*Urgensi dan Kedudukan Hati Bagi Seorang Muslim* [?][?][?]

Sesungguhnya topik yang berkaitan dengan hati merupakan perkara yang sangat
penting, dinamakan hati (al-qolbu) karena proses perubahannya yang
sedemikian cepat. Rosululloh bersabda:
إِنَّمَا سُمِّيَ الْقَلْبُ مِنْ تَقَلُّبِهِ.
"Dinamakan hati (al-qolbu) karena cepatnya berubah." (HR. Ahmad)

Di tempat yang lain Rosululloh bersabda:
*مَثَلُ الْقَلْبِ كَمَثَلِ رِيْشَةٍ بِأَرْضٍ فَلَاةٍ تَقْلِبُهَا الرِّيْحُ
ظَهْرَا لْبَاطِن*ِ.
"Perumpamaan hati adalah seperti sebuah bulu di tanah lapang yang diubah
oleh hembusan angin dalam keadaan terbalik." (HR. Ibnu Abi Ashim)

Sungguhpun begitu, Alloh Maha Besar, Dia mampu mengubah dan menguasai
hati-hati manusia sebagaimana sabda Rosululloh :
إِنَّ قُلُوْبَ بَنِيْ آدَمَ كُلُّهَا بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ
الرَّحْمٰنِ لِقَلْبٍ وَاحِدٍ يَصْرِفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ.
"Sesungguhnya hati-hati anak Adam berada di antara dua jari-jari Alloh
layaknya satu hati, Dia mengubah menurut kehendak-Nya." (HR. Muslim)

Kemudian Rosululloh melanjutkan sabda beliau:
اَللّٰهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.
"Ya Alloh, Dzat yang membolak-balikkan hati, condongkanlah hati kami untuk
selalu taat kepada-Mu." (HR. Muslim)

Bahwa keselamatan dan kesengsaraan hamba, keberhasilan atau kegagalannya
bahkan masuknya ke dalam surga atau neraka, berhubungan erat dengan baik
atau tidaknya hati, sehat atau sakitnya hati, dalam hal ini Alloh berfirman:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya
merugilah orang yang mengotorinya. (QS. asy-Syams [91]: 9–10)

Kemudian Rosululloh bersabda:
اَلَا إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ
وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ اَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ.
"Ketahuilah, sesungguhnya pada setiap jasad ada sekerat daging, apabila dia
baik maka baik seluruh anggota jasad, apabila dia jelek maka jelek semua
anggota jasad, ketahuilah dialah hati." (HR. Bukhori)

*Diagnosa Penyakit Hati*

Berikut ini kita akan sebutkan beberapa perbuatan yang bisa kita jadikan
indikasi untuk mendiagnosa terjadinya rusaknya hati atau penyakit-penyakit
hati:
*1. Melakukan kedurhakaan dan dosa*
Di antara manusia ada yang melakukan kedurhakaan terus-menerus dalam satu
jenis perbuatan. Ada pula yang melakukan dalam beberapa jenis bahkan
semuanya dilakukan dengan terang-terangan, padahal Rosululloh bersabda:
كُلُّ أُمَّةٍ مُعَافَى إِلَّا الْـمُجَاهِرِيْنَ.
"Setiap umatku akan terampuni kecuali mereka yang melakukan kedurhakaan
secara terang- terangan." (HR. Bukhori)

*2. Merasakan adanya kekasaran dan kekakuan hati, seakan-akan batu keras
yang tidak bisa dipengaruhi oleh sesuatu pun.*
Alloh berfirman:

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras
lagi…. (QS. al-Baqoroh [2]: 74)

*3. Tidak tekun dalam beribadah, tidak memperhatikan dengan seksama setiap
ucapan atau perbuatan yang dilakukannya dalam beribadah baik dalam sholat,
dalam berdo'a, dan yang lainnya.*
Rosululloh bersabda:
لَا يُقْبَلُ دُعَاءٌ مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ.
"Tidaklah diterima do'a dari hati yang lalai dan tidak ada kesungguhan."
(HR. Tirmidzi)

*4. Malas dalam melaksanakan ketaatan dan peribadahan, kalaupun beribadah
maka dilakukan hanya sekedar ibadah yang kosong dari makna dan tidak ada ruh
di dalamnya**.*
Sebagaimana yang disebutkan oleh Alloh:

… dan apabila berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas…. (QS.
an-Nisa' [4]: 142)

Masuk dalam kategori ini ialah perbuatan–perbuatan yang tidak dilakukan
dengan mempedulikan nilai dari perbuatan tersebut atau meremehkan
waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya. Misalnya, melakukan sholat-sholat
di akhir waktu, atau menunda-nunda haji padahal sudah ada padanya kemampuan
untuk melaksanakan.

*5. Perasaan gelisah dan susah hanya karena adanya masalah-masalah yang
remeh yang didapatinya*
Rosululloh mendefinisikan keimanan adalah:
اَلْإِيْمَانُ: اَلصَّبْرُ وَالسَّمَاحَةُ.
"Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan di dada (tidak gampang gelisah)."

*6. Tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat al-Qur'an yang dibacanya, tidak
pula oleh janji, ancaman, perintah, larangan, dan lain-lain*

*7. Lalai dalam berdzikir dan tidak berdo'a kepada Alloh.*

Alloh berfirman (ketika menyifati orang-orang munafik:

… dan tidaklah mereka menyebut Alloh kecuali sedikit sekali. (QS. an-Nisa'
[4]: 142)

*8. Tidak ada perasaan marah jika ada pelanggaran terhadap hal-hal yang
diharamkan Alloh.*
Bara ghiroh dalam hati telah padam, tidak menyuruh kepada yang ma'ruf, tidak
pula mencegah dari yang mungkar. Pada puncaknya, dia tidak mengetahui yang
ma'ruf dan tidak mengetahui yang mungkar. Segala urusan dianggap sama.

*9. Gila kehormatan dan publikasi/popularitas*
Termasuk di dalamnya, gila terhadap kedudukan ingin tampil sebagai pemimpin
yang menonjol dan tidak dibarengi dengan kemampuan yang semestinya.
إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُوْنَ عَلَى الْإِمَارَةِ وَسَتَكُوْنُ نَدَامَةً يَوْمَ
الْقِيَامَةِ.
"Sesunguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemiminan dan hal
ini akan menjadi penyesalan pada hari kiamat." (HR. Bukhori)

*10. Bakhil dan kikir terhadap harta yang dimilikinya*
Alloh memuji orang-orang Anshor dengan firman-Nya:

… dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri,
sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran
dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. al-Hasyr [59]: 9)

Rosululloh bahkan bersabda :
لَا يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَ الْإِيْمَانُ فِيْ قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا.
"Tidaklah berkumpul pada hati seorang hamba selama-lamanya sifat kikir dan
keimanan." (HR. Nasai)

*11. Suka mengatakan apa yang tidak dilakukan*
Padahal penyakit ini yang menjadikan binasanya umat terdahulu. Alloh
berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang
tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Alloh bahwa kamu
mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS. ash-Shof [61]: 2–3)

*12. Senang dan gembira di atas penderitaan saudara-saudaranya sesama muslim
yang mengalami kegagalan, merugi, atau mendapatkan musibah*

*13. Hanya pandai menilai kadar dosa yang dilakukannya dan tidak kepada
siapa dosa itu dilakukan*

*14. Tidak peduli terhadap penderitaan kaum muslimin*
Padahal Rosululloh bersabda:
الْـمُؤْمِنُ مِنْ أَهْلِ الْإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ،
يَأْلَمُ الْـمُؤْمِنُ لِأَهْلِ الْإِيْمَانِ كَمَا يَأْلَمُ الْجَسَدُ لِـمَا
فِي الرَّأْسِ.
"Sesungguhnya seorang mu'min terhadap mu'min yang lain laksana kepala dari
sebagian badan. Orang mu'min akan menderita karena orang-orang mu'min yang
lain sebagaimana badan ikut menderita karena keadaan di kepala." (HR. Ahmad)

*15. Gampang memutuskan tali persaudaraan, tidak merasa tergugah tanggung
jawabnya untuk beramal demi kepentingan kaum muslimin*

*16. Suka berbantah-bantahan dan berdebat yang justru membuat hati keras dan
kaku*
Rosululloh bersabda:
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوْا عَلَيْهِ إِلَّا أُوْتُوا الْجَدَلَ.
"Tidaklah segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk kecuali
jika mereka suka berbantah-bantahan." (HR. Ahmad)

*17. Sibuk dalam perkara keduniaan semata*

*18. Berlebih-lebihan dalam masalah makan, minum, pakaian, tempat tinggal,
dan lain-lain*
Rosululloh bersabda:
إِيَّاكَ وَالتَّنَعُّمُ فَإِنَّ عِبَادَ اللّٰـهِ لَيْسُوْا
بِالْـمُتَنَعِّمِيْنَ.
"Jauhilah berlebih-lebihan, karena hamba-hamba Alloh bukanlah orang-orang
yang hidup berlebih-lebihan." (HR. Abu Nu'aim)

*19. dan lain-lain*

*Terapi Penyembuhan*
Itulah beberapa fenomena dari hati yang berpenyakit. Selanjutnya kita
berusaha untuk mencari terapi dari penyakit-penyakit di atas.
Rosululloh menggambarkan dalam salah satu sabda beliau bahwa keimanan
seorang hamba diibaratkan sebagai pakaian yang dibutuhkan untuk diperbaharui
setiap saat. Di tempat yang lain, beliau menggambarkan keimanan adalah
ibarat menatap bulan, terkadang bercahaya terkadang gelap, manakala bulan
tersebut tertutup oleh awan maka hilanglah sinar dari rembulan tersebut,
ketika gumpalan-gumpalan awan menghilang maka nampak kembali cahaya bulan
tersebut.
Kemudian, yang terpenting bagi seseorang ketika dia berusaha mengobati
penyakit hatinya maka dia harus meyakini terlebih dahulu bahwa keimanan
seseorang terkadang bertambah terkadang berkurang sebagaimana firman Alloh :

… supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah
ada)…. (QS. al-Fath [48]: 4)

Juga sebagaimana sabda Nabi :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذٰلِكَ
أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ.
"Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah dia mengubah
dengan tangannya, jika dia tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak
mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian adalah selemah-lemah iman."
(HR. Bukhori)

Sebelum melangkah lebih jauh dalam mengupas penyembuhan dari
penyakit-penyakit hati tersebut, ada baiknya kita sampaikan bahwa tidak
sedikit orang mencari penyembuhan secara eksternal; dengan cara itu mereka
berharap bersandar kepada orang lain, padahal dia sendirilah yang mampu
untuk mencari penyembuhan bagi dirinya.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan seorang muslim sebagai upaya
penyembuhan penyakit hati yang dideritanya:
*1. Membaca dan menyimak al-Qur'an* [?]
Alloh telah memastikan bahwa al-Qur'an adalah penawar dari penyakit,
penerang dan cahaya bagi hamba Alloh yang dikehendaki-Nya. Firman Alloh :

Dan Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rohmat bagi
orang-orang yang beriman…. (QS. al-Isro' [17: 82)

*2. Merasakan keagungan Alloh*
Di samping itu, seorang muslim juga harus mengetahui Nama-nama dan
Sifat-sifat Alloh serta memikirkan makna-maknanya. Banyak dalil dari
al-Qur'an dan as-Sunnah yang mengungkap tentang keagungan Alloh. Jika
seorang muslim memperhatikan nash-nash tersebut, niscaya akan bergetar
hatinya dan jiwanya akan tunduk kepada Dzat yang Maha Mendengar dan Maha
Mengetahui sebagaimana firman Alloh :

Dan pada sisi Alloh-lah kunci-kunci semua yang ghoib; tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan
dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia
mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi,
dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam
kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. al-An'am [6]: 59)

*3. Mencari dan mempelajari ilmu agama* [?]
Yaitu ilmu yang bisa menghasilkan rasa takut kepada Alloh dan menambah nilai
keimanannya. Tidak akan sama keadaan orang yang mengetahui dan orang yang
tidak mengetahui.

*4. Banyak berdzikir kepada Alloh*
Dengan berdzikir kepada Alloh keimanan bertambah, rohmat Alloh datang, hati
tenteram, para malaikat datang mengelilingi mereka, dosa-dosa mereka
terampuni. Rosululloh bersabda:
"Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, andaikata kamu tetap seperti
keadaanmu di sisiku dan di dalam berdzikir, tentu para malaikat akan
menyalami kamu di atas tempat tidurmu dan tatkala dalam perjalanan." (HR.
Muslim)*
*

*5. Memperbanyak amal sholih*
Dengan beberapa bentuk, di antaranya:  [?] [?]
• Sesegera mungkin melaksanakan amal sholih
• Melaksanakan amal sholih secara terus-menerus
• Tidak gampang bosan dan capai dalam melaksanakannya
• Mengulang beberapa amal sholih yang terlupakan
• Senantiasa berharap apa yang dilakukannya diterima oleh Alloh

*6. Banyak melakukan berbagai macam ibadah*
Di antara rohmat Alloh ialah dengan diberikan-Nya beberapa macam
peribadatan, sebagiannya berbentuk fisik seperti sholat, sebagiannya
berbentuk materi seperti zakat, sebagiannya berbentuk lisan seperti dzikir
dan do'a. Bahkan satu jenis ibadah bisa dibagi kepada wajib, sunnah, dan
anjuran. Yang wajib pun terkadang terbagi kepada beberapa bagian. Berbagai
jenis ibadah ini memungkinkan untuk dijadikan sebagai penyembuh dari
penyakit hati atau lemahnya keimanan.

*7. Takut meninggal dunia dalam keadaan su'ul khotimah*
Rasa takut seperti ini dapat mendorong seorang muslim untuk taat dan selalu
memperbarui keimanannya.

*8. Banyak mengingat mati*
Rosululloh bersabda:
أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَاتِ يَعْنِيْ الْـمَوْتَ.
"Perbanyaklah mengingat penebas segala kelezatan, yakni kematian." (HR.
Tirmidzi)
Di antara cara yang efektif untuk mengingatkan seseorang terhadap kematian
ialah dengan berziarah kubur, mengunjungi orang sakit, mengiringkan jenazah,
dan lain-lain.

*9. Selalu ingat hari akhir*
Masuk di dalamnya berbagai kejadian-kejadian di hari kiamat seperti hari
kebangkitan, berkumpul di padang mahsyar, hisab, pahala, timbangan,
jembatan, qishosh, syafa'at, tempat tinggal yang abadi yaitu surga dengan
segala kenikmatannya dan neraka dengan segala kepedihannya.

*10. Berinteraksi dengan firman-firman Alloh yang berkaitan dengan
peristiwa-peristiwa alam*

*11. Bermunajat kepada Alloh dan pasrah kepada-Nya*
Rosululloh bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثَرُوا
الدُّعَاءَ.
"Saat seseorang paling dekat kepada Alloh ialah tatkala dia melakukan sujud,
maka perbanyaklah do'a."

*12. Tidak berangan-angan yang terlalu muluk dalam perkara keduniaan*

*13. Memikirkan kehinaan duniawi*
Rosululloh bersabda:
إِنَّ مَطْعَمَ ابْنِ آدَمَ قَدْ ضُرِبَ لِدُنْيَا مَثَلًا، فَانْظُرْ مَا
يَخْرُجُ مِنْ ابْنِ آدَمَ وَإِنَّ فَزْحَهُ وَمِلْحَهُ قَدْ عُلِمَ إِلَى مَا
يَصِيْرُ.
"Sesungguhnya makanan anak Adam bisa dijadikan sebagai perumpamaan dunia.
Maka lihatlah apa yang keluar dari diri anak Adam, sesungguhnya apa yang
dimakannya sudah bisa diketahui akan menjadi apakah dia." (HR. Thobroni)

*14. Mengagungkan hal-hal yang mulia di sisi Alloh*
*Termasuk di dalamnya mengagungkan tempat-tempat suci, tidak menganggap
kecil dosa-dosa.
*

*15. Banyak melakukan ibadah-ibadah hati*
Seperti cinta kepada Alloh, berharap kepada-Nya, berbaik sangka dan
bertawakkal kepada-Nya, ridho terhadap qodho-Nya, bersyukur terhadap
nikmat-nikmat-Nya, dan sebagainya.

*16. Banyak menghisab diri sendiri*
Alloh berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap
diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)….
(QS. al-Hasyr [59]: 18)

*17. Puncak dari semua yang tersebut di atas adalah berdo'a agar Alloh
selalu menjaga keimanannya*

Ya Alloh, kami memohon dengan Asma' (Nama-nama) dan Sifat-sifat-Mu yang
Tinggi agar Engkau berkenan memperbarui iman di dalam hati kami dan keluarga
kami. Ya Alloh, jadikanlah iman sebagai kunci dan hiasan di hati kami,
jadikanlah kami benci terhadap kekufuran, jadikan kami termasuk orang yang
mendapat petunjuk. Amiin. ..
 sumber :http://cambuk-hati.web.id

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: B56.gif>>

<<inline: B60.gif>>

<<inline: 330.gif>>

<<inline: B0C.gif>>

Kirim email ke