BAHASA ARAB, KUNCI ILMU-ILMU
ISLAM<http://abu0mushlih.wordpress.com/2008/12/20/bahasa-arab-kunci-ilmu-ilmu-islam/>


<http://id.wordpress.com/tag/keutamaan/>

Segala puji bagi Allah. Kita memuji-Nya. Kita meminta pertolongan
kepada-Nya. Dan kita berlindung kepada Allah dari kejelekan hawa nafsu dan
amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak
ada yang dapat menyesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya
maka tidak ada seorang pun yang sanggup menunjuki-Nya. Aku bersaksi bahwa
tiada sesembahan yang benar selain Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Beliau telah
menyampaikan risalah. Beliau pun telah menunaikan amanah. Beliau telah
berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad. Semoga shalawat dan
salam dari Allah selalu terlimpah kepadanya, kepada keluarga, para sahabat
dan segenap pengikut mereka yang setia hingga hari kiamat tiba.

*KEMULIAAN BAHASA ARAB*
Sesungguhnya bahasa Arab merupakan bahasa yang dipilih oleh Allah untuk
agama ini. Tidak ada seorang cerdik pun yang meragukan jikalau peranan
bahasa Arab bagi ilmu-ilmu Islam itu sebagaimana peranan lisan bagi segenap
anggota badan. Bahkan, tidaklah berlebihan jika kita katakan bahwa
sesungguhnya kedudukan bahasa Arab itu ibarat jantung bagi tubuh manusia.
Sebab ia merupakan bahasa agama Islam yang paling luhur. Dengan bahasa
inilah Al Qur'an Al 'Azhim diturunkan. Allah jalla wa 'ala berfirman (yang
artinya), "Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa
Arab, agar kamu memahaminya." (QS. Yusuf : 2)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan,"Hal itu dikarenakan bahasa Arab
merupakan bahasa yang paling fasih, bahasa yang paling gamblang dalam hal
pemaparan, bahasa yang paling luas cakupannya, dan bahasa yang paling banyak
menyentuh berbagai makna yang dirasakan di dalam jiwa. Oleh sebab itulah
kitab yang paling mulia ini diturunkan dengan bahasa yang paling mulia
pula…"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,"Sesungguhnya tatkala
Allah menurunkan kitab-Nya dengan bahasa Arab, tatkala Allah mengangkat
Rasul-Nya sebagai penyampai Al Kitab dan Al Hikmah dari-Nya melalui lisan
beliau yang berbahasa Arab, tatkala Allah menjadikan orang-orang yang
terdahulu membela agama ini dalam keadaan bertutur kata dengan bahasa itu,
dan terlebih lagi tatkala tidak ada cara lain untuk memelihara keutuhan
ajaran agama dan memahaminya kecuali dengan menjaga bahasa ini, maka itu
berarti mempelajarinya termasuk bagian dari ajaran agama dan akan lebih
memudahkan orang dalam menegakkan syi'ar-syi'ar agama."

Allah pun telah mencirikan Kitab-Nya sebagai sebuah kitab yang berbahasa
Arab dan tidak mengandung kebengkokan. Allah mensifati Al Qur'an sebagai
sesuatu yang lurus. Selain itu Allah juga mensifati Al Qur'an dengan sesuatu
yang jelas. Allah berfirman yang artinya,"Allah menurunkan Al Qur'an ini
dengan bahasa Arab yang jelas." Allah pun mensifatinya dengan keadilan.
Allah berfirman yang artinya,"Dan demikian pula Kami turunkan ia sebagai
keputusan (keadilan) yang berbahasa Arab." (dinukil dari Ta'liqaat Jaliyah)

*HUKUM MEMPELAJARINYA*
Syaikhul Islam mengatakan: "Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian
dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Kitab
dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa difahami kecuali dengan
memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah : Apa yang tidak sempurna
suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga hukumnya wajib. Namun disana
ada bagian dari bahasa Arab yang wajib 'ain dan ada yang wajib kifayah."
(Iqtidho shirothil mustaqim)

*KEDUDUKAN ILMU NAHWU*
Ilmu Nahwu adalah ilmu yang sangat penting. Sebab segala bidang ilmu
syari'at pasti memerlukannya. Oleh sebab itu para penuntut ilmu sudah
semestinya bersungguh-sungguh dalam memahami kaidah bahasa Arab dan berusaha
untuk tidak terjatuh dalam kekeliruan dalam penuturan kata bahasa Arab.
Khalifah Rasyid 'Umar bin Khaththab radhiyallahu'anhu menulis surat untuk
Abu Musa Al Asy'ari yang isinya mengatakan,"Amma ba'du. Dalamilah ilmu As
Sunnah. Pelajarilah ilmu bahasa Arab. I'rablah Al Qur'an, sebab ia itu
berbahasa Arab." Beliau pun berpesan,"Pelajarilah bahasa Arab karena
sesungguhnya ia adalah bagian penting dari agama kalian. Pelajarilah ilmu
waris, karena ia juga bagian penting dari agama kalian."

Al Ashma'i rahimahullah mengatakan,"Sesungguhnya perkara yang paling aku
khawatirkan menimpa penuntut ilmu tatkala dia tidak paham Nahwu maka dia
akan tergolong kelompok orang yang disabdakan oleh Rasul shallallahu 'alaihi
wa sallam,"Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaknya dia
mempersiapkan tempat duduknya di dalam neraka." (HR. Bukhari [108] dan
Muslim [1/10])

Maka tidaklah mengherankan jika Imam Syafi'i rahimahullah mengatakan tentang
keagungan ilmu Nahwu ini,"Orang yang memiliki pengetahuan yang luas dalam
hal ilmu Nahwu maka dia akan menemukan jalan untuk menyusuri seluk beluk
setiap bidang ilmu." (Syadzaratu dzahab, Ibnul 'Imad Al Hanbali, 231) Beliau
juga pernah mengatakan,"Tidaklah ada sebuah pertanyaan masalah hukum yang
dilontarkan kepadaku melainkan aku bisa menjawabnya dengan bantuan kaidah
ilmu Nahwu." (Syadzaratu dzahab, Ibnul 'Imad Al Hanbali, 231) Beliau
menegaskan bahwa ilmu Nahwu adalah jembatan untuk memahami ajaran syari'at.
Beliau berkata,"Tidak ada maksudku dalam menekuninya -yaitu ilmu bahasa
Arab- kecuali untuk membantuku dalam memahami persoalan hukum." (Siyar
A'lamin Nubalaa', 1/75) (dinukil dari Ta'liqaat Jaliyah)

*AWALNYA AGAK SULIT TAPI AKHIRNYA MUDAH*
Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah
mengatakan,"Sesungguhnya ilmu Nahwu adalah ilmu yang mulia. Sebuah ilmu
perantara yang menjembatani kepada dua hal yang sangat penting; Pertama :
guna memahami Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam,
hal itu dikarenakan pemahaman terhadap banyak permasalahan yang ada di
dalamnya sangat tergantung kepada pemahaman ilmu Nahwu. Kedua : guna
membenarkan ucapan menurut kaidah bahasa Arab, yang dengan bahasa inilah
Kalamullah 'Azza wa jalla diturunkan. Oleh sebab itu pemahaman ilmu Nahwu
adalah perkara yang sangat penting. Meskipun untuk memahami Nahwu memang
pada awalnya terasa sukar, namun pada akhirnya akan terasa mudah. Ada
sebagian orang yang membuat perumpamaan tentang ilmu Nahwu ibarat sebuah
rumah yang terbuat dari bambu namun pintunya terbuat dari besi. Maksudnya,
rumah itu sulit untuk dimasuki, namun jika kamu sudah memasukinya maka
segala sesuatu akan menjadi mudah bagimu. Karena itulah sudah semestinya
setiap orang bersemangat dalam mempelajari prinsip-prinsip dasar ilmu
tersebut sehingga materi-materi lainnya akan terasa mudah baginya. Janganlah
dipikirkan komentar orang yang mengatakan,"Nahwu itu sulit." Sehingga hal
itu akan memunculkan anggapan dalam diri seorang penuntut ilmu bahwasanya
dirinya tidak mungkin bisa menguasainya. Padahal ungkapan itu tidak
sepenuhnya benar. Akan tetapi hendaknya kamu perkuat pemahamanmu terhadap
prinsip-prinsip dasarnya sehingga materi-materi lainnya akan menjadi mudah
untuk dimengerti." (Syarah Ajurumiyah)

*NIAT BAIK DAN PEMAHAMAN YANG BENAR*
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Pemahaman yang benar dan niat
yang baik adalah termasuk nikmat paling agung yang dikaruniakan Allah kepada
hamba-Nya. Bahkan tidaklah seorang hamba mendapatkan pemberian yang lebih
utama dan lebih agung setelah nikmat Islam daripada memperoleh kedua nikmat
ini. Bahkan kedua hal ini adalah pilar tegaknya agama Islam, dan Islam tegak
di atas pondasi keduanya. Dengan dua nikmat inilah hamba bisa menyelamatkan
dirinya dari terjebak di jalan orang yang dimurkai (al maghdhuubi 'alaihim)
yaitu orang yang memiliki niat yang rusak. Dan juga dengan keduanya ia
selamat dari jebakan jalan orang sesat (adh dhaalliin) yaitu orang-orang
yang pemahamannya rusak. Sehingga dengan itulah dia akan termasuk orang yang
meniti jalan orang yang diberi nikmat (an'amta 'alaihim) yaitu orang-orang
yang memiliki pemahaman dan niat yang baik. Mereka itulah pengikut shirathal
mustaqim.." (I'laamul Muwaqqi'iin, 1/87, dinukil dari Min Washaaya Salaf,
hal. 44)

*MENJAGA KEIKHLASAN*
Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah pernah ditanya : Dengan
cara apakah dapat diperoleh keikhlasan dalam menuntut ilmu ? Beliau menjawab
: Ikhlas dalam menuntut ilmu itu bisa dicapai dengan beberapa hal :

Pertama : Dalam belajar engkau berniat demi melaksanakan perintah Allah.
Karena Allah telah memerintahkannya, Allah berfirman (yang artinya), "Maka
ketahuilah bahwasanya tiada sesembahan yang hak selain Allah dan mintalah
ampun atas dosa-dosamu". Dan Allah subhanahu wa ta'ala juga mendorong orang
supaya menuntut ilmu. Sedangkan dorongan Allah atas sesuatu memberikan
konsekuensi kecintaan dan keridhaan Allah terhadap hal itu.

Kedua : Dalam belajar engkau berniat demi menjaga syari'at Allah. Karena
penjagaan syari'at Allah itu hanya bisa dilakukan dengan mempelajari dan
menghafalkannya di dalam dada, dan bisa juga dengan mencatat.

Ketiga : Dalam belajar engkau berniat untuk melindungi syari'at dan
membelanya. Karena seandainya tidak ada ulama niscaya syari'at tidak akan
terlindungi. Dan tidak ada seorang pun yang menjadi pembelanya. Oleh sebab
itulah, misalnya, kita dapati Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan ulama yang
lainnya bersikap lantang memusuhi ahli bid'ah dan membeberkan kebatilan
bid'ah-bid'ah mereka, maka kami berpandangan bahwa mereka itu memperoleh
kebaikan (pahala) banyak sekali.

Keempat : Dengan belajar itu engkau berniat mengikuti syari'at Muhammad
shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena engkau tidak mungkin bisa mengikuti
syari'at beliau kecuali apabila engkau sudah mengetahui isi syari'at ini.

Kelima : Dengan belajar itu engkau berniat dalam rangka menghilangkan
kebodohan dari dirimu sendiri dan dari orang lain (Kitabul 'Ilmi, hal. 199)

*BELAJAR DENGAN SABAR*
Syaikh Shalih bin Abdul 'Aziz Alu Syaikh menasehatkan,"Dalam tahapan
menuntut ilmu ada dasar-dasar ilmu yang harus dipelajari. Ilmu itu juga
bertingkat-tingkat. Barangsiapa yang tidak menuntut ilmu sesuai dengan
tingkatan-tingkatannya serta tidak memulainya dengan ilmu-ilmu yang
dasar-dasar, maka sesungguhnya dia tidak akan bisa meraih hasilnya dengan
baik. Perkara ini sering sekali saya ingatkan supaya ia tertanam kuat di
dalam hati para penuntut dan pecinta ilmu. Yaitu sebuah prinsip penting yang
menyatakan bahwasanya : Ilmu itu seharusnya dituntut sedikit demi sedikit
dan berjalan terus beriringan dengan perjalanan waktu siang dan malam.
Sebagaimana hal itu pernah dilontarkan oleh seorang Imam yang sangat populer
yaitu Ibnu Syihab Az Zuhri. Ketika beliau mengatakan, "Barangsiapa yang
menginginkan segudang ilmu secara sekaligus maka niscaya ilmu itu akan
hilang darinya juga secara tiba-tiba. Karena sesungguhnya ilmu harus ditimba
(sedikit demi sedikit) seiring dengan perjalanan waktu siang dan malam."
(Syarh Arba'in An Nawawiyah)

Inilah sedikit faedah yang bisa saya kumpulkan terkait dengan bahasa Arab
dan kiat-kiat dalam mempelajarinya. Semoga bisa bermanfaat bagi penulisnya,
pembacanya dan siapa pun yang turut menyebarluaskannya. Wa shallallahu 'ala
Nabiyyina Muhammadin wa 'ala aalihi wa shahbihi wa sallam.

http://abu0mushlih.wordpress.com/2008/12/20/bahasa-arab-kunci-ilmu-ilmu-islam/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke