Dosa Yang Paling Mengerikan  [?]

<http://id.wordpress.com/tag/bahaya-syirik/>

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para
sahabatnya, "Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa-dosa yang paling besar
?" (beliau ulangi pertanyaan itu tiga kali) Maka para sahabat menjawab, "Mau
ya Rasulullah." Lalu beliau bersabda, "Berbuat syirik terhadap Allah dan
durhaka kepada kedua orang tua…" (HR. Bukhari dan Muslim) Beliau juga
bersabda,"Dosa paling besar adalah engkau mengangkat sekutu bagi Allah
padahal Dia-lah yang menciptakanmu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan berkata : menurut asal katanya Syirik
bermakna nashib (bagian) hal itu terjadi apabila ada sesuatu selain Allah
yang dipersekutukan bersama-Nya maka itu berarti dia telah memberikan bagian
(ibadah) kepada selain-Nya. Syirik menjadi larangan terbesar karena hak
paling agung adalah hak Allah ta'ala. Sedangkan hak Allah ta'ala adalah
diesakan dalam hal ibadah. Oleh sebab itu apabila seseorang mempersekutukan
Allah dengan selain-Nya maka dia telah menyia-nyiakan hak yang paling agung.
(Hushulul ma'mul, hal. 47)

*Ibadah, murni hak Allah*
Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Dan sesungguhnya seluruh masjid itu
adalah milik Allah, maka janganlah kalian menyeru di samping Allah
seorangpun" (QS. Al-Jinn [72] : 18).

Di dalam ayat ini Allah melarang kita menyeru (berdo'a) kepada selain Allah.
Para ulama menerangkan bahwa istilah do'a mencakup dua perkara yaitu do'a
mas'alah dan do'a ibadah. Do'a mas'alah ialah perbuatan meminta kepada Allah
dengan perantara nama-nama dan sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah.
Misalnya kita berdo'a kepada Allah dengan mengatakan, "Ya Ghofuur ighfirlii"
yang artinya "Wahai Allah yang Maha pengampun, ampunilah hamba". Atau
seperti "Ya Razzaaq urzuqni" yang artinya "Wahai Allah yang Maha pemberi
rizki, karuniakanlah rizki kepada hamba", dan sebagainya.

Sedangkan yang dimaksud do'a ibadah adalah beribadah kepada-Nya dengan
landasan pengetahuan hamba terhadap konsekuensi kesempurnaan nama-nama dan
sifat-sifat-Nya. Misalnya, karena anda mengetahui bahwa Allah Maha mendengar
maka anda pun berusaha untuk mengatakan ucapan yang baik-baik saja.
Sebagaimana di dalam hadits disebutkan, "Barangsiapa yang beriman kepada
Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata yang baik atau diam" (HR.
Al-Bukhori dan Muslim). Contoh lain, karena anda mengetahui Allah Maha
melihat maka andapun tetap berpuasa Ramadhan meskipun tidak ada seorangpun
yang melihat anda seandainya anda nekat membatalkan puasa tanpa sebab yang
benar.

Singkatnya, perbedaan antara do'a mas'alah dan do'a ibadah ialah sebagaimana
yang diungkapkan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al-'Utsaimin, "Maka do'a
mas'alah yaitu anda mengambil perantara dengan nama-nama Allah ta'ala di
dalam do'a yang anda panjatkan. Sedangkan do'a ibadah yaitu anda beribadah
kepada Allah berdasarkan konsekuensi nama-nama tesebut." (Syarh Al-Qawa'id
Al-Mutsla, hal. 23)

*Nabi Ibrahim khawatir terjerumus syirik*
Allah ta'ala mengisahkan do'a yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis
salam di dalam ayat-Nya (yang artinya),"Dan jauhkanlah aku dan anak
keturunanku dari penyembahan kepada arca-arca." (QS. Ibrahim : 35)

Ibrahim At Taimi mengatakan,"Lalu siapakah orang selain Ibrahim yang bisa
merasa aman dari ancaman bencana (kesyirikan)?!" Syaikh Abdurrahman bin
Hasan rahimahullah berkata,"Maka tidak ada lagi yang merasa aman dari
terjatuh dalam kesyirikan kecuali orang yang bodoh tentangnya dan juga tidak
memahami sebab-sebab yang bisa menyelamatkan diri darinya; yaitu ilmu
tentang Allah, ilmu tentang ajaran Rasul-Nya yaitu mentauhidkan-Nya serta
larangan dari perbuatan syirik terhadapnya." (Fathul Majid, hal. 72)

*Syirik Akbar*

Syirik akbar adalah perbuatan atau keyakinan yang membuat pelakunya keluar
dari Islam. Bentuknya ialah dengan menujukan salah satu peribadatan (lahir
maupun batin) kepada selain Allah, seperti berdo'a kepada selain Allah,
berkorban untuk jin, dsb. Apabila ia meninggal dan belum bertaubat maka akan
kekal berada di dalam neraka. Macam-macam syirik akbar :

*Syirik dalam hal do'a*
Yaitu perbuatan memanjatkan permohonan kepada selain Allah disamping kepada
Allah. Allah ta'ala berfirman yang artinya,"Apabila mereka menaiki kapal
(dan terombang-ambing di tengah samudera) maka merekapun berdo'a kepada
Allah dengan ikhlas (tidak syirik sebagaimana ketika dalam kondisi tentram
di darat). Kemudian tatkala Kami selamatkan mereka ke daratan maka merekapun
berbuat syirik." (QS. Al-'Ankabuut : 65) Termasuk kategori syirik ini adalah
: meminta perlindungan (isti'adzah) kepada selain Allah dalam perkara yang
hanya dikuasai oleh Allah, meminta pertolongan (isti'anah) kepada selain
Allah, meminta dihilangkan bala (istighatsah) kepada selain Allah, dll.

*Syirik dalam hal niat dan keinginan*
Yaitu melakukan suatu amal ibadah dengan niat karena selain Allah. Seperti
orang yang beramal akhirat semata-mata untuk meraih keuntungan duniawi.
Allah ta'ala berfirman yang artinya,"Barangsiapa yang mengharapkan kehidupan
dunia dan perhiasannya maka Kami akan penuhi keinginan mereka dengan
membalas amal itu di dunia untuk mereka dan mereka di dunia tidak akan
dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak meraih apa-apa ketika di
akhirat melainkan siksa neraka dan lenyaplah semua amal yang mereka perbuat
selama di dunia dan sia-sialah segala amal usaha mereka." (QS. Huud : 15-16)

*Syirik dalam hal ketaatan*
Yaitu mentaati selain Allah untuk berbuat durhaka kepada Allah. Seperti
contohnya mengikuti para tokoh dalam hal mengharamkan apa yang dihalalkan
Allah atau menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Allah ta'ala berfirman
yang artinya,"Mereka telah menjadikan para pendeta (ahli ilmu) dan rahib
(ahli ibadah) mereka sebagai sesembahan-sesembahan selain Allah, begitu pula
(mereka sembah) Al Masih putera Maryam. Padahal mereka itu tidak disuruh
melainkan supaya menyembah sesembahan yang satu. Tidak ada sesembahan yang
hak selain Dia, Maha suci Dia (Allah) dari segala bentuk perbutan syirik
yang mereka lakukan." (QS. At-Taubah : 31)

*Syirik dalam hal kecintaan*
Yaitu mensejajarkan selain Allah dengan Allah dalam hal kecintaan. Allah
ta'ala berfirman yang artinya,"Dan di antara manusia ada orang yang
mengangkat sekutu-sekutu selain Allah yang mereka cintai sebagaimana
kecintaan mereka kepada Allah." (QS. Al-Baqarah : 165) Kalau mensejajarkan
cintanya kepada selain Allah dengan cintanya kepada Allah saja sudah begitu
besar dosanya, lalu bagaimana lagi jika seseorang justru lebih mencintai
pujaannya lebih dalam daripada kecintaannya kepada Allah ? Lalu bagaimana
lagi orang yang sama sekali tidak menaruh rasa cinta kepada Allah ?! Laa
haula wa laa quwwata illa billaah (lihat At-Tauhid li shaffits-tsaalits al
'aali, hal. 10-11)

*Syirik Ashghar*

Syirik ashghar yaitu perbuatan atau keyakinan yang mengurangi keutuhan
tauhid. Apabila seseorang terjerumus di dalamnya maka dia menanggung dosa
yang sangat besar, bahkan dosa besar yang terbesar di bawah tingkatan syirik
akbar dan di atas dosa-dosa besar lain seperti mencuri dan berzina. Namun
orang yang melakukannya tidak sampai keluar dari Islam. Dan apabila
meninggal dalam keadaan berbuat syirik ashghar ini maka pelakunya termasuk
orang yang diancam tidak diampuni dosanya dan terancam dijatuhi siksaan di
neraka, meskipun tidak akan kekal di sana. Syirik ashghar ini terbagi
menjadi syirik zhahir (tampak) dan syirik khafi (tersembunyi/samar)

*Syirik zhahir*

**Jenis ini meliputi ucapan dan perbuatan fisik yang menjadi sarana menuju
syirik akbar. Atau bisa juga diartikan dengan ucapan dan perbuatan yang
disebut sebagai syirik oleh dalil-dalil syari'at akan tetapi tidak mencapai
tingkatan tandid/persekutuan secara mutlak. Contohnya adalah : bersumpah
dengan menggunakan selain nama Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda,"Barangsiapa yang bersumpah dengan menyebut selain nama
Allah maka dia telah kafir atau berbuat syirik." (HR. Tirmidzi, beliau
(Tirmidzi) menghasankannya, dan dishahihkan juga oleh Al-Hakim) Contoh
lainnya adalah : mengatakan maa syaa'a Allahu wa syi'ta (apa pun yang Allah
kehendaki dan yang kamu inginkan). Ketika ada seseorang yang mengatakan
ucapan itu kepada beliau, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
marah dan bersabda,"Apakah engkau hendak menjadikan aku sebagai sekutu bagi
Allah ?! Katakanlah Apa pun yang Allah kehendaki, cukup itu saja" (HR.
Nasa'i) Atau mengatakan : 'Seandainya bukan karena dokter maka saya tidak
akan sembuh', dan lain sebagainya. Adapun yang berupa perbuatan fisik ialah
seperti memakai jimat untuk tolak bala apabila meyakininya sebagai sebab
perantara saja untuk mewujudkan keinginannya. Akan tetapi jika dia
meyakininya sebagai faktor utama penentu tercapainya tujuan maka status
perbuatan itu berubah menjadi syirik akbar dan mengeluarkan pelakunya dari
lingkaran Islam.

*Syirik khafi*

Jenis ini terletak di dalam gerak-gerik hati manusia. Ia dapat berujud rasa
ingin dilihat dan menginginkan pujian orang dalam beramal (riya') atau ingin
didengar (sum'ah). Seperti contohnya; membagus-baguskan gerakan atau bacaan
shalat karena mengetahui ada orang yang memperhatikannya. Contoh lainnya
adalah bersedekah karena ingin dipuji, berjihad karena ingin dijuluki
pemberani, membaca Qur'an karena ingin disebut Qari', mengajarkan ilmu
karena ingin disebut sebagi 'alim, dll. Dengan catatan dia masih
mengharapkan keridhaan Allah dari perbuatannya itu. Amal yang tercampuri
syirik semacam ini tidak akan diterima oleh Allah. Dan apabila ternyata dia
hanya mencari tujuan-tujuan hina itu maka perbuatan yang secara lahir berupa
amal shalih itu telah berubah menjadi syirik akbar, sebagaimana halnya
riya'nya orang munafik. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam pernah
bersabda,"Sesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik
kecil." Maka beliau pun ditanya tentangnya. Sehingga beliau menjawab,"Yaitu
riya'/ingin dilihat dan dipuji orang." (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani
dalam Ash-Shahihah no. 951 dan Shahihul Jami' no. 1551) Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Binasalah hamba dinar, hamba dirham,
hamba Khamishah, hamba Khamilah. Jika dia diberi maka dia senang tapi kalau
tidak diberi maka dia murka. Binasa dan amat merugilah dia.." (HR. Bukhari)
(lihat At-Tauhid li shaffits tsalits al 'aali, hal. 11-12)

*Kiat Membentengi diri dari Syirik*

   1. Mengikhlashkan ibadah hanya untuk Allah 'Azza wa Jalla dengan
   senantiasa berupaya memurnikan tauhid
   2. Menuntut ilmu syar'i
   3. Mengenali dampak kesyirikan dan menyadari bahwasanya syirik itu akan
   menghantarkan pelakunya kekal di dalam Jahannam dan menghapuskan amal
   kebaikan
   4. Menyadari bahwasanya syirik akbar tidak akan diampuni oleh Allah
   5. Tidak berteman dengan orang-orang bodoh yang hanyut dalam berbagai
   bentuk kesyirikan

Maka berhati-hatilah saudaraku dari kesyirikan dengan seluruh macamnya, dan
ketahuilah bahwasanya syirik itu bisa berbentuk ucapan, perbuatan dan
keyakinan. Terkadang satu kata saja bisa menghancurkan kehidupan dunia dan
akhirat seseorang dalam keadaan dia tidak menyadarinya. Rasul shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda, "Apakah kalian tahu apa yang difirmankan Rabb
kalian ?" Mereka (para sahabat) mengatakan,"Allah dan Rasul-Nya lebih tahu"
Beliau bersabda,"Pada pagi hari ini ada diantara hamba-Ku yang beriman dan
ada yang kafir kepada-Ku. Orang yang berkata, 'Kami telah mendapatkan
anugerah hujan berkat keutamaan Allah dan rahmat-Nya maka itulah yang
beriman kepada-Ku dan kafir terhadap bintang. Adapun orang yang berkata,
'Kami mendapatkan curahan hujan karena rasi bintang ini atau itu, maka
itulah orang yang kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang'" (Muttafaq
'alaih) (lihat kutaib 'Isyruuna 'uqbatan fii thariiqil muslim yajibul hadzru
minhaa)

*Balasan bagi orang yang bersih tauhidnya*
Allah ta'ala berfirman (yang artinya),"Orang-orang yang beriman dan tidak
mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang
mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk"
(QS. Al An'aam : 82).

Syaikh Hamad bin 'Atiq rahimahullah mengatakan, "Mereka itu adalah
orang-orang yang mentauhidkan Allah dan tidak menodai tauhidnya dengan
kesyirikan. Mereka itulah yang mendapatkan keamanan. Sedangkan keamanan itu
ada dua macam : keamanan mutlak dan keamanan muqayyad/tidak mutlak. Yang
pertama itu ialah keamanan dari tertimpa azab. Keamanan ini diperuntukkan
bagi orang yang meninggal di atas tauhid dan tidak terus menerus berkubang
dalam dosa-dosa besar. Adapun yang kedua berlaku bagi orang yang meninggal
di atas tauhid akan tetapi dia masih dalam keadaan berkubang dalam dosa-dosa
besar. Maka dia akan memperoleh keamanan dari hukuman kekal di dalam
neraka." (Ibthalu tandiid, hal. 19)

http://abu0mushlih.wordpress.com/2008/12/22/dosa-yang-paling-mengerikan/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: 322.gif>>

Kirim email ke