Setuju banget dengan Mas Hanief....
Sudah ratusan yang wafat dan ribuan terluka...masih aja berwacana dengan 
dalil...
Yahudi = Israel dan Israel = Yahudi....kalo nggak percaya baca aja TALMUD dan 
PROTOCOL OF ZION...lihat bagaimana cara dan persepsi orang-orang Yahudi 
memandang dan memperlakukan orang-orang non Yahudi...
Atau yang paling gampang...lihat saja ayat ke 64 dan 82 dari Surat Al Maaidah...

-----Original Message-----
From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected]
Sent: Thursday, January 08, 2009 5:16 PM
To: [email protected]
Subject: [mediamusliminfo] Re: Yahudi Bukan Israel


Ass Wr Wb...
persoalannya sekarang bukan jangan selalu diarahkan ke wacana-wacana, yang
jelas mereka itu ISRAEL dan YAHUDI, biang keladi semua persoalan di
palestina, banyak orang tahu bahwa mereka itu leluhurnya adalah nabi
Ibrahim yang mana leluhurnya Nabi Muhammad SAW juga, akan tetapi karena
kaum YAHUDI yang ISRAEL itu adalah sebuah kaum yang INGKAR, maka Alloh
mengabadikannya dalam Alquran karena menolak kerasulan Muhammad SAW, itu
udah engga usah dikasih tahu mas..semua orang juga udah pada tahu, yang
ada sekarang mereka itu membumi hanguskan umat Islam ditanah PALESTINA dan
merebut HAK-HAK MEREKA..tidak ada perdebatan panjang menurut saya yang ada
LAWAN dengan kemanpuan yang ada, bisa sumbangan, opini, do'a misi
kemanusiaan bahkan kalo bisa berperang membantu mereka jika MAMPU...

ini hanya ungkapan saja, janganlah kita selalu berwacana-wacana yang jelas
disana TERJADI PEMBANTAIAN BESAR-BESARAN TERHADAP UMAT MANUSIA, DAN SAMPAI
DETIK INI MAYAT TAK BERDOSA BERGELIMPANGAN? akankah kita masih bertanya
YAHUDI BUKAN ISRAEL?cape dehhh..ini kelemahan kita udah tahu ada
pembantaian masih aja debat, he he he he just kidding ya, namanya juga
pendapat...

mudah2an bermanfaat ini hanya sharing aja mas...

Wasaalam
hanief arief


Yahudi Bukan
> Israel<http://muslim.or.id/manhaj-salaf/yahudi-bukan-israel.html>Kategori:
> Manhaj Salaf <http://muslim.or.id/category/manhaj-salaf>
>
> Sungguh sangat memprihatinkan, banyak di antara kaum muslimin sering tidak
> sadar dan lepas kontrol ketika berbicara. Tidak hanya terjadi pada orang
> awam, bisa kita katakan juga terjadi pada sebagian besar pelajar atau
> bahkan
> mereka yang merasa memiliki banyak *tsaqafah islamiyah*.
>
> Barangkali mereka lupa atau mungkin tidak tahu bahwa Nabi *shallallahu
> 'alaihi wa sallam* pernah bersabda:
>
> æóÅöäøó ÇáúÚóÈúÏó áóíóÊóßóáøóãõ ÈöÇáúßóáöãóÉö ãöäú ÓóÎóØö Çááøóåö áÇó
> íõáúÞöì áóåóÇ ÈóÇáÇð íóåúæöì ÈöåóÇ Ýöì Ìóåóäøóã
>
> *Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
> bersabda: "Sesungguhnya ada seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang
> mendatangkan murka Allah, diucapkan tanpa kontrol akan tetapi
> menjerumuskan
> dia ke neraka."* (HR. Al Bukhari 6478)
>
> Al Hafidz Ibn Hajar berkata dalam *Fathul Bari* ketika menjelaskan hadis
> ini, yang dimaksud diucapkan tanpa kontrol adalah tidak direnungkan
> bahayanya, tidak dipikirkan akibatnya, dan tidak diperkirakan dampak yang
> ditimbulkan. Hal ini semisal dengan firman Allah ketika menyebutkan
> tentang
> tuduhan terhadap Aisyah:
>
> æóÊóÍúÓóÈõæäóåõ åóíøöäðÇ æóåõæó ÚöäúÏ Çááøóå ÚóÙöíã
>
> *"Mereka sangka itu perkara ringan, padahal itu perkara besar bagi
> Allah."*(QS. An-Nur: 15)
>
> Oleh karena itu, pada artikel ini -dengan memohon pertolongan kepada
> Allah-
> penulis ingin mengingatkan satu hal terkait dengan ayat dan hadis di atas,
> yaitu sebuah ungkapan penamaan yang begitu mendarah daging di kalangan
> kaum
> muslimin, sekali lagi tidak hanya terjadi pada orang awam namun juga
> terjadi
> pada mereka yang mengaku paham terhadap *tsaqafah islamiyah*. Ungkapan
> yang
> kami maksud adalah penamaan YAHUDI dengan ISRAEL. Tulisan ini banyak kami
> turunkan dari sebuah risalah yang ditulis oleh Syaikh Rabi' bin Hadi Al
> Madkhali *hafidzhahullah* yang berjudul *"Penamaan Negeri Yahudi yang
> Terkutuk dengan Israel"*.
>
> Tidak diragukan bahkan seolah telah menjadi kesepakatan dunia termasuk
> kaum
> muslimin bahwa negeri yahudi terlaknat yang menjajah Palestina bernama
> Israel. Bahkan mereka yang mengaku sangat membenci yahudi -sampai
> melakukan
> boikot produk-produk yang diduga menyumbangkan dana bagi yahudi- turut
> menamakan yahudi dengan israel. Akan tetapi sangat disayangkan tidak ada
> seorang pun yang mengingatkan bahaya besar penamaan ini.
>
> Perlu diketahui dan dicamkan dalam benak hati setiap muslim bahwa ISRAIL
> adalah nama lain dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim
> *'alaihis
> salam* yaitu Nabi Ya'qub *'alaihis salam*. Allah ta'ala berfirman:
>
> ßõáøõ ÇáØøóÚóÇãö ßóÇäó ÍöáøðÇ áöÈóäöí ÅöÓúÑóÇÆöíáó ÅöáøóÇ ãóÇ ÍóÑøóãó
> ÅöÓúÑóÇÆöíáõ Úóáóì äóÝúÓöåö ãöäú ÞóÈúáö Ãóäú ÊõäóÒøóáó ÇáÊøóæúÑóÇÉõ
>
> *"Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang
> diharamkan oleh Israil untuk dirinya sendiri sebelum Taurat
> diturunkan."*(QS. Ali Imran: 93)
>
> Israil yang pada ayat di atas adalah nama lain dari Nabi Ya'qub *'alaihis
> salam*. Dan nama ini diakui sendiri oleh orang-orang yahudi, sebagaimana
> disebutkan dalam hadis dari Ibn Abbas *radhiallahu 'anhu*: *"Sekelompok
> orang yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan empat hal yang hanya
> diketahui
> oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi shallallahu 'alaihi wa
> sallam mengatakan: "Apakah kalian mengakui bahwa Israil adalah Ya'qub?"
> Mereka menjawab: "Ya, betul." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
> "Ya Allah, saksikanlah."* (HR. Daud At-Thayalisy 2846)
>
> Kata "Israil" merupakan susunan dua kata *israa* dan *iil* yang dalam
> bahasa
> arab artinya *shafwatullah* (kekasih Allah). Ada juga yang mengatakan
> *israa
> * dalam bahasa arab artinya *'abdun* (hamba), sedangkan *iil* artinya
> Allah,
> sehingga Israil dalam bahasa arab artinya *'Abdullah (hamba Allah)*.
> (lihat
> *Tafsir At Thabari* dan *Al Kasyaf* ketika menjelaskan tafsir surat Al
> Baqarah ayat 40)
>
> Telah diketahui bersama bahwa Nabi Ya'qub adalah seorang nabi yang
> memiliki
> kedudukan yang tinggi di sisi Allah ta'ala. Allah banyak memujinya di
> berbagai ayat al Qur'an. Jika kita mengetahui hal ini, maka dengan alasan
> apa nama Israil yang mulia disematkan kepada orang-orang yahudi terlaknat.
> Terlebih lagi ketika umat islam menggunakan nama ini dalam konteks kalimat
> yang negatif, diucapkan dengan disertai perasaan kebencian yang
> memuncak; *Biadab
> Israil... Israil bangsat... Keparat Israil...* Atau dimuat di majalah-majalah
> dan
> media massa yang dinisbahkan pada islam, bahkan dijadikan sebagai Head
> Line
> News; *Israil membantai kaum muslimin... Agresi militer Israil ke Palestina...
> Israil penjajah dunia.... Dan seterusnya...* namun sekali lagi, yang sangat
> fatal adalah ketika hal ini diucapkan tidak ada pengingkaran atau bahkan
> tidak merasa bersalah.
>
> Mungkin perlu kita renungkan, pernahkah orang yang mengucapkan
> kalimat-kalimat di atas merasa bahwa dirinya telah menghina Nabi
> Ya'qub *'alaihis
> salam*? pernahkah orang-orang yang menulis kalimat ini di majalah-majalah
> yang berlabel islam dan mengajak kaum muslimin untuk mengobarkan jihad,
> merasa bahwa dirinya telah membuat tuduhan dusta kepada Nabi Ya'qub
> *'alaihis
> salam*? mengapa mereka tidak membayangkan bahwasanya bisa jadi
> ungkapan-ungkapan salah kaprah ini akan mendatangkan murka Allah - *wal
> 'iyaadzu billaah* - karena isinya adalah pelecehan dan tuduhan bohong
> kepada
> Nabi Ya'qub *'alaihis salam*. Mengapa tidak disadari bahwa Nabi Ya'qub
> *'alaihis
> salam* tidak ikut serta dalam perbuatan orang-orang yahudi dan bahkan
> beliau
> berlepas diri dari perbuatan mereka yang keparat. Pernahkah mereka
> berfikir,
> apakah Nabi Israil *'alaihis salam* ridha andaikan beliau masih hidup?!
>
> Allah ta'ala berfirman:
>
> æóÇáøóÐöíäó íõÄúÐõæäó ÇáúãõÄúãöäöíäó æóÇáúãõÄúãöäóÇÊö ÈöÛóíúÑö ãóÇ
> ÇßúÊóÓóÈõæÇ ÝóÞóÏö ÇÍúÊóãóáõæÇ ÈõåúÊóÇäðÇ æóÅöËúãðÇ ãõÈöíäðÇ
>
> *"Orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu'min dan mu'minat tanpa
> kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul
> kebohongan
> dan dosa yang nyata."* (QS. Al Ahzab: 58)
>
> Allah menyatakan, menyakiti orang mukmin biasa laki-laki maupun wanita
> sementara yang disakiti tidak melakukan kesalahan dianggap sebagai
> perbuatan
> dosa, bagaimana lagi jika yang disakiti adalah seorang Nabi yang mulia,
> tentu bisa dipastikan dosanya lebih besar dari pada sekedar menyakiti
> orang
> mukmin biasa.
>
> Satu hal yang perlu disadari oleh setiap muslim, penamaan negeri yahudi
> dengan Israil termasuk salah satu di antara sekian banyak konspirasi
> (makar)
> yahudi terhadap dunia. Mereka tutupi kehinaan nama asli mereka YAHUDI
> dengan
> nama Bapak mereka yang mulia Nabi Israil *'alaihis salam*. Karena bisa
> jadi
> mereka sadar bahwa nama YAHUDI telah disepakati jeleknya oleh seluruh
> dunia,
> mengingat Allah telah mencela nama ini dalam banyak ayat di Al-Qur'an.
>
> Kita tidak mengingkari bahwa orang-orang yahudi merupakan keturunan Nabi
> Israil *'alaihis salam*, akan tetapi ini bukan berarti diperbolehkan
> menamakan yahudi dengan nama yang mulia ini. Bahkan yang berhak menyandang
> nama dan warisan Nabi Ibrahim *'alaihis salam* dan para nabi yang lainnya
> adalah kaum muslimin dan bukan yahudi yang kafir. Allah ta'ala berfirman:
>
> ãóÇ ßóÇäó ÅöÈúÑóÇåöíãõ íóåõæÏöíøðÇ æóáóÇ äóÕúÑóÇäöíøðÇ æóáóßöäú ßóÇäó
> ÍóäöíÝðÇ ãõÓúáöãðÇ æóãóÇ ßóÇäó ãöäó ÇáúãõÔúÑößöíäó
>
> *"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia
> adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali bukanlah dia
> termasuk golongan orang-orang musyrik."* (QS. Ali Imran: 67)
>
> Åä Ãæáì ÇáäÇÓ ÈÅÈÑÇåíã ááÐíä ÇÊÈÚæå æåÐÇ ÇáäÈí æÇáÐíä ÂãäæÇ æÇááå æáí
> ÇáãÄãäíä
>
> *"Sesungguhnya orang yang paling berhak terhadap Ibrahim ialah orang-orang
> yang mengikutinya dan Nabi ini, beserta orang-orang yang beriman, dan
> Allah
> adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman."* (QS. Ali Imran: 68)
>
> Semoga Allah memberikan taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin untuk
> mengucapkan dan melakukan perbuatan yang dicintai dan di ridai oleh Allah
> ta'ala.
>
> * * *
>
> *"Sedikitpun kami tidak berniat menghina Nabi Ya'qub 'alaihis salam dalam
> penggunaan kalimat-kalimat ini sebaliknya, yang kami maksud adalah
> yahudi..."*
>
> Barangkali ini salah satu pertanyaan yang akan dilontarkan oleh sebagian
> kaum muslimin ketika menerima nasihat ini. Maka jawaban singkat yang
> mungkin
> bisa kita berikan: Justru inilah yang berbahaya, seseorang melakukan
> sesuatu
> yang salah namun dia tidak sadar kalau dirinya sedang melakukan kesalahan.
> Bisa jadi hal ini tercakup dalam hadis dari Abu Hurairah *radhiyallahu
> 'anhu
> * di atas. Bukankah semua pelaku perbuatan bid'ah tidak berniat buruk
> ketika
> melakukan kebid'ahannya, namun justru inilah yang menyebabkan dosa
> perbuatan
> bid'ah tingkatannya lebih besar dari melakukan dosa besar.
>
> Ketika Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam* berdakwah di Mekkah,
> Orang-orang
> musyrikin Quraisy mengganti nama Beliau *shallallahu 'alaihi wa
> sallam*dengan Mudzammam (manusia tercela) sebagai kebalikan dari nama
> asli Beliau
> Muhammad (manusia terpuji). Mereka gunakan nama Mudzammam ini untuk
> menghina
> dan melaknat Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam*. misalnya mereka
> mengatakan; *"terlaknat Mudzammam", "terkutuk Mudzammam"*, dan seterusnya.
> Dan Nabi Muhammad *shallallahu 'alaihi wa sallam* tidak merasa dicela dan
> dilaknat, karena yang dicela dan dilaknat orang-orang kafir adalah
> "Mudzammam" bukan "Muhammad", Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam
> bersabda:
>
> ÃáÇ ÊÚÌÈæä ßíÝ íÕÑÝ Çááå Úäí ÔÊã ÞÑíÔ æáÚäåã íÔÊãæä ãÐããÇð æíáÚäæä ãÐããÇð
> æÃäÇ ãÍãÏ
>
> *"Tidakkah kalian heran, bagaimana Allah mengalihkan dariku celaan dan
> laknat orang Quraisy kepadaku, mereka mencela dan melaknat Mudzammam
> sedangkan aku Muhammad."* (HR. Ahmad & Al Bukhari)
>
> Meskipun maksud orang Quraisy adalah mencela Nabi *shallallahu 'alaihi wa
> sallam*, namun karena yang digunakan bukan nama Nabi Muhammad *shallallahu
> 'alaihi wa sallam* maka Beliau tidak menilai itu sebagai penghinaan
> untuknya. Dan ini dinilai Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam* sebagai
> bentuk mengalihkan penghinaan terhadap dirinya. Oleh karena itu, bisa jadi
> orang-orang Yahudi tidak merasa terhina dan dijelek-jelekkan karena yang
> dicela bukan nama mereka namun nama Nabi Ya'qub *'alaihis salam*.
>
> Di samping itu, Allah juga melarang seseorang mengucapkan sesuatu yang
> menjadi pemicu munculnya sesuatu yang haram. Allah melarang kaum muslimin
> untuk menghina sesembahan orang-orang musyrikin, karena akan menyebabkan
> mereka membalas penghinaan ini dengan menghina Allah ta'ala. Allah
> berfirman:
>
> æóáóÇ ÊóÓõÈøõæÇ ÇáøóÐöíäó íóÏúÚõæäó ãöäú Ïõæäö Çááøóåö ÝóíóÓõÈøõæÇ Çááøóåó
> ÚóÏúæðÇ ÈöÛóíúÑö Úöáúãò
>
> *"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain
> Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa
> ilmu."* (QS. Al An'am: 108)
>
> Allah ta'ala melarang kaum muslimin yang hukum asalnya boleh atau bahkan
> disyari'atkan - menghina sesembahan orang musyrik - karena bisa menjadi
> sebab orang musyrik menghina Allah subhanahu wa ta'ala. Dan kita yakin
> dengan seyakin-yakinnya, tidak mungkin para sahabat *radhiyallahu
> 'anhum*yang menyaksikan turunnya ayat ini memiliki niatan sedikitpun
> untuk menghina
> Allah ta'ala. Maka bisa kita bayangkan, jika ucapan yang menjadi sebab
> celaan terhadap kebenaran secara tidak langsung saja dilarang, bagaimana
> lagi jika celaan itu keluar langsung dari mulut kaum muslimin meskipun
> mereka tidak berniat untuk menghina Nabi Israil *'alaihis salam*.
>
> * * *
>
> *Cuma sebatas istilah, yang pentingkan esensinya... bahkan para ulama'
> memiliki kaidah "Tidak perlu memperdebatkan istilah."*
>
> Di atas telah dipaparkan bahwa menamakan negeri yahudi dengan Israil
> merupakan celaan terhadap Nabi Israil *'alaihis salam*, baik langsung
> maupun
> tidak langsung, baik diniatkan untuk mencela maupun tidak, semuanya
> dihitung
> mencela Nabi Israil *'alaihis salam* tanpa terkecuali. Dan kaum muslimin
> yang sejati selayaknya tidak meremehkan setiap perbuatan dosa atau
> perbuatan
> yang mengundang dosa. Karena dengan meremahkannya akan menyebabkan
> perbuatan
> yang mungkin nilainya kecil menjadi besar. Sebagaimana dijelaskan oleh
> sebagian ulama bahwa di antara salah satu penyebab dosa kecil menjadi dosa
> besar adalah ketika pelakunya meremehkan dosa kecil tersebut.
>
> Bahkan kita telah memahami bahwa mencela, menghina, melakukan tuduhan
> dusta
> kepada seorang Nabi adalah dosa besar. Akankah hal ini kita anggap ini
> biasa?! Sekali lagi, akan sangat membahayakan bagi seseorang, ketika dia
> mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan murka Allah, sementara dia
> tidak
> sadar. Mereka sangka itu perkara ringan, padahal itu perkara besar bagi
> Allah. (QS. An-Nur: 15)
>
> Untuk kaidah "Tidak perlu memperdebatkan istilah", kita tidak mengingkari
> keabsahan kaidah ini mengingat ungkapan tersebut merupakan kaidah yang
> masyhur di kalangan para ulama'. Akan tetapi maksud kaidah ini tidaklah
> melegalkan penamaan Yahudi dengan Israel. Karena kaidah ini berlaku ketika
> makna istilah tersebut sudah diketahui tidak menyimpang, sebagaimana yang
> dipaparkan oleh Abu Hamid Al Ghazali dalam bukunya *Al Mustashfaa fi Ilmil
> Ushul*.
>
> *Istilah Israil untuk negeri yahudi telah menjadi konsensus (kesepakatan)
> dunia. Kita cuma ikut-ikutan...*
>
> Setiap kaum muslimin selayaknya berusaha menjaga syi'ar-syi'ar islam,
> misalnya dengan belajar bahasa arab (baik lisan maupun tulisan),
> menghafalkan Al Qur'an, dan termasuk dalam hal ini adalah membiasakan diri
> untuk menggunakan istilah-istilah yang Allah gunakan dalam Al Qur'an atau
> dalam hadis Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam* selama istilah tersebut
> dapat dipahami orang lain.
>
> Sebagai bentuk pemeliharaan terhadap syi'ar islam, para sahabat terutama
> Umar Ibn Al Khattab *radhiyallahu 'anhu* sangat menekankan agar umat islam
> mempelajari bahasa arab. Beliau pernah mengatakan: *"Pelajarilah bahasa
> arab, karena itu bagian dari agama kalian."* Beliau juga mengatakan:
> *"Hati-hati
> kalian dengan bahasa selain bahasa arab."* Umar *radhiyallahu
> 'anhu*membenci kaum muslimin membiasakan diri dengan berbicara selain
> bahasa arab
> tanpa ada kebutuhan, dan ini juga yang dipahami oleh para sahabat
> lainnya *radhiyallahu
> 'anhum*. Mereka (para sahabat *radhiyallahu 'anhum*) menganggap bahasa
> arab
> sebagai konsekuensi agama, sedangkan bahasa yang lainnya termasuk syi'ar
> kemunafikan. Karena itu, ketika para sahabat berhasil menaklukkan satu
> negeri tertentu, mereka segera mengajarkan bahasa arab kepada penduduknya
> meskipun penuh dengan kesulitan. (lihat *Muqaddimah Iqtidla' Shirathal
> Mustaqim*, Syaikh Nashir al 'Aql)
>
> Dalam bahasa arab, waktu sepertiga malam yang awal dinamakan *'atamah*.
> Orang-orang arab badui di zaman Nabi *shallallahu 'alaihi wa
> sallam*memiliki kebiasaan menamai shalat Isya' dengan nama waktu
> pelaksanaan shalat
> isya' yaitu *'atamah*. Kebiasaan ini kemudian diikuti oleh para
> sahabat *radhiyallahu
> 'anhum* dengan menamakan shalat isya' dengan shalat *'atamah*. Kemudian
> Nabi
> *shallallahu 'alaihi wa sallam* melarang mereka melalui sabdanya:
>
> áÇ íÛáÈäßã ÇáÃÚÑÇÈ Úáì ÇÓã ÕáÇÊßã ÝÅäåÇ ÇáÚÔÇÁ ÅäãÇ íÏÚæäåÇ ÇáÚÊãÉ
> áÅÚÊÇãåã
> ÈÇáÅÈá áÍáÇÈåÇ
>
> *"Janganlah kalian ikut-ikutan orang arab badui dalam menamai shalat
> kalian,
> sesungguhnya dia adalah shalat Isya', sedangkan orang badui menamai shalat
> isya dengan 'atamah karena mereka mengakhirkan memerah susu unta sampai
> waktu malam."* (HR. Ahmad, dinyatakan Syaikh Al Arnauth sanadnya sesuai
> dengan syarat Muslim)
>
> Al Quthuby mengatakan: *"Agar nama shalat isya' tidak diganti dengan nama
> selain yang Allah berikan, dan ini adalah bimbingan untuk memilih istilah
> yang lebih utama bukan karena haram digunakan dan tidak pula menunjukkan
> bahwa penggunaan istilah 'atamah tidak diperbolehkan, karena Nabi
> shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menggunakan istilah ini dalam
> hadisnya..."* (*'Umdatul Qori Syarh Shahih Al Bukhari* karya Al 'Aini)
>
> Demikianlah yang dilakukan Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam* dan para
> sahabat dalam menjaga syi'ar islam. Sampai menjaga istilah-istilah yang
> diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya *shallallahu 'alaihi wa sallam*,
> padahal
> penggunaan istilah asing dalam penamaan shalat isya' tidak sampai derajat
> haram, karena tidak mengandung makna yang buruk.
>
> ***
>
> Lalu dengan apa kita menamai mereka?! Kita menamai mereka sebagaimana nama
> yang Allah berikan dalam Al-Qur'an, YAHUDI dan bukan ISRAEL. Dan
> sebagaimana
> disampaikan di atas, hendaknya setiap muslim membiasakan diri dalam
> menamakan sesuatu sesuai dengan yang Allah berikan. Hendaknya kita namakan
> orang-orang yang mengaku pengikut Nabi Isa *'alahis salam* dengan NASRANI
> bukan KRISTIANI, kita namakan hari MINGGU dengan AHAD bukan MINGGU, kita
> namakan shalat dengan SHALAT bukan SEMBAHYANG dan seterusnya selama itu
> bisa
> dipahami oleh orang yang diajak bicara, sebagai bentuk penghormatan kita
> terhadap syi'ar-syi'ar agama islam. *Wallaahu waliyyut taufiiq...*
>
> ***
>
> Penulis: Ammi Nur Baits
> Artikel www.muslim.or.id
>
> >
>




This email and any files transmitted with it are confidential and intended 
solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If 
you have received this email in error please notify the system manager. This 
message contains confidential information and is intended only for the 
individual named. If you are not the named addressee you should not 
disseminate, distribute or copy this e-mail.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke