On 12/4/08, kus darmawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > /dok detikcom. > > > > var m3_u = > (location.protocol=='https:'?'https://openx.detik.com/delivery/ajs.php':'http://openx.detik.com/delivery/ajs.php'); > var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); > if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; > document.write (""); > > > > > > > > > > Jakarta - > Saat ini semua pemimpin negara di dunia sedang disibukkan mencari jalan > keluar yang bisa menyelamatkan ekonomi negara masing-masing dari dampak > krisis finansial global yang berawal dari Amerika Serikat (AS). Banyak > negara di eropa dan belahan bumi yang lain cenderung menyalahkan AS > sebagai biang keladi krisis finansial global saat ini. > > Sikap > ini memang tidak salah. Tapi, kalau hanya melihat AS saja ini berarti > kita hanya melihat permasalahan krisis finansial global dari gejalanya > saja. Padahal ada permasalahan yang lebih substansial daripada > permasalahan subprime morgate yang menjadi pemicu krisis finansial > global saat ini. > > Substansial masalah ekonomi sekarang adalah > sistem ekonomi Kapitalis itu sendiri yang sudah sampai pada puncak > permasalahan. Beberapa sistem ekonomi Kapitalis yang menimbulkan > masalah itu antara lain: adanya uang kertas, lembaga perbankan, dan > ekonomi spekulatif yang kian marak. Ketiga hal inilah yang dijalankan > untuk kepentingan pemilik modal. > > Di awalnya memang > permasalahan itu memberikan keuntungan yang banyak bagi pemilik modal. > Tapi, sebenarnya dalam jangka panjang, justru merusak sistem > Kapitalisme > itu sendiri. Seperti kata Antony Giddens sosiolog dari Inggris. Sistem > Kapitalisme ini ibarat jugernath. Di tahap awal, sistem Kapitalisme ini > memang seperti kuda yang menarik kereta. Jadi bisa mempercepat ekonomi > dan memberi keuntungan para pemilik modal. > > Tapi, semakin lama > semakin cepat dan tidak lagi terkendali, sehingga pada akhirnya > jugernath itu pun bisa membanting dan menghancurkan kereta yang > ditariknya itu. Demikian juga yang terjadi pada sistem Kapitalisme saat > ini. Sistem kapitalisme sekarang sudah mendekati tahap penghancuran > diri sendiri. > > Menggali Liang Kubur Sendiri > Imam > Malik, Imam Besar Madinah pada zaman awal Islam menyatakan "uang adalah > sembarang komoditi yang biasa diterima sebagai medium pertukaran". > Pernyataan ini mengisyaratkan adanya kebebasan dalam menggunakan > komoditi sebagai alat pertukaran barang dan jasa. > > Tapi, yang > terjadi sekarang adalah pemaksaan menggunakan uang kertas (dolar AS) > dalam transaksi internasional. Memang di masing-masing negara tetap > menggunakan mata uang kertas masing-masing negara. Tapi, uang kertas > yang dimiliki masing-masing negara itu sebenarnya juga turunan dari > dolar AS. Karena dengan era perdagangan bebas versi ekonomi Kapitalis, > nilai atau harga semua barang dan jasa di dunia didasarkan pada kurs > mata uang negara yang bersangkutan terhadap dolar AS. > > Penggunaan > dan pemaksaan uang kertas adalah bagian dari sistem Kapitalisme yang > sebenarnya merugikan masyarakat. Satu di antara masalah yang melibatkan > uang kertas di dunia adalah membengkaknya volume sirkulasi uang kertas > di dunia yang tidak seimbang dengan jumlah komiditi di seluruh dunia > sekali pun. > > Kondisi ini tentu akan menimbulkan sistem ekonomi > yang menggelembung. Dalam sejarahnya, setelah perang dunia ke-2 > dirancanglah sebuah sistem keuangan dunia yang menjadikan mata uang > dolar AS sebagai mata uang utama dalam perdagangan internasional. Pada > saat itu, jumlah dolar AS yang beredar di dunia harus didasarkan pada > persediaan emas yang dimiliki AS. Sehingga meski dalam bentuk kertas > yang tidak punya nilai intrinsik tapi ada back up emas yang jumlahnya > sama dengan jumlah nominal uang dolar AS yang ada di masyarakat. > > Pada > perkembangan berikutnya di tahun 1971 dengan alasan untuk mempercepat > dan mengembangkan ekonomi akhirnya AS secara unilateral mengambil > keputusan dolar AS tidak perlu lagi di-back up dengan emas. Sejak saat > itu dolar dicetak sesuai dengan keperluan AS, sehingga sebenarnya sejak > saat itu pula dolar hanyalah kertas biasa yang tidak bernilai. > > Selain > itu, dengan banyaknya dolar maka akan bisa menimbulkan inflasi. Meski > inflasi merugikan masyarakat secara keseluruhan, tapi tetap saja orang > miskin yang lebih banyak dirugikan. Jadi tetap saja negara yang kaya > dolar bisa menikmati apa pun kondisi perekonomian saat ini. Sedangkan > negara miskin tetap saja menderita. > > Inflasi juga menyebabkan > banyak pengangguran dan berujung pada kriminalitas. Karena itu, sistem > uang kertas (dolar AS) saat ini sebenarnya merugikan. Selain itu dengan > menggunakan mata uang utama dolar, berarti ada kurs. Dan dalam sebuah > perdagangan antar negara dengan menggunakan kurs mata uang, lagi-lagi > kita melihat ketidakadilan. > > Kalau kita kembali pada pola dasar > perdagangan (barter), secara esensi, seharusnya satu produk barang > punya harga yang sama meskipun dijual di negara-negara lain dengan mata > uang yang berbeda. Misalnya, harga 1 komputer di Jepang setara dengan > beras 1 kwintal. Maka, kalau komputer itu dijual di negara-negara lain > mestinya harganya juga setara dengan 1 kwintal beras. > > Realitasnya > tidak demikian, karena di Indonesia harga 1 komputer itu tidak lagi 1 > kwintal beras tetapi bisa menjadi 80 kwintal beras, dan ini terjadi > hanya karena kurs mata uang kertas. Kondisi ini tidak adil dan > menimbulkan kerugian bagi negara-negara miskin dan menguntungkan > negara-negara kaya. > > Inilah satu kelemahan ekonomi Kapitalis karena menggunakan mata uang kertas > (dolar > AS). Mestinya alat tukar itu berupa emas sehingga barang yang kita beli > itu setara dengan harga emas yang kita bayarkan. Jadi kalau satu barang > itu dijual di berbagai tempat, harganya akan tetap setara karena tidak > ada kurs untuk emas. > > Adanya perbedaan harga emas saat ini, > karena adanya uang kertas dan kurs. Kelemahan yang kedua dalam sistem > Kapitalis berada pada institusi perbankan. > Dengan fasilitas kredit > plus bunganya perbankan turut serta dalam menyengsarakan masyarakat > miskin. Karena sudah jelas-jelas Allah itu mengharamkan riba dan > menghalalkan jual beli. > > Secara logika kita bisa melihat > kerusakan yang ditimbulkan oleh riba. Pada waktu bank memberi kredit, > maka dalam pengembalian kredit itu bank minta bunga. Dengan adanya > bunga pinjaman, maka sebenarnya bank telah menciptakan uang dari > sesuatu yang tidak ada. Selain itu, dengan adanya bunga pinjaman > berarti bank telah ikut menambahkan jumlah uang yang beredar di > masyarakat. > > Kalau semua bank ikut menambahkan jumlah uang yang > beredar di masyarakat dari bunga pinjaman, ini sama artinya bank ikut > berperan dalam menciptakan inflasi. Karena semakin banyak bunga > pinjaman yang didapatkan bank, berarti semakin banyak tambahan uang > yang beredar di masyarakat akibat adanya bunga pinjaman. Dan semakin > banyak uang beredar, bisa mengakibatkan inflasi. > > Kelemahan > ketiga dari sistem kapitalis adalah maraknya ekonomi spekulatif > (perdagangan valuta asing, surat berharga, komoditi berjangka) atau > perdagangan elektronik. Perdagangan elektronik ini jelas-jelas > merugikan dan menyengsarakan masyarakat. > > Sebagai contoh, di > India beberapa bulan yang lalu harga komoditi gula yang dimiliki India > tiba tiba saja hancur dan jauh dari harga ideal karena ulah para > spekulator yang berdagang dengan sistem elektronik di perdagangan > komoditi berjangka. Akhirnya Kementerian Keuangan India menghentikan > perdagangan gula dari bursa komoditi berjangka di India. > > Contoh > lain, dalam tahun ini spekulator minyak berhasil menaikkan harga minyak > dunia sampai sekitar 140 US$. Padahal harga wajar dan idealnya hanya 85 > US$. Selain itu, perdagangan valuta asing (valas) juga memperlihatkan > bagaimana tidak berdayanya pemerintahan suatu negara kalau sudah > berhadapan dengan para spekulator uang atau valas. > > Bahkan > tidak jarang pemerintah harus membuang cadangan devisa hanya untuk > bermain-main dengan spekulator. Ini menunjukkan pemerintah tidak lagi > mempu melindungi rakyatnya pada waktu berhadapan dengan spekulator yang > bisa mempermainkan uang dan harga komoditi. > > Ekonomi spekulatif > ini juga telah menambah jumlah uang yang beredar dari sesuatu yang > tidak ada. Karena dalam perdagangan elektronik, barang yang > diperdagangkan ini realitasnya tidak ada. Dan sekali lagi, banyaknya > jumlah uang yang beredar akan menimbulkan kesengsaran masyarakat. > > Ketiga > hal tersebut bisa berpengaruh pada inflasi dan melemahkan daya beli > masyarakat. Kalau masyarakat sudah tidak lagi mampu membeli produk yang > dijual, maka tinggal menunggu kebangkrutan dari industri yang pada > ujungnya akan menghancurkan sistem Kapitalisme itu sendiri. Jadi, apa > yang terjadi sekarang ini adalah proses kematian Kapitalisme yang > berasal dari dalam sistem kapitalisme itu sendiri. > > Sistem Alternatif > Sistem > Kapitalisme selain berakhirnya dengan kehancuran, yang pasti juga > merugikan masyarakat karena tidak adanya keadilan. Karena itu, saat ini > sudah waktunya memunculkan sistem ekonomi syariah yang sebenarnya sudah > sangat teruji dan stabil. > > Kestabilan ekonomi syariah ini, karena didukung 5 pilar. > > Pilar > pertama adalah penggunaan mata uang yang bebas ditentukan oleh > penggunanya, terutama pada emas, karena emas terbebas dari inflasi. > Dalam sejarahnya mata uang emas bisa bertahan sampai 2.500 tahun. Ini > membuktikan ketahanan mata uang emas dibandingkan dengan uang kertas > dari berbagai permasalahan ekonomi. > > Pilar kedua adalah open > markets (pasar terbuka). Dalam sistem Kapitalisme, ekonomi spekulatif > menyerap begitu banyak uang tapi hanya menyerap sedikit tenaga kerja > dan ironisnya ekonomi spekulatif ini sangat mempengaruhi ekonomi > masyarakat secara keseluruhan. Kondisi ini harus digantikan dengan open > markets (pasar terbuka). > > Pasar terbuka ini merupakan tempat > berdagang bagi siapa saja tanpa pandang bulu. Jadi semua masyarakat > diperbolehkan berdagang di pasar terbuka ini, tanpa dipungut biaya, > sehingga akan menyerap perputaran uang dalam jumlah besar sekaligus > menyerap banyak tenaga kerja. Pasar terbuka ini menjadi lawan pasar > modern (mall dan hypermarket) yang sangat diskriminatif karena hanya > bisa diakses yang punya modal besar. > > Pilar ketiga adalah open > distribution and logistic infrastructure. Dengan pilar ketiga ini, > semua masyarakat bisa menjadi distributor semua produk tanpa ada > monopoli. Dalam perkembangan perdagangan islam, ini disebut caravan. > Tidak adanya monopoli, akan membuat produk lebih mudah didapatkan > masyarakat tanpa permainan harga. > > Pilar keempat adalah open > production infrastructure. Dengan pilar keempat ini maka rumah-rumah > produksi harus diberi kesempatan berkembang. Di Korea Selatan misalnya, > industri rumah tangga tidak berdiri sendiri tapi menjadi akar dari > perusahaan besar seperti Samsung, Hyundai, LG. Dengan cara semacam ini, > pusat-pusat keuntungan menjadi menyebar ke seluruh lapisan masyarakat. > Sehingga kesejahteraan bukan dimonopoli oleh kelompok kecil pemilik > modal. > > Pilar kelima syirkat dan qirad. Pilar kelima ini, akan > memberikan kepada semua orang pada posisi yang sama dan saling > menguntungkan. Antara pemegang saham mayoritas dan minoritas punya hak > yang sama dalam pengambilan kebijakan. Jadi, tidak ada penindasan dari > yang besar pada yang kecil, atau pemilik modal dan pekerja. Karena > syirkat dan qirad menjadikan semua yang berhubungan dengan bisnis > sebagai mitra. > > Dengan melihat kondisi semacam ini, tinggal > menunggu waktu saja peralihan sistem Kapitalis ke ekonomi Islam. Karena > bagaimana pun juga, setiap manusia pasti akan memilih yang baik. > > > > > Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. > http://id.answers.yahoo.com > > >
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
