Setuju usul dari maz Eddy yang ditujukan buat Mas Yudha..
Jangan jadikan milis ini tempat perdebatan yg kasar dan tidak bermanfaat...


  ----- Original Message ----- 
  From: maz eddy 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, June 28, 2009 8:06 PM
  Subject: Re: Bls: [mediamusliminfo] Re: TIDAK ADA IBADAH KHUSUS DI BULAN RAJAB


        Mas Yoeda.

        Ana sarankan anta tidak perlu repon sama article yang anta ngak setuju 
agar konfik pendapat anta  yang anta rassa lebih handal sama yang lain dapat 
dielakkan atau lebih baik anta buat buat milis anta sendiri dan rakan-rakan 
yang sependapat dengan anta supaya tidak ribut-ribut.  

        --- On Sun, 28/6/09, yoedha pamungkas <[email protected]> wrote:


          From: yoedha pamungkas <[email protected]>
          Subject: Re: Bls: [mediamusliminfo] Re: TIDAK ADA IBADAH KHUSUS DI 
BULAN RAJAB
          To: [email protected]
          Date: Sunday, 28 June, 2009, 2:17 PM


          SALAM....EMANG LAGI EMOSI..(JUJUR) .
          EMANG DI DALAM AGAMA INI DILARANG ...GAK SETUJU FATWA....FATWA YANG 
DI PAKE DAN DI PAKSAKAN ....TERSINGGUNG ..AKH...GAK TUH... TIDAK SETUJU BENAR 
(JUJUR)....
          DIEN (AGAMA)  INI GAK MAKSAIN KOK...QS.2:256.
          DAKWAH....BUKAN PEMAKSAAN MELAINKAN SEBUAH PROSES PENDEWASAAN DARI 
YANG TIDAK BERIMAN MENJADI MENGERTI ATAS IMAN MEREKA..
          MASALAH INI CUKUP SAMPE DISINI SEBELUM KITA SALING PERANG AYAT 
TANDING HADITS..BAHKAN SAMPE SALING MENCELA DIDALAM HATI...
          SAYA MOHON MAAF ATAS SEGALA KEKASARAN SAYA ...ADJI YOEDHA PAMUNGKAS..


          2009/6/27 budi utomo <[email protected]>

                  Assalamualaikum,

                  untuk akhi yoedha kenapa tidak setuju ? apakah ente punya 
dalil adanya kekhususan ibadah pada bulan rajab...mungkin ente bisa kirim nih 
di forum ini...jangan pake emosi akhi saat membantah tapi pake dalil/ ilmu yang 
sumbernya dari al quran dan hadits yang sahih. Afwan kalo ane menyinggung 
perasaan ente, Terima kasih.


                  BUDI UTOMO


                  --- Pada Jum, 26/6/09, yoedha pamungkas <[email protected]> 
menulis:


                    Dari: yoedha pamungkas <[email protected]>
                    Topik: [mediamusliminfo] Re: TIDAK ADA IBADAH KHUSUS DI 
BULAN RAJAB
                    Kepada: [email protected]
                    Tanggal: Jumat, 26 Juni, 2009, 7:40 PM


                    saya tidak setuju dengan fatwa ini!!!!!


                    2009/6/26 Mina Lestari <[email protected]>

                      TIDAK ADA IBADAH KHUSUS DI BULAN RAJAB 


                    Oleh Al Ustadz Jafar Salih



                       

                    Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (suci) di 
dalam Islam. Disebut dengan bulan haram karena pada bulan-bulan ini kita 
dilarang berperang, selain juga melakukan kedzaliman padanya lebih terlarang 
isbanding dengan bulan-bulan yang lainnya. Tentang hal ini Allah Subhanahu Wa 
Ta’aala berfirman; 



                    إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ 
شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا 
أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ 
أَنْفُسَكُمْ 



                    “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas 
bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, 
diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka 
janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu” (QS. At-Taubah:36) 



                    Dan dalam hadits Abu Bakrah Radhiallahu’anhu, Rasulullah 
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda; “Sesungguhnya zaman telah berputar 
seperti hari ketika Allah menciptakan langit dan bumi, satu tahun dua belas 
bulan, diantaranya empat bulan haram (suci), tiga berturut-turut; Dzulqa’dah, 
Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, (yaitu) bulan antara Jumadil (‘Ula dan 
Tsaniyah) dengan Sya’ban” Muttafaqun ‘alaihi. 



                    Inilah keutamaan bulan-bulan haram dari selainnya. Dan 
untuk bulan Rajab, tidak diketahui satu pun dalil yang menunjukkan keutamaan 
lain selain dari yang disebutkan. Karena itu tidak satu pun hadits shahih yang 
menerangkan tentang keistimewaan bulan ini, tidak mengistimewakannya dengan 
melakukan puasa pada keseluruhannya atau pada sebagian hari-harinya, dan tidak 
pula dengan melakukan shalat malam serta ibadah-ibadah khusus lainnya. Bahkan 
seluruh hadits-hadits yang menerangkan keistimewaan bulan ini adalah lemah dan 
kebanyakannya adalah dusta dan palsu. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Al 
Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqalani Rahimahullah dalam Tabyin Al Ajab bima Warada fi 
Syahri Rajab, “Tidak satu pun hadits yang menerangkan tentang keutamaan bulan 
Rajab adalah benar (shahih), tidak tentang keutamaan berpuasa seluruhnya dan 
tidak pula sebagiannya, atau shalat pada malam-malam tertentu padanya. Dan Al 
Imam Abu Ismail Al Harawi Al Hafidz sudah pernah mengatakan hal ini sebelum 
saya, kami meriwayatkan hal ini darinya dengan sanad yang shahih, begitu pula 
dari selain beliau…” 



                    Dan banyak lagi nukilan dari para imam yang menegaskan hal 
ini. Seperti Al Imam Abdullah bin Muhammad Al Anshari Rahimahullah, ia berkata, 
“Tidak satu pun hadits dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentang 
keutamaan bulan Rajab dan berpuasa padanya yang shahih” Ada’u ma Wajab (hal 56) 
karya Al Hafidz Ibnu Dahyah Rahimahullah. Juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 
Rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa (25/290-291) dan Asy-Syaikh Aba Buthain 
Rahimahullah dalam Durarus Sanniyyah (5/361). 



                    Di sisi banyaknya nukilan dari para imam tersebut, 
tragisnya masih saja ada dari ummat islam yang mengistimewakan bulan ini dengan 
melakukan ibadah-ibadah yang tidak ada asal-usulnya di dalam syari’at yang 
suci, seperti mengistimewakannya dengan berpuasa, apakah di awalnya atau 
keseluruhannya. Dan umumnya ummat islam di tanah air mengistimewakan bulan ini 
dengan membaca dzikir-dzikir khusus seperti “Istighfar bulan Rajab” yang dibaca 
setiap pagi dan petang sebanyak 70 kali, sambil mengangkat tangan membaca; 



                    اللَّهمَّ اغْفِر لِي وارْحمَنِي وَتُبْ عَلَيَّ 
“Allahummaghfirlii warhamnii watub ‘alayya” 



                    Artinya; “Ya Allah, ampunilah aku, dan kasihilah aku serta 
terimalah taubatku”. 



                    Biasanya dzikir ini dibaca setelah imam salam dari shalat 
wajib dan diikuti oleh pada jamaah dengan serempak. Dan masih banyak lagi 
amalan-amalan serupa di bulan Rajab yang tidak ada asal usulnya di dalam 
syari’at ini. Dan semua ini merupakan ajaran baru yang tidak dikenal oleh 
generasi shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, padahal mereka lah generasi 
terbaik ummat ini, seperti yang terdapat dalam hadits, 



                    خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ 
الذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ 



                    “Sebaik-baik manusia adalah kurunku kemudian yang 
setelahnya, kemudian yang setelahnya” Muttafaqun ‘Alaihi dari Abdullah bin 
Mas’ud Radhiyallahu ’anhu. 



                    Maka masih adakah kedzaliman yang lebih besar dari 
mencampakkan hukum Allah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan mengambil hukum 
manusia?! 



                    أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا 
لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَلَوْلا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ 
وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 



                    “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah 
yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah Sekiranya tak 
ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. 
Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat 
pedih”. (QS. Asy-Syuura: 21) 



                    Apalagi ada riwayat dari salaf bahwa dahulu mereka 
mengingkari perbuatan orang-orang yang mengistimewakan bulan ini dengan 
berpuasa, seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah Rahimahullah dengan 
sanad yang shahih dari Kharsyah bin Al Hurr, ia berkata; “Saya menyaksikan Umar 
bin Khattab Radhiallahu’anhu memukuli tangan orang-orang di bulan Rajab, sampai 
mereka meletakkan tangan-tangan mereka di piring-piring makannya (melarang 
mereka berpuasa –penerj), dan Umar Radhiallahu’anhu berkata; “Makanlah kalian, 
bulan ini adalah bulan yang dahulu dimuliakan orang-orang jahiliyah”. Ada’u ma 
Wajab (hal 57 dan 63) 



                    Juga ketika Abu Bakr Radhiyallahu ’anhu menemui keluarganya 
dan melihat mereka membeli cangkir-cangkir minum, dan bersiap-siap untuk puasa, 
ia berkata, “Apa ini!” Mereka menjawab, “Rajab”. Abu Bakr Radhiyallahu ’anhu 
berkata, “Apa kalian ingin menyerupakannya dengan Ramadhan? Lalu ia memecahkan 
cangkir-cangkir tersebut” Majmu’ Fatawa (25/290-291) 



                    Maka wajib bagi kita untuk kembali kepada syari’at Allah 
Subhanahu Wa Ta’aala dalam segala hal, dan meninggalkan syari’at-syari’ at 
buatan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala sebelum yang lainnya. 
Wallahu A’lam bis Shawaab. 



                    Sumber : Majalah As-Salaam edisi 2



                    http://ahlussunnah- jakarta.com/ artikel_detil. php?id=55







                  -- 
                  lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka


                 


--------------------------------------------------------------------
            Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web 
            Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Onlin





          -- 
          lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka


          

       

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke