sungguh suatu kisah yang sering terdengar tapi tak pernah bosan bagi
saya untuk menyimaknya, hal itu saya yakin pula disebabkan karena
keagungan Allah dan suara kebenaran hakiki ajaran Islam yang tidak
akan pernah membosankan.

Saudara-Saudaraku seiman, mudah-mudahan mas Ali yang telah Muslim,
keislamannya akan tetap selalu terjaga, dan cahaya hidayah yang telah
menemani hidup barunya tidak akan padam.

dan kalau boleh saya sarankan, bagi saudaraku anggota milis ini yang
kebetulan dekat dengan mas Ali, untuk senantiasa membimbingnya agar
mas Ali tetap dalam keadaan iman dan Islam.

sungguh banyak mu'alaf yang telah kembali keajaran sebelumnya, dan ini
terjadi pula pada teman saya sendiri, hal ini barangkali terjadi
dikarenakan oleh kelalaian kita untuk membimbingnya agar dia masih
tetap dijalan Allah. Semoga ini tidak akan pernah dialami oleh mas
Ali.

---
<a  href="http://www.umv.or.id";>LSM Ummi Maktum Voice</a> senantiasa
mengajak "membuka mata hati, menghadirkan Alquran didalam Hati"!

Pada tanggal 19/05/09, Dian Novian <[email protected]> menulis:
> Assalamu’alaikum wr wb
>
>  http://diannovian.wordpress.com
> “Mas.. saya ikutin gerakkannya ya..”
> Siang ini..  setiba didepan Mushola yang berada di samping gedung kantor
> tempatku bekerja,  ada yang berbeda,  seseorang depan senyum ramah dan akrab
> berdiri didepan pintu masuk mushola.
> Mulanya saya tidak merasakan sesuatu yang berbeda,  mungkin tamu gedung yang
> ingin melaksanakan sholat zuhur berjama’ah, yang terbelesit dalam hati pada
> saat itu. Setelah saya selesai iqomah .. para jam’ah bersiap-siap meluruskan
> dan merapatkan shaf,  tiba-tiba disamping saya..  orang yang tadi berdiri
> didepan Mushola ,  berkata “Mas.. saya ikutin gerakkannya ya..”
> saya terdiam sejenak, langsung terpikirkan bahwa orang ini baru masuk islam.
> Sekejab hati ini bergetar, Subhanallah..  Allahu Akbar..   Maha Suci Allah..
>  Allah Maha Besar..
> kalimat itulah yang terpanjatkan dalam hati pada saat itu.
> Setelah selesai sholat..  seiring do’a yang saya panjatkan kepada Allah SWT,
> saya sisipkan do’a untuk mu’alaf itu :  “Ya Allah.. jadikan saudaraku tadi..
> yang baru masuk islam, menjadi muslim yang sholeh,  seorang muslim yang akan
> menegakkan pilar-pilar islam di muka bumi ini ”
> Selesai melaksanakan sholat sunah ba’da zuhur, ternyata orang itu masih
> ada.. karena penasaran saya langsung menyapa  :
> Saya         : Assalamu’alaikum mas.. baru masuk islam ya.., tanyaku?
> Mu’alaf   : iya mas..  baru kemarin, sambil menunjukan selembar kertas yang
> menyatakan bahwa                 telah masuk islam, di pondok pesantren di
> daerah tangerang.
> Saya         :  namanya siapa ?
> Mua’alaf :  kalo nama dulu (masih kristen)  namaku Yohannes, nama muslimnya
> : Muhammad Ali
> Saya         :  Tinggal dimana ?
> Mu’alaf    :  Daerah gunung sari, deket  Ancol mas..
> Singkat cerita,  mas ali saya ajak untuk makan siang. . sambil makan, mas
> ali bercerita tentang ketetarikannya masuk islam,  awalnya mas ali sering
> mendegarkan azan magrib  di TV, beliau membaca dengan seksama arti dari
> setiap kalimat azan yang dikumandangkan, dan juga dengan tidak sengaja
> mendengar ceramah/tausiyah dari ust. Arifin ilham di TV, dari kedua hal
> itu.. ternyata Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepada mas ali.
> Masuk islam bukanlah tanpa resiko,  perhari kemarin setelah kedua orang
> tuanya tahu bahwa mas ali sudah masuk islam, mas ali di usir dari rumahnya,
> tanpa membawa apapun.. hanya sehelai pakaian.. cerita mas ali, selama ini
> beliau bekerja dengan orang tuanya yang mempunyai usaha bengkel motor.
>  Beliau mengatakan tidak takut akan kehilangan harta bahkan keluarga demi
> sebuah kebenaran yang hakiki. Beliau yakin Allah SWT yang memberikan
> hidayah, Allah SWT pulalah.. yang akan mengatur dan mengurus hidupnya.
> Setelah selesai makan mas ali pamit, untuk melanjutkan perjalanannya ke
> pondok pesantren yang dipimpin ustad Anton Medan. Mas ali sengaja ingin
> kesana karena ditempat ustad anton medan selain bisa belajar agama juga bisa
> belajar mengembangkan keterampilan yang akan didapat di pondok pesantren
> tersebut.
> Mendengar cerita mas ali, membuat hati ini tergugah dan tersadarkan akan
> kekuatan dari sebuah kenyakinan, yaitu keyakinan akan kebenaran agama Islam,
> agama yang menjadi keyakinan kita selama ini.
> Saya tuliskan pengalaman spritual ini, dengan harapan..  kita khususnya saya
> pribadi bisa mengambil ibrah/pelajaran serta hikmah dari cerita ini.
>
> “Ya Allah..  istiqomahkan kami untuk dan hanya bertauhid kepada Mu.. sampai
> ajal menjemput”
> “Ya Allah..  jadikan kami muslim yang sungguh-sungguh menjalankan perintah
> Mu”
> “Allahuma Amiin”
> Semoga bermanfaat..
>
> Wassalamu’alaikum wr wb
> Dian N
> http://spiritualpreneurship.com/?id=dinov03
>
>
>       New Email addresses available on Yahoo!
> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and
> @rocketmail.
> Hurry before someone else does!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
> >
>


-- 
Salam hangat

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke