTECTED]> Tanggal: 25 Oktober 2008 15:41 Subjek: RE: [mediamusliminfo] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin... Ke: jay nawawy <[EMAIL PROTECTED]> Yth. Bp. Jay, Terima kasih atas email Saudara kepada Contact Pertamina dan terima kasih banyak atas informasi perihal pengaruh BBM terhadap kesehatan operator SPBU Pertamina. Usulan yang sangat berharga tersebut telah kami sampaikan kepada Tim Pertamina Way untuk melakukan kajian bagi kesehatan operator terhadap produk BBM/BBK dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Sebagai tambahan informasi bahwa bagi SPBU yang buka 24 jam memang saat ini dibagi dalam 3 shift sedangkan yang buka hingga pukul 21.00 dibagi menjadi 2 shift, hal tersebut juga terkait dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Depnaker. Demikian yang dapat kami sampaikan. Terima kasih, ** *CONTACT PERTAMINA * PSTN :* 500 000* (All cities in Indonesia) HP : 62-21-7917 3000 SMS : 62-21-7111 3000 Fax : 62-21-7972 177 Email : [EMAIL PROTECTED] swn ------------------------------ *From:* jay nawawy [mailto:[EMAIL PROTECTED] *Sent:* Sat 10/25/2008 1:17 PM *To:* Contact Pertamina *Cc:* [email protected] *Subject:* Fwd: [mediamusliminfo] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin... fyi ---------- Pesan terusan ---------- Dari: Dee Na <[EMAIL PROTECTED]> Tanggal: 23 Oktober 2008 13:31 Subjek: [mediamusliminfo] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin... Ke: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] ---------- Forwarded message ---------- Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja. Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya. Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom bensin. Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin yang terhirup. Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar sambil ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin tersebut. Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya menjawab bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang sesak. Dan makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan sakit di dada semakin menjadi. Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan. Hazrah kazrah! Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya seragam. Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di televisi yang mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan. Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus mereka tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat memberikan gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru dan otak mereka. Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker penutup hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan. Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib para pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom bensin agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin dengan masker penutup hidung. Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom bensin ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke kendaraan saya. Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman petugas pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap bensin. Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung. catatan: Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, diterapkan tiga shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam. Jumlah jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus. Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir dapat mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom bensin dibolehkan memakai masker penutup hidung. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> . __,_._,___ -- -- Jay dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al ´Ashr : 3) -- Jay dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al ´Ashr : 3) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
