Terungkap, Biang Insiden Penusukan Jemaat HKBP Adalah HKBP
 Sendiri
                                         
JAKARTA (voa-islam.com) – Biang
  keladi insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP Pondok Timur Indah 
 Bekasi adalah provokasi jemaat HKBP sendiri. Demikian pernyataan  
pengurus Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI), Munarman SH  
dalam pertemuan bertema “Dialog Terbuka Mencari Solusi HKBP” di Hotel  
Marcopolo Menteng Jakarta Pusat (Kamis, 16/9/2010).
Selain  itu, Munarman juga 
mengklarifikasi berbagai berita media massa dengan  mengungkapkan 7 
fakta di balik insiden 12 September itu. Inilah  klarifikasi atas 
insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP Pondok  Indah Bekasi:
1. Dua  puluh tahun, umat Islam Bekasi 
telah menunjukkan ketinggian sikap  toleransi dan kebesaran jiwa 
terhadap Huria Kristen Batak Protestan  (HKBP) dengan membiarkan jemaat 
HKBP melakukan kebaktian setiap Minggu  di rumah tinggal seorang warga 
perumahan Mustika Jaya, Ciketing, Bekasi  Jawa Barat.
Dalam  kurun waktu dua puluh tahun 
tersebut, umat Islam Bekasi tidak pernah  keberatan, apalagi usil dan 
mengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat  tersebut. Selama dua puluh 
tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes  dengan adanya Jemaat HKBP 
yang datang dari luar perumahan, bahkan luar  Bekasi, ke tempat 
tersebut.

…Jemaat HKBP  mulai arogan, tidak ramah 
lingkungan, tidak menghargai warga sekitar  yang mayoritas muslim, 
seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap  kegiatan mereka, 
bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan  bertetangga, 
menciptakan berbagai problem sosial dan hukum…

Namun,  setelah dua puluh tahun, seiring
 dengan makin banyaknya Jemaat HKBP yang  datang ke tempat tersebut dari
 berbagai daerah, maka Jemaat HKBP mulai  tidak terkendali. Bahkan 
Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah  lingkungan, tidak menghargai 
warga sekitar yang mayoritas muslim,  seenaknya menutup jalan perumahan 
untuk setiap kegiatan mereka,  bertingkah bak penguasa, merusak tatanan 
kehidupan bertetangga,  menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. 
Puncaknya, HKBP ingin  menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai gereja 
liar.
Setelah  dua puluh tahun, umat Islam 
Bekasi, khususnya warga perumahan Pondok  Timur Indah Bekasi, mulai 
gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah  Jemaat HKBP yang semakin
 hari semakin arogan, bahkan nekad memanipulasi  perizinan warga sekitar
 untuk gereja liar mereka.
Sekali  pun kesal, kecewa dan marah, 
umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan  taat undang-undang. Gereja liar
 HKBP di Ciketing diprotes dan digugat  melalui koridor hukum yang sah, 
sehingga akhirnya gereja liar tersebut  disegel oleh Pemkot Bekasi. Tapi
 HKBP tetap ngotot dengan gereja  liarnya, bahkan solusi yang diberikan 
Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke  tempat lain secara sah dan legal pun
 ditolak.

…Warga mulai  gerah dan merasa terganggu 
dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang semakin  hari semakin arogan, 
bahkan nekad memanipulasi perizinan warga sekitar  untuk gereja liar 
mereka…

2. HKBP  menebar fitnah bahwa umat Islam
 Bekasi melarang mereka beribadah dan  mengganggu rumah ibadah mereka. 
Lalu secara demonstratif jemaat HKBP  setiap Minggu keliling melakukan 
konvoi ritual liar dengan berjalan  kaki, dari gereja liar yang telah 
disegel ke lapangan terbuka dalam  perumahan di depan batang hidung 
warga muslim Ciketing, dengan  menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa 
mempedulikan perasaan dan kehormatan  warga muslim di sana.
Akhirnya,  terjadi insiden bentrokan 
antara HKBP dengan warga muslim Ciketing pada  Minggu 8 Agustus 2010, 
tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden  tersebut, dua pendeta 
HKBP sempat mengeluarkan pistol dan  menembakkannya.

…HKBP menebar  fitnah bahwa umat Islam 
Bekasi melarang mereka beribadah dan mengganggu  rumah ibadah mereka. 
Dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan pistol dan  menembakkannya …

3. Di  saat umat Islam Bekasi masih 
dalam suasana Idul Fitri, pada Minggu 12  September 2010 M, Pendeta dan 
ratusan Jemaat HKBP kembali melakukan  provokasi dengan menggelar konvoi
 ritual liar sebagaimana yang dulu  sering mereka lakukan. Sehingga, 
terjadilah insiden bentrokan antara 200  orang HKBP dengan 9 aktivis 
Islam warga Bekasi yang berpapasan saat  konvoi. Peristiwa tersebut 
didramatisir oleh HKBP sebagai penghadangan  dan penusukan pendeta.
Media  pun memelintir berita peristiwa 
tersebut, sehingga terjadi penyesatan  opini. akhirnya, banyak anggota 
masyarakat menjadi korban media,  termasuk Presiden sekali pun.
4.  Peristiwa Minggu 12 Septembar 2010 
M, bukan perencanaan tapi insiden,  bukan penghadangan tapi perkelahian,
 bukan penusukan tapi tertusuk,  karena 9 warga Bekasi yang dituduh 
sebagai pelaku adalah pemuda Muslim  yang sedang lewat berpapasan dengan
 konvoi ritual liar yang dilakukan  200 HKBP bersama beberapa pendetanya
 di lingkungan perkampungan warga  muslim Ciketing. Lalu terjadi 
perkelahian, saling pukul, saling serang,  saling tusuk dan saling 
terluka.
Pendeta  dan jemaat HKBP yang dirawat di
 rumah sakit dibesuk pejabat tinggi,  mendapat perhatian khusus 
Presiden, Menteri dan DPR RI, namun siapa  peduli dengan warga Bekasi 
yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit?  Bahkan salah seorang dari
 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap  saat sedang dirawat di 
sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata  tajam HKBP.

…Pendeta dan  jemaat HKBP yang dirawat di 
rumah sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat  perhatian khusus Presiden,
 Menteri dan DPR, namun siapa peduli dengan  warga Bekasi yang juga 
terluka dan dirawat di Rumah Sakit? Bahkan salah  seorang dari 9 warga 
Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang  dirawat di sebuah Rumah 
Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP…

Karena  itu, mari gunakan logika sehat: 
Jika peristiwa tersebut perencanaan,  mana mungkin 9 pemuda Muslim 
melakukannya secara terang-terangan dengan  busana muslim dan identitas 
terbuka! Jika peristiwa tersebut  penghadangan, mana mungkin 9 orang 
menghadang 200 orang, apa tidak  sebaliknya?! Jika peristiwa tersebut 
penusukan, mana mungkin 9 pemuda  Muslim lebam-lebam, luka, patah 
tangan, bahkan ada yang tertusuk juga !
5. Soal  penonaktifan Ketua FPI Bekasi 
Raya oleh DPP-FPI bukan karena melakukan  kesalahan, tapi untuk 
melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang  teramat berat 
tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang ketua  yang sedang 
menghadapi ujian berat dalam menghadapi tuduhan dan proses  hukum. Jadi,
 putusan tersebut sudah tepat.
6.  Ketua FPI Bekasi Raya, baru 
disebut-sebut namanya saja oleh pihak  kepolisian, sudah dengan gagah 
langsung menyerahkan diri ke Polda Metro  Jaya secara sukarela 
didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap  menjalani proses hukum 
bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden  Bekasi, walau pun beliau 
tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan  sikap pengecut Pemred 
Playboy Erwin Arnada yang melarikan diri dari  vonis dua tahun penjara 
yang sudah ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29  Juli 2009.

…Ketua FPI  Bekasi Raya, baru disebut-sebut
 namanya saja oleh pihak kepolisian,  sudah dengan gagah langsung 
menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya secara  sukarela didampingi DPP-FPI
 untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses  hukum bila dinilai 
bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun  beliau tidak ada di 
lokasi kejadian…

7. Bagi  segenap pengurus, anggota, 
aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari  Pusat hingga ke Daerah, bahwa 
Ketua FPI Bekasi Raya adalah pejuang bukan  pecundang. Beliau tidak ada 
di lokasi kejadian saat peristiwa. Beliau  hanya kirim SMS ajakan kepada
 umat Islam untuk membela warga Ciketing  beberapa hari sebelum 
peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang  Para Pendeta HKBP 
yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen  serta memprovokasi 
warga muslim dengan konvoi ritual liar, tak satu pun  yang  diperiksa.
Senada  itu, Sekretaris Presidium 
Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB), H Shalih  Mangara Sitompul menjelaskan
 bahwa insiden penusukan jemaat gereja  ilegal HKBP Bekasi itu murni 
dipicu oleh sikap angkuh gereja HKBP yang  membangkang terhadap 
peraturan pemerintah yang telah disepakati oleh  semua instisusi agama 
di Indonesia.
“Akar  masalah yang terjadi di Ciketing 
adalah ketidakpatuhan pihak HKBP  terhadap aturan pemerintah yang telah 
ditetapkan,” tegas Shalih yang juga Kuasa Hukum 10 tersangka penusukan 
jemaat HKBP.

Ingkar Janji, HKBP Tidak Fair!
Sayangnya,  acara yang dimaksudkan dapat
 mencari solusi atas insiden penusukan  jemaat gereja ilegal HKBP itu 
tak dihadiri oleh pihak HKBP Bekasi. Hanya  ada dua kubu yang hadir 
dalam pertemuan tersebut, yaitu pihak umat  Islam Ciketing diwakili oleh
 Sekretaris Presidium Kongres Umat Islam  Bekasi (KUIB), H Shalih 
Mangara Sitompul, sementara pihak FPI – yang  dituduh ikut bertanggung 
jawab atas peristiwa 12 September– diwakili  oleh Munarman SH.
Padahal,  menurut Koordinator Nasional 
Gerakan Peduli Pluralisme, Demian Dematra,  acara tersebut sebenarnya 
diprakarsai oleh HKBP sendiri untuk berdialog  dengan umat Islam. Namun 
sampai acara berakhir, perwakilan dari HKBP  tak ada yang hadir tanpa 
alasan yang jelas.
“Sangat  disayangkan mereka tidak ada 
yang hadir, padahal kita sudah  merencanakan membuat rekomendasi untuk 
masalah ini,” kata Demian yang  juga menjadi host pada acara tersebut.

…Sayangnya,  acara yang dimaksudkan dapat 
mencari solusi atas insiden penusukan  jemaat gereja ilegal HKBP itu tak
 dihadiri oleh pihak HKBP. Padahal  acara tersebut sebenarnya 
diprakarsai oleh HKBP sendiri …

Ketidakhadiran  HKBP tidak diketahui 
dengan jelas alasannya, padahal menurut Demian,  dia sudah berkali-kali 
mengkonfirmasi pihak HKBP untuk menyempatkan  waktu pada acara yang 
mereka usulkan sendiri tersebut.
“Saya  sudah berulang kali 
mengkonfirmasi mereka, tapi saya tidak tahu alasan  mereka apa, mengapa 
tidak bisa hadir? Padahal acara ini usulan dari  mereka untuk 
menyelesaikan masalah ini,” ungkap pria berambut gondrong  tersebut. 
[adrian, aa, taz]

-- 
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com

Kirim email ke