Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh... Wanita yang sedang menyusui, apabila ia khawatir akan membahayakan dirinya dan bayinya jika berpuasa, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa, dan menurut pendapat yang lebih kuat, adalah wajib baginya untuk membayar * fidyah* yaitu memberi makan orang miskin sebanyak hari yang dia tinggalkan, tanpa perlu meng-qadha’ puasanya, sebagaimana fidyah bagi orang yang telah renta (*Al Wajiz*, hal. 199)...
Dari Ibnu Abbas *radhiallahu’anhu*, *“Wanita hamil dan menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin*.” ( HR. Abu Dawud) Dan ayat Al-Qur’an yang dijadikan dalil bahwa wanita hamil dan menyusui hanya membayar fidyah adalah, *“Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar diyah (yaitu) membayar makan satu orang miskin.”* (Qs. Al-Baqarah [2]: 184) Tetapi jika ibu merasa mampu untuk berpuasa, dan memutuskan untuk berpuasa di bulan Ramadhan maka ada beberapa tips yang saya dapat dari Klinik sehat : **1. *Asupan menu dengan gizi seimbang* Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak. 2. *Perbanyak konsumsi cairan, mulai dari berbuka hingga sahur* Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, air madu dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui. 3. *Istirahat yang cukup* Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar. 4. *Tetap tenang dan percaya diri* Ibu hendaknya tetap tenang beribadah dan percaya diri terus menyusui, jangan merasa khawatir ASInya akan berkurang, sebab rasa cemas tersebut justru akan menghalangi kerja hormon Oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara, sehingga akan nampak seolah-olah ASI ibu berkurang. Ingatlah bahwa menyusui pun juga ibadah. 5. *Meminum madu, kurma dan habbtussauda* Dengan meminum madu, kurma dan habbatussauda, diharapkan kuantitas dan kualitas ASI tetap terjaga, karena madu, kurma dan habbatussauda merupakan vitamin alami dan komposisinya lengkap. Pada 22 Agustus 2009 09:33, Rika Yunita Sari <[email protected]> menulis: > Assalamu'alaikum wr wb > > Saya mau tanya, > 1. Wajib kah seorang ibu yang lagi menyusui untuk puasa? > 2. Batalkah seorang ibu menyusui anaknya disaat puasa? > 3. Bagaimana supaya ASI lancar/tercukupi untuk anak disaat puasa? > Mohon jawaban yang pasti dan penjelasan yang cukup jelas. > > Terima kasi atas bantuannya. > Wassalam, > > Rika > > Ce message electronique et tous les fichiers attaches qu'il contient sont > confidentiels et destines exclusivement a l'usage de la personne a laquelle > ils sont adresses. Si vous avez recu ce message par erreur, merci de le > retourner a son emetteur. Les idees et opinions presentees dans ce message > sont celles de son auteur, et ne representent pas necessairement celles de > DANONE > ou d'une quelconque de ses filiales. La publication, l'usage, la distribution, > l'impression ou la copie non autorisee de ce message et des attachements > qu'il contient sont strictement interdits. > > This e-mail and any files transmitted with it are confidential and intended > solely for the use of the individual to whom it is addressed. If you have > received this email in error please send it back to the person that sent > it to you. Any views or opinions presented are solely those of its author > and do not necessarily represent those of DANONE or any of its subsidiary > companies. Unauthorized publication, use, dissemination, forwarding, printing > or copying of this email and its associated attachments is strictly > prohibited. > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
