Getty 
Images






/

Artikel Terkait: 
Mandala 
Tetap Optimistis 
Enam 
Jurus BNI Hadapi Krisis Global 
Di 
Seluruh Dunia Bunga Turun, Kecuali Indonesia 
BUMN 
Respons Positif 10 Perintah Hadapi Krisis 
Sepuluh 
Perintah untuk Menghadapi Krisis Finansial 


Kompas - Jumat, 31 Oktober 2008 | 07:26 WIB

Ekonomi global sudah akan pulih 2009? Jangan terlalu 
yakin dulu! Sejumlah ekonom dunia, termasuk peraih Hadiah Nobel Ekonomi Paul 
Krugman yang awalnya optimistis ekonomi Amerika Serikat tak akan sampai 
mengalami resesi pun, tak menutup kemungkinan kondisi masih akan memburuk.


Hal ini terutama dikaitkan dengan perkembangan terakhir di negara berkembang, 
di mana dampak krisis global telah menyeret perekonomian dalam krisis nilai 
tukar yang berpotensi berkembang menjadi krisis mata uang terbesar yang pernah 
ada (istilah Krugman the mother of all currency crisis).
Di Eropa Timur, dampak krisis global mengakibatkan resesi di sejumlah negara. 
Rontoknya nilai tukar akibat penarikan dana oleh investor, yang dibarengi 
dengan 
anjloknya penerimaan ekspor dan tingginya inflasi, memunculkan risiko 
kebangkrutan seluruh ekonomi Eropa Timur.
Sejauh ini, sudah enam negara di Eropa Timur yang meminta uluran tangan Dana 
Moneter Internasional, yakni Hongaria, Eslandia, Rusia, Ukraina, Turki, dan 
Belarus. Nasib sama dialami emerging market di Amerika Latin, dengan Argentina 
berpotensi terpuruk dalam krisis utang lagi. Di Asia, baru Pakistan yang 
mengajukan permintaan dana darurat dari IMF.
Krugman dan analis valas di Morgan Stanley, Stephen Jen, mencemaskan akan 
terjadinya kejatuhan tajam (hard landing) nilai aset-aset dan perekonomian 
emerging markets dan ini berpotensi menjadi pemicu (episentrum) krisis global 
baru (setelah krisis finansial AS) dalam beberapa bulan mendatang. Dampak 
krisis 
ini juga akan sangat memukul negara maju dan perekonomian global.
”Ini ibarat pemerintah bertempur dalam peperangan yang tak mungkin mereka 
menangi. Pengambil kebijakan di kawasan (Eropa Timur) dihadapkan pada situasi 
seperti Asia tahun 1997 dan Nordik tahun 1997, usaha gagah berani, tetapi 
hampir 
tak ada efeknya,” ujar spesialis emerging market Danske Bank, Lars Christensen, 
mengenai langkah yang ditempuh pemerintah untuk menyelamatkan rupiah, 
perbankan, 
dan ekonomi.
PHK massal
Di AS sendiri, dampak krisis mulai menyebar ke seluruh penjuru ekonomi. 
Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal mulai terjadi, baik di perusahaan swasta 
maupun pemerintah.
Seperti sudah diantisipasi, AS sekarang ini memasuki resesi terburuk sejak 
Depresi Besar tahun 1930. Ekonom JP Morgan Chase memperkirakan produk domestik 
bruto (PDB) AS hanya akan tumbuh 0,5 persen pada triwulan ketiga tahun ini dan 
mengalami penurunan 4 persen pada triwulan terakhir 2008 (penurunan tertajam 
sejak resesi 1981-1982).
Angka pengangguran diprediksi sebesar 8-8,5 persen pada akhir tahun. Lima 
sektor dengan angka PHK terbesar adalah sektor finansial, otomotif, 
pemerintahan/organisasi nirlaba, transportasi, dan ritel. Separuh lebih 
industri 
peleburan baja sudah tutup karena anjloknya permintaan. Belanja konsumen juga 
terus terpuruk.
Pemulihan ekonomi AS dan negara maju lain diperkirakan belum akan terjadi 
dalam waktu dekat. Kendati Fed (diikuti bank-bank sentral negara lain) kemarin 
kembali menurunkan suku bunga antarbank ke titik terendah sejak krisis dot.com 
tahun 2003 (1 persen), perbankan masih enggan menyalurkan kredit ke sektor riil 
dan masyarakat.
Ekonomi AS saat ini, menurut ekonom terkemuka Joseph Stiglitz, dihadapkan 
pada krisis likuiditas, krisis solvensi, dan problem makroekonomi sekaligus. 
Kemerosotan ekonomi sekarang ini ibaratnya baru fase pertama penurunan ekonomi 
secara tajam (downward spiral) yang harus dilalui AS dalam proses penyesuaian 
yang tak terelakkan sampai harga rumah kembali ke level ekuilibrium dan utang 
eksesif yang menopang ekonomi AS selama ini teratasi.
Rekapitalisasi perbankan yang akan ditempuh pemerintah sekarang ini juga baru 
satu tahap dari lima tahap yang harus ditempuh untuk keluar dari krisis 
finansial. Langkah lainnya, meredam gelombang kebangkrutan dan penyitaan rumah. 
Selain itu, kebijakan stimulus untuk menggerakkan ekonomi termasuk dengan 
meningkatkan tunjangan pengangguran serta investasi di infrastruktur dan 
teknologi.
Langkah lainnya adalah memulihkan kepercayaan pasar melalui perbaikan 
regulasi pasar finansial serta membentuk badan multilateral yang efektif untuk 
mengawasi jalannya sistem finansial global.
Sejauh ini, langkah stimulus yang ditempuh pemerintah baru menyangkut sektor 
industri. Pemerintahan Bush mengungkapkan, kemungkinan memperluas jangkauan 
bail 
out ke sektor asuransi, dengan nilai total dana talangan lebih dari 2 triliun 
dollar AS. Namun, tak sekali pun mereka menyebut kemungkinan dikeluarkannya 
paket penyelamatan bagi jutaan warga yang terancam kehilangan pekerjaan, rumah, 
dan tabungan. Artinya, masih banyak yang harus dilakukan sebelum ekonomi AS 
benar-benar pulih.
Bagi perekonomian global dan negara berkembang, ini tentu kabar buruk 
sekaligus pesan untuk menjaga stamina menghadapi kemungkinan resesi 
berkepanjangan. Sebelumnya, IMF memprediksikan akan terjadi perlambatan ekonomi 
global beberapa triwulan ke depan. Pemulihan ekonomi baru akan terjadi tahun 
2010 dengan pertumbuhan ekonomi global menciut dari 5 persen (2007) menjadi 3,9 
persen tahun 2008 dan 3 persen tahun 2009. Di AS sendiri, ekonomi diperkirakan 
hanya tumbuh 0,1 persen tahun 2009.
Sumber : Kompas Cetak



      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke