Sudahkah Anda mengetahui hal - hal dibawah ini ?

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, January 08, 2009 11:00 AM
To: [email protected]
Cc: [email protected]; Anizulmaidi - BMI;
[email protected]; [email protected];
[email protected]
Subject: Indonesia Pernah Seperti Palestina

 

 

....Bahkan para ulama Mesir dan dunia Arab berkumpul dan bersepakat
untuk membentuk Lajnatud Difa'ian Indonesia (Panitia Pembela Indonesia).

Badan ini dideklarasikan pada tanggal 16 Oktober 1945 di gedung Pusat
Perhimpunan Pemuda Islam. Para pemimpin Arab yang hadir dalam acara
tersebut adalah Syaikh Hasan Al Banna dan Prof Taufiq Syawi dari
Ikhwanul Muslimin, Pemimpin Palestina Muhammad Ali Taher, dan Sekjen
Liga Arab Dr Salahuddin Pasya.

wassalam

Abdillah

Indonesia Pernah Seperti Palestina

Indonesia pernah mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan oleh
rakyat Gaza di Palestina. Peperangan dan diplomasi menjadi warna dalam
bagian sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan Palestina.

Pada tanggal 10 November 1945 telah terjadi pertempuran dahsyat di
seluruh pelosok kota Surabaya. Pada masa itu kota Surabaya di bombardir
dari segala kekuatan angkatan perang Inggris dengan dikerahkannya 30
pesawat terbang, 30.000 tentara Inggris dan sejumlah besar kapal perang.

Kondisi ini membuat pertempuran ini menjadi tidak seimbang dimana
Indonesia yang baru merdeka diserang oleh kekuatan Inggris yang memiliki
peralatan perang modern pada saat itu. Selama 18 hari perperangan
Surabaya berkecamuk dengan korban berjatuhan dimana-mana. Kisah heroic
ini terekam dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam
mempertahankan kemerdekaan.

Bagaimana dengan dukungan pihak luar terhadap kemerdekaan Indonesia?.

Sejarah merekam bahwa negara yang pertama kali mendukung kemerdekaan
Indonesia adalah negara Mesir. Berawal dari usaha tentara sekutu untuk
menutup serapat-rapatnya informasi tentang kemerdekaan Indonesia supaya
tidak didengar oleh negara-negara Timur Tengah.

Tapi usaha itu sia-sia, seorang yang bernama Mansur Abu Makarim yang
bekerja di Kedutaan Belanda di Kairo mengabarkan berita tentang
kemerdekaan Indonesia kepada rakyat Mesir dan berita tersebut dimuat di
koran dan radio Mesir. Dengan mendengar berita tersebut marak terjadi
demo besar-besaran untuk mendukung kemerdekaan Indonesia di sejumlah
kota Mesir.

Bahkan para ulama Mesir dan dunia Arab berkumpul dan bersepakat untuk
membentuk Lajnatud Difa'ian Indonesia (Panitia Pembela Indonesia). Badan
ini dideklarasikan pada tanggal 16 Oktober 1945 di gedung Pusat
Perhimpunan Pemuda Islam. Para pemimpin Arab yang hadir dalam acara
tersebut adalah Syaikh Hasan Al Banna dan Prof Taufiq Syawi dari
Ikhwanul Muslimin, Pemimpin Palestina Muhammad Ali Taher, dan Sekjen
Liga Arab Dr Salahuddin Pasya.

Dukungan dunia Arab (Islam) terus mengalir kepada kemerdekaan negara
Indonesia dan hal tersebut makin menambah kepercayaan diri kita dalam
pergaulan internasional atas kemerdekaan yang telah diproklamirkan.

Pada era sekarang, suasana sudah berubah dimana Indonesia telah
mengalami perubahan yang signifikan melalui pembangunan yang dilakukan.

Sebuah tragedi kemanusiaan kembali berulang yang ditunjukkan kembali
oleh penjajah Israel. Pada 27 Desember 2008 penjajah Zionis Israel telah
mengarahkan pesawat tempur F 16 serta helicopter Apache melakukan
serangan secara besar-besaran ke seluruh jalur Gaza.

Serangan ini serentak dilakukan ke lebih 30 sasaran yang disinyalir oleh
pihak rezim Zionis Israel sebagai markas Hamas. Lebih dari 300 bocah,
wanita dan orang tua meninggal jadi korban. Ribuan lainnya luka berat
dan ringan.

Dunia Internasional seolah tersentak dan mengeluarkan berbagai statemen
mulai yang pro maupun kontra. Para pemimipin negara-negara Arab tidak
bisa berbuat banyak karena sudah terlalu banyak menikmati berbagai
fasilitas yang diberikan negara barat (Amerika).

Sejarah kembali berulang dengan lakon yang berbeda. Posisi Indonesia
sudah bukan negara yang dijajah seperti dahulu. Peranan Indonesia
sebagai negara muslim terbesar sangat diharapkan oleh negara Palestina.

Demonstrasi besar-besaran menunjukkan rasa solidaritas terhadap rakyat
Palestina telah dilakukan di seluruh pelosok kota Indonesia.

Inisiatif diplomasi yang dipimpin oleh Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid,
bersama delegasi ulama dunia berusaha mendesak para pemimipin Arab untuk
mau berperan lebih kongkrit dalam menyelesaikan permasalahan Palestina.

Pengiriman tenaga medis pun dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Peranan
ini dirasa masih belum maksimal mengingat posisi Indonesia sebagai
anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Seharusnya Indonesia bisa mengambil inisiatif peran yang lebih banyak
dan mendesak kepada anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk bisa
menurunkan pasukan penjaga perdamaian ke daerahGaza dan memaksa Israel
untuk menghentikan serangannya.

Perdebatan bahwa masalah Palestina bukan persoalan agama atau bukan
harus segera dihentikan. Jangan kita menjadi ahistoris terhadap apa-apa
yang pernah kita alami dahulu ketika awal kemerdekaan. Sesungguhnya ada
sebuah cita-cita rakyat Palestina yang harus kita dukung yaitu sebuah
kemerdekaan.

Keinginan untuk merdeka sudah menjadi sebuah keinginan luhur bangsa
Indonesia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, "Bahwa
sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu,
maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai
dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan"

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke