syukron mbak Mina, ada pencerahan buat saya ....akan coba sampaikan pada teman 
saya mudah2an tidak ada yang khilaf




________________________________
Dari: Mina Lestari <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 14 Desember, 2008 14:33:01
Topik: Re: Bls: [mediamusliminfo] Kemanakah engkau akan pergi melangkah?

wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh....
saya mau mencoba menjawab, meskipun  bukan ustadz....

"Kenapa jika bukan mau kita berada di dunia lantas memungkinkan kita dihukum 
hingga bisa masuk neraka ? manusia mempunyai kemampuan taat atau tidak pada 
Allah SWT dari mana?"

Itu semua karena taqdir yang sudah ditetapkan oleh Allah, 

dalilnya...

Dari Abu 'Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud
radhiallahu 'anh, dia berkata : bahwa Rasulullah telah bersabda,
"Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim
ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi 'Alaqoh (segumpal
darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama
itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya
lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan
Celaka/bahagianya. maka demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada
seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga
tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian
ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli
neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan
ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka
kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu
ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.
[Bukhari no. 3208, Muslim no. 2643]Allah Maha Berkuasa untuk menakdirkan segala 
sesuatu sesuai dengan
kehendakNya dalam keadaan manusia tetap memiliki ikhtiar, usaha dan
kehendak. Namun semua kehendak, ikhtiar dan usaha kita tidak akan
lepas dari apa yang telah Allah tentukan.


Maka semua yang diamalkan oleh manusia adalah apa yang telah ditakdirkan oleh 
Allah, begitu juga dengan kemampuan yang dimiliki oleh manusia.

 Dalilnya...

"Dan tidaklah kalian berkehendak, kecuali bila dikehendaki Allah.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
(al-Insaan: 30) 


"Dan Allah menciptakan kalian dan apa-apa yang kalian kerjakan. "(ash-Shaafaat: 
96)

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran yang sudah 
ditentukan." (al-Qamar: 49) ا

 
 "Manusia tidak sedikit pun mengetahui ilmu Allah, kecuali
yang Allah kehendaki".(QS. Al Baqarah : 255)



2008/12/10 enang nugerahman <[email protected]>

Ass.wr.wb,
Pak ustadz, aku enggak bisa jawab pertanyaan temanku tentang keberadaan kita di 
dunia ini, ia bertanya "Kenapa jika bukan mau kita berada di dunia lantas 
memungkinkan kita dihukum hingga bisa masuk neraka ?, manusia mempunyai 
kemampuan taat atau tidak pada Allah SWT dari mana?"
Apakah uraian pak ustadz ini cukup diberikan pada dia ?, Insya Allah jika dia 
belum puas aku mau tanya lagi yah...
Syukron
wass.wr.wb,




________________________________
Dari: Dani Permana <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Terkirim: Selasa, 9 Desember, 2008 12:24:18
Topik: [mediamusliminfo] Kemanakah engkau akan pergi melangkah?

Mengapa dan untuk apa  kita ada? 

Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu … 
Pernahkah kita merenungkan mengapa kita ada? Mengapa kita hidup di dunia ini? 
Apakah kerena keinginan dan rencana-rencana kita sehingga kita ada?
Tidak, kita tidak mungkin dapat menginginkan dan merencanakan karena
kita belum ada. 
Lalu, apakah karena keinginan dan rencana kedua orang tua kita?
Bukan juga, berapa banyak pasangan suami istri yang menginginkan
dikarunia anak tetapi belum juga diberi. Adanya kita bukan atas
kehendak kita, bukan juga karena kehendak orang tua kita, lantas atas
kehendak siapa? 

Allah ta'ala menjelaskan dalam Al-Quran yang mulia 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ
فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ
عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ
لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاء إِلَى أَجَلٍ
مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ
وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّى وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ
لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا 

"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari
kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari
tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah,
kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak
sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim,
apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian
Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur)
kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang
diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya
sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang
dahulunya telah diketahuinya" (Al-Hajj: 5) 

Ya, adanya kita, adanya manusia, adanya jin, adanya alam semesta
ini karena kehendak dan rencana Allah. Lantas, adanya kita tentu bukan
karena Allah kurang kerjaan, iseng, atau hanya main-main saja, Allah
menegaskan hal ini sebagaimana firman-Nya 

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاء وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ 

"Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara 
keduanya dengan bermain-main" (Al-Anbiya: 16) 

Allah menerangkan bahwa Dia ingin menguji para hamba-Nya, siapa
yang taat dan siapa yang durhaka, jadi kehidupan di dunia kita adalah
untuk ujian! Sadarkah kita? Mengapa kalau UAN, kalau SPMB, begitu
disiapkan dengan betul, sementara ujian yang paling besar terkadang
kita lupa, atau pura-pura lupa, atau yang lebih parah lagi kelau kita
tidak tau bahwa hidup kita untuk diuji! Mereka hidup seperti binatang,
mereka hanya mengenyangkan perut dan apa yang di bawahnya, mengumpulkan
harta, berbangga-bangga dengan dunia, lalu mati! Allah menjelaskan  

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا 
وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ 

"[Dialah Allah] Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia
menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya. Dan Dia
Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" (Al-Mulk:2) 

Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu … 
Betul bahwa kehidupan adalah ujian kita, Allah akan menguji
kebaikan amalan kita. Mengapa Allah tidak mengatakan yang paling banyak
amalnya? tetapi Allah mengatakan yang paling baik amalnya. Dijelaskan
oleh Fudhail bin Iyadh bahwa yang paling baik amalnya adalah yang
paling ikhlas dan yang paling sesuai dengan contoh karena amalan tidak
akan diterima kecuali ikhlas karena Allah dan sesuai dengan contoh Nabi
shalallahu'alaihi wa sallam. Kalau begitu, penting sekali seseorang
harus ngaji, harus belajar ilmu syar'i karena tidak mungkin kita
mengetahui materi ujian, mengetahui apa-apa yang dilarang dan apa-apa
yang diperintahkan kecuali dengan menuntut ilmu syar'i. Bagaimana kalau
seseorang ikut ujian tetapi tidak mau tahu materi ujiannya? 

Surga dan Neraka, yakinkah kita? 
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu … 
Mengapa beberapa waktu yang lalu ketika diskusi tentang poligami,
kita begitu yakin dan bersemangat membela ayat-ayat Al-Quran dan hadits
Nabi tentang syariat poligami; mengapa ketika diskusi tentang
Ahmadiyah, kita begitu lantang mengatakan bahwa dalam surat Al-Ahzab
ayat 40: "Khootaman Nabiyyin" maknanya adalah penutup para Nabi,
tetapi,…mengapa kita jarang mengungkit-ungkit ayat dan hadits tentang
surga dan neraka? Apakah kita lupa atau pura-pura lupa sehingga topik
ini jarang kita pelajari? 

Seringkali kita lupa diri, tidak tahu diri, sehingga kita lupa
dengan tujuan hidup ini, yakni ujian! Untuk mengingatkan kembali untuk
apa kita di dunia ini, saya bawakan hadits-hadits tentang surga dan
neraka 

Nabi shalallahu'alaihi wa sallam bersabda
"Surga dan neraka telah diperlihatkan kepadaku, maka aku belum
pernah memandang hari yang lebih banyak mengandung kebaikan sekaligus
keburukan daripada hari ini. Kalau kalian mengetahui apa yang aku
ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis" Anas
bin Malik melanjutkan, "Tidak ada hari setelah itu yang lebih berat
bagi para Sahabat dibandingkan dengan hari tersebut. Pada hari itu,
mereka semua menutup kepalanya sambil terisak-isak karena tangisan" (HR
Bukhari dan Muslim) 

Bagaimana saudaraku? Apakah hatimu tergetar mendengar hadits ini?
Kalau seandainya tidak, maka engkau adalah manusia yang sangat perlu
untuk dikasihani, bagaimana tidak? Para sahabat yang jiwa, raga dan
hartanya telah mereka curahkan untuk membela dan memperjuangkan Islam,
dengan ketakwaannya mereka adalah manusia yang sangat takut kalau-kalau
akhir kehidupan mereka di neraka. Sementara kita….? Apa yang telah kita
persiapkan? Apa yang telah kita berikan untuk Islam dan kaum muslimin?
Mereka dihina, dimusuhi, dilempari, diusir dari kampung halaman,
disiksa seperti Bilal, lantas…pernahkah kita mengalami hal seperti itu? 

Dalam riwayat lain disebutkan: 
"Demi Allah, kalau kalian mengetahui apa yang aku ketahui,
niscaya kalian akan sedikit bersenang-senang dan banyak menangis, dan
kalian juga tidak akan bersenang-senang terus di atas ranjang dengan
istri kalian, lalu kalian akan keluar menuju ke pegunungan (tempat
menyepi) untuk beribadah kepada Allah" Abu Dzar berkata, "Sampai-sampai
aku menginginkan kalau diriku hanyalah pohon yang tumbang" (HR.
At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang hasan) 

Begitulah, begitu mengerikannya ketika kita dihisab di akhirat,
hanya ada 2 pilihan, surga atau neraka, sampai-sampai Abu Dzar, seorang
sahabat Nabi yang keimanan dan amalnya tidak kita ragukan, membela
Nabi, membela Islam…, beliau kalau diminta memilih daripada dihisab,
beliau memilih menjadi sebatang pohon karena pohon tidak ada beban yang
harus dipertanggungjawabkan. Bagaimana dengan kita? Apa yang sudah kita
siapkan untuk hari perhitungan nanti? Apakah kita sudah menyiapkan
amalan-amalan kebaikan? Apakah kita sudah berprinsip bahwa "waktu
adalah ibadah", atau malah selama ini kita hanya membuang-buang waktu
dengan sesuatu yang kurang bermanfaat atau bahkan diisi dengan dosa dan
kemaksiatan?! 

Allah menjanjikan bagi hambanya yang taat akan diberi balasan yang
tiada taranya di Surga kelak. Surga merupakan tempat yang tidak ada di
dalamnya kecuali kenikmatan, dan kenikmatan yang paling nikmat adalah
melihat wajah Allah, dzat yang selama ini kita bergantung kepadanya,
dzat yang ketika kita sakit kita memohon kepada-Nya agar disembuhkan,
dzat yang ketika kita kekurangan kita memohon kepadanya, dzat yang
apabila kita mendapat nikmat kita bersyukur kepada-Nya, dzat yang
selalu kita mohon kebaikan-kebaikan kepada-Nya. 

Kita adalah perantau … 
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu … 
Bayangkan jika kita dalam sebuah perjalanan untuk menuju suatu
pulau-kampung halaman kita. Kemudian dalam perjalanan melewati sebuah
pulau kecil, nahkoda memerintahkan agar para penumpang singgah 3 hari
untuk mengumpulkan bekal berupa makanan dan minuman. Kemudian kita
masuk hutan untuk mengumpulkan bekal. Setiap penumpang bertanggung
jawab masing-masing dan tidak dapat saling berbagi bekal, nafsi..nafsi.
Semuanya memikirkan keselamatan masing-masing karena begitu berat
perjalanan bahkan seorang bapak tidak mungkin mau berbagi bekal dengan
istri dan anak-anaknya, seorang ibu juga tidak akan mau berbagi bekal
kepada anaknya, masing-masing sangat membutuhkan bekal tersebut untuk
keselamatannya. 

Apa yang akan engkau lakukan dalam 3 hari tersebut? Tentu engkau
akan memanfaatkan waktu yang hanya 3 hari untuk mencari makanan,
mencari buah-buahan dan air segar untuk bekal perjalanan karena
perjalanan masih jauh. Tetapi tidak semua seperti itu saudaraku, banyak
diantara mereka malah bersenang-senang di pulau kecil tersebut, membuat
rumah bahkan ditingkat, bersenang-senang sampai lupa bahwa mereka akan
kembali melanjutkan perjalanan sehingga harus mengumpulkan bekal yang
cukup untuk sampai ke pulau kampung asal kita. Ketika nahkoda
mengumumkan agar semua penumpang naik ke kapal karena perjalanan akan
dilanjutkan, apa yang terjadi? Sebagian penumpang mengumpulkan bekal
yang cukup, sebagian hanya sedikit saja, dan sebagian lagi lupa untuk
pulang ke kampung halaman-mereka malah bersenang-senang di pulau
tersebut, membuat rumah bertingkat, membuat sawah yang luas, beternak
binatang dan lain sebagainya. Orang yang mengumpulkan bekal cukup maka
akan sampai ke kampung asal dengan selamat, orang yang mengumpulkan
bekal sedikit akan sakit-sakitan di perjalanan bahkan bisa jadi
meinggal dunia, adapun orang yang lupa akan perjalanan akan tinggal
dipulau kecil tersebut dan tidak akan pernah kembali ke kampung
asalnya. Kemudian tersiar kabar bahwa Pulau kecil tersebut ternyata
pada hari ke 7 sudah hilang tersapu tsunami! 

Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu … 
Hakikatnya kita semua adalah perantau, kita hanya singgah sebentar
di dunia ini. Ingatlah saudaraku, kampung halaman kita adalah di Surga,
kakek moyang kita asalnya tinggal di surga. Bukankah Adam 'alaihissalam
asalnya tinggal di surga? Kalau kita tidak dapat pulang ke surga,
berarti kita telah terlena seperti penumpang yang bersenang-senang
dipulau kecil tersebut. 

Saudaraku, saya sampaikan wasiat yang wasiat ini juga merupakan
wasiat Nabi shalallahu'alaihi wa sallam dan Sahabatnya yang mulia, Ibnu
Umar radhiallahu'anhuma 

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ
اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمنْكبيَّ فَقَالَ: (كُنْ فِي الدُّنْيَا
كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ) وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ
اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ،
وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلا تَنْتَظِرِ المَسَاءَ. وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ
لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لمَوْتِكَ 

Dari Ibnu Umar radhiallahu'anhuma, ia berkata: 
"Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam pernah memegang
pundakku, lalu bersabda, 'Jadilah engkau di dunia ini seperti orang
asing atau pegembara'. Ibnu Umar radhiallahu'anhuma berkata, "Apabila
kamu berada pada waktu sore janganlah kamu menunggu pagi hari, dan jika
kamu berada pada waktu pagi hari, janganlah menunggu sore hari.
Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, dan
manfaatkanlah hidupmu sebelum datang kematianmu' (HR. Bukhari, Hadits
Arbain An-Nawawiyah No.40) 

Demikianlah wasiat Nabi shalallahu'alaihi wa sallam dan juga wasiat sahabat 
Ibnu Umar radhiallahu'anhuma. 

Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu … 
Agar engkau tidak tersesat, agar engkau dapat pulang ke kampung
halaman-yakni ke Surga, maka engkau harus mempelajari agama ini dengan
serius. Untuk urusan kuliah saja engkau dapat serius, berapa banyak
waktu, fikiran, tenaga dan dana tercurahkan untuk kuliah? Sekarang,
berapa banyak waktu, fikiran, tenaga dan dana untuk menuntut ilmu
syar'i yang telah engkau curahkan? 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 
"Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh
pada keduanya maka tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan
Sunnahku, (HR. Al-Hakim) 

Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu … 
Kita sering berdoa"Rabbana atina fiddunnya hasanah wa fil akhirati hasanah"Ya 
Rabb, berikanlah kami kebaikan di dunia dan berikanlah kami kebaikan
di akhirat" Kebaikan di dunia adalah iman dan amal shalih dan kebaikan
di akhirat tidak ada yang lain kecuali Surga. Tidaklah dikatakan iman
kecuali dibangun diatas ilmu. 

Kemanakah engkau akan pergi melangkah? 
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu … 
Jalan petunjuk telah jelas, dan jalan kesesatan juga jelas. Saya
yakin bahwa engkau akan mengikuti jalan petunjuk, mempelajari ilmu
syar'i dan mengamalkannya. Engkau tidak akan mau terlena seperti
penumpang yang bersenang-senang di pulau kecil itu bukan? Jangan sampai
engkau memohon ketika ajal menjemput, pada saat meregang nyawa kemudian
engkau memohon kepada Allah  

ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ 

Kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang 
telah aku tinggalkan (Al-Mu'minun :100) 

Dan saat itu, keinginanmu tidak pernah akan dikabulkan 

sumber: 
http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=167


-- 
http://adanipermana.co.cc
http://www.space-it.co.cc




________________________________
 Nama baru untuk Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!





      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke