|
Usaha NU dalam Penyelesaian
Istiqlal
Pembangunan Monumen kemerdekaan berupa Masjid Istiqlal mendapat perhatian
serius dari NU. Karena itu penyelesaian pembangunan Masjid Agung itu mendapat
perhatian dari para ulama itu. Mengingat terlambatnya penyelesaiannya maka para
tokoh NU terus mendesak untuk menyelesaikan Istiqlal. Kini giliran Sjaichu yang banyak mengkritik di Koran, ketika mendengar Bung
Karno tidak segera menyelesaikan Istiqlal malah mau membangun Menara Bung Karno
(Menabungka) di Ancol. Tentu saja kritik anggota partai NU itu membuat gatal
kuping Bung Karno, maka dipanggilah dia ke Istana. Sesampai di istana langsung didamprat Soekarno dengan logat ngoko Suroboyoan
koen iku lho, arek enom kok kurang ajar ha !. (Kamu itu anak
muda kok kurang ajar !). Ada apa Bung Karno jawab Saichu tenang,Lha
terus karepmu iku yak opo, kok athik ngiritik.. barang, Tanya Bung
Karno. Begini Bung, kalau memang pembangunan Istiqlal kurang dana,
sebenarnya banyak dermawan Muslim yang siap membantu, mereka semua bisa diajak
berembuk untuk membantu mengumpulkan dana menyelesaikan masjid itu jawab
Sjaichu. Oo ngono ta, terus karepmu yak opo? Tanya Bung Karno. Jawab
Sjaichu Sebaiknya diselenggarakan pertemuan ulama dan orang kaya untuk
membicarakan persoalan itu. Sebagai seorang yang terbuka sebulan kemudian Bung
Karno menyelenggarakan pertemuan sebagaimana disarankan oleh Sjaichu, hasilnya
disepakati untuk membangun Istiqlal secara bersama untuk mencari dana. Tentu
saja negara mengeluarkan dana paling banyak. Akhirnya Istiqlal sebagai simbol kemerdekaan bangsa dan kebanggaan umat Islam
bisa diselesaikan. Sementara karena pergolakan politik tahun 1965 yang
sempat mengacaukan suasana, membuat rencana pembanguanan Menara Bung Karno
tidak bisa terlaksana. Itulah peran warga NU dalam membangun Istiqlal dan Monas
yang keduanya merupakan simbul keluhuran martabat Bangsa (Munim
DZ). *** Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. YAHOO! GROUPS LINKS
|
