Mengapa Perbuatan Bid’ah disenangi oleh
Syaithan<http://alhikmah.web.id/2009/06/mengapa-perbuatan-bidah/>
Tuesday,
June 16, 2009 9:57 Posted in category
Fiqih<http://alhikmah.web.id/category/fiqih/>

Dari Abu Bakar As Shiddiq ra, ia berkata: Bahwasannya Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “*Sesungguhnya Iblis berkata: ‘Aku merusakkan
mereka (umat Islam) dengan dosa-dosa, lalu mereka (orang Islam) merusakkan
aku dengan istighfar, maka tatkala aku melihat demikian, aku merusakan
mereka (orang Islam) dengan hawa keinginan bid’ah, lalu mereka menyangka
bahwa mereka itu mendapat petunjuk yang benar, maka mereka (orang Islam)
tidak memohon ampunan.* (HR Ibnu Abi Ashim)

*Keterangan:*

Dari nukilan hadist diatas sudah sangat jelas orang-orang yang melalukan
perbuatan bid’ah <http://alhikmah.web.id/2009/06/pengertian-bidah/> tidak
akan merasa bersalah dalam melakukan amalan yang tidak di perintah oleh
Allah dan Rasul-Nya dan mereka menyangka bahwasannya amalan yang dilakukan
adalah baik menurutnya.

Para ulama pun telah memperingati bahaya bid’ah, bahkan mereka menyebutkan
bahwa bid’ah lebih disukai oleh iblis dibandingkan kemaksiatan, karena
pelaku bid’ah lebih sulit untuk bertaubat dibandingkan seorang maksiat. Hal
ini terjadi karena pelaku bid’ah akan menganggap perbuatannya adalah
kebaikan, akan tetapi pelaku maksiat sebaliknya menyadari bahwa dia
melakukan perbuatan dosa.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengabarkan kita
untuk menghindarkan diri dari perbuatan yang mengada-ada dalam hal agama,
yaitu bid’ah sebagaimana sabdanya
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى
النَّارِ

Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat
dan setiap yang sesat berasal dari neraka. HR An Nasaii dalam Kitab Sunannya
bab Shalah I’edain

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah memperingati umat islam
tentang bahaya bid’ah, bahwasanya amal ibadah yang tidak dilakukan
berdasarkan petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tertolak di sisi
Allah subhanahu wa ta’ala.
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَد ٌّ

Barang siapa berbuat suatu amalan yang tidak ada padanya perintah kami
(Allah dan Rasul-Nya), maka amalan itu tertolak. (HR Muslim, dari ‘Aisyah )

Tapi mengapa sampai saat ini jika ada saudaranya yang dinasehati jangan
melakukan demikian karena Rasul-Nya tidak mencontohkan dan memerintahkan
amalan yang dia perbuat, maka dituduhkan orang yang menasehati itu “Tukang
Membid’ahkan”. Hal ini adalah sudah biasa kita dengar padahal jika mereka
mau saja sedikit mengkaji dengan pikiran yang jernih, apa yang dinasehatinya
itu tentu itu adalah terlebih baik di bandingkan menghukumi orang yang
menasehatinya itu dengan sebutan “Tukang membid’ahkan dan Wahabi-isme”.

Begitulah dahsyatnya bujukan syaitan dalam menjerumuskan manusia

Ada pendapat ? <http://alhikmah.web.id/2009/06/mengapa-perbuatan-bidah/>

Sumber : http://alhikmah.web.id/2009/06/mengapa-perbuatan-bidah/

-- 
http://alhikmah.web.id
http://busana.alhikmah.web.id/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke