>
>
>
> Kita di Mata 
> Mereka<http://akmal.multiply.com/journal/item/795/Kita_di_Mata_Mereka> Jun
> 17, '10 6:50 AM
> for everyoneassalaamu’alaikum
>
> Adil itu tidak main-main.  Begitu beratnya adil, sampai-sampai Allah SWT
> memperingatkan setiap Muslim agar tetap berlaku adil meskipun kepada kaum
> yang sangat kita benci (Q.S. Al-Maaidah [5]: 8).  Biar sudah muak pun harus
> tetap adil.  Ini logika yang tidak mudah untuk dimengerti.
>
> Di era informasi begini, sulit membedakan mana yang menipu dan mana yang
> tertipu.  Tidak semua yang berkulit pucat dan berambut pirang itu membenci
> Islam karena mengenalnya.  Kebanyakan malah mengaku hanya sedikit saja
> mengenal Islam, itu pun hanya dari media massa.
>
> Kita tidak perlu sampai memaafkan kejahatan bangsa-bangsa Barat kepada
> peradaban Islam, tetapi kita pun perlu belajar menerima kenyataan bahwa umat
> Islam kini sedang dalam keadaan terpuruk.  Memang ini semua karena
> penjajahan, tapi penjajahan takkan terjadi jika tidak kita biarkan.  Umat
> Islam-lah yang membiarkan dirinya berada dalam posisi 'dapat dijajah'.
> Padahal, dua puluh orang dapat mengalahkan dua ratus musuh, dan seratus
> orang dapat mengalahkan seribu musuh.  Akan tetapi, hitungan ini tidak
> berlaku pada sembarang muslim atau mukmin, melainkan hanya bagi orang-orang
> yang sabar di antara mereka (Q.S. Al-Anfaal [8]: 65).
>
> Catatan perjalanan para petualang Muslim sangat menarik untuk kita
> cermati.  Ibn Fadhlan, misalnya, mencatat bahwa orang-orang Rusia yang
> dijumpainya pada masanya adalah kaum yang tidak memperhatikan kebersihan.
> Mereka tidak membersihkan diri setelah buang air, dan mereka tidak terbiasa
> mencuci tangan.
>
> Ibn Fadhlan, sebagai seorang muslim, memandang orang-orang Rusia di
> jamannya dengan pandangan ’superior’, sebagai seorang Muslim yang diajari
> cara istinja’ dan memelihara kebersihan dengan baik.  Menjaga kebersihan
> bukan sekedar pesan orang tua, melainkan sebagai salah satu indikator
> keimanan.  Kita dapat bayangkan betapa mencoloknya seorang Muslim di masa
> itu ketika berkumpul bersama umat lainnya.  Seorang Muslim menyucikan
> dirinya dengan wudhu' meskipun dirinya tidak kena kotoran, sedangkan yang
> lain membersihkan diri setelah buang air pun tidak.  Orang-orang Muslim
> meniru Rasul-Nya yang gemar wewangian, sementara orang-orang Eropa pada
> jaman itu masih jarang mandi.
>
> Masihkah kita berada dalam posisi Ibn Fadhlan dahulu?
>
> Sebagaimana umat Muslim dahulu memandang suatu kaum dengan penampilan diri
> dan lingkungannya, bangsa-bangsa lain – terutama Barat – juga kini memandang
> Islam melalui umatnya.  Maka wajah Islam yang mereka lihat adalah
> sebagaimana yang kita tampilkan.  Ketika melihat kotornya sungai Ciliwung di
> ibu kota, wajah Islam-lah yang mereka lihat.  Ketika melihat para
> gelandangan dan pengemis di negeri ini, wajah Islam-lah yang mereka lihat.
>
> Umat Islam tak bisa lari dari tanggung jawab di negeri ini, karena
> merekalah yang mayoritas.  Jika negeri ini maju, maka (logikanya) umat
> Muslim-lah yang paling berkontribusi.  Sebaliknya, jika negeri ini punya
> prestasi memalukan (misalnya ada balita menghabiskan empat puluh batang
> rokok dalam sehari dan para artis gemar bikin video zina), maka umat
> Muslim-lah yang akan dituding bertanggung jawab.
>
> Korupsi, kolusi, nepotisme, hobi mencari ’jalan pintas’, gemar pornografi,
> sering ingkar janji, jarang tepat waktu, bekerja asal-asalan, gagap
> teknologi, jarang serius, pesimis, problem talker, suka mengeluh, kolot,
> pemalas, penakut, tidak punya mimpi besar, lamban, dan seterusnya, itu
> adalah wajah Islam yang mereka lihat, jika memang sifat-sifat itu yang kita
> tampilkan.  Dalam banyak kasus, wajah-wajah seperti itulah yang memang
> secara konsisten kita tampilkan.
>
> Jangan heran jika orang-orang Barat tetap pada pendiriannya memusuhi Islam,
> meskipun pada saat yang bersamaan mereka juga menertawakan agamanya sendiri
> dan mencela pemerintahnya sendiri atas politik luar negerinya yang kejam.
> Anti George W. Bush tidak mesti pro dengan Islam.  Sikap mereka hanya
> didasarkan pada pengetahuan yang salah kepada Islam, karena mereka lahir
> pada jaman yang 'tidak tepat', yaitu masa di mana umat Islam telah
> kehilangan kehormatannya.
>
> Jangan heran pula jika ada orang-orang brilian yang menangani masalah ini
> dengan pemecahan yang sangat sederhana.  Di beberapa negara Barat, umat
> Muslim melakukan syiar dengan cara yang sangat sederhana.  Di AS, langkah
> pertamanya adalah membagi-bagikan mushaf gratis.  Publik yang hanya tahu
> Islam dan Al-Qur’an dari media massa yang dihegemoni kaum Zionis kini
> berhadapan langsung dengan mushaf yang sebenarnya.  Maka terbongkarlah
> kebohongan-kebohongan para pendusta, dan sebagian di antara mereka mau
> mengubah pandangannya terhadap Islam, bahkan tidak sedikit yang masuk
> Islam.  Memang ada juga yang akhirnya melempar mushaf yang diberikan
> padanya ke tempat sampah, mungkin karena doktrinasi membenci Islam sudah
> begitu mengakar dalam akalnya, namun jumlahnya justru sangat sedikit.
>
> Banyak orang membayangkan bahwa antara Islam dan Barat kini kondisinya
> adalah seperti dua pasukan yang berhadap-hadapan di Perang Badar, padahal
> analogi demikian tidaklah tepat.  Kondisinya tidak lagi hitam dan putih.
> Mereka yang mencurigai Islam tidak semuanya bersikap hostile, dan
> kebanyakan justru korban dari penyimpangan informasi yang dilakukan sejak
> mereka kanak-kanak.
>
> Tidak semua penduduk AS mencerminkan perilaku Bush, sebagaimana tidak semua
> penduduk Inggris itu seperti Tony Blair atau Salman Rushdie.  Jika susah
> bagi kita untuk memahaminya, maka ingatlah bahwa tidak semua penduduk
> Republik Indonesia sepikiran dengan Soeharto, meskipun ia telah menjadi
> orang nomor satu di negeri ini hingga tiga dekade lebih.
>
> Kita harus adil.  Meskipun muak.  Memang Allah telah menceritakan tentang
> umat terbaik di dalam Al-Qur'an, namun kita belum mencapai predikat yang
> demikian.  Masih banyak sudut di wajah kita yang perlu dibersihkan, sebelum
> kita menuntut kehormatan itu.
>
> wassalaamu’alaikum
> akmal
>
>
>

-- 
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com

Kirim email ke