Tips #117: Kekuatan Kemauan dan Keinginan 

Materi oleh: Ikhwan Sopa 

WORKSHOP (Batch-4) 

"CARA EDAN: LEBIH PERCAYA DIRI BERBICARA KUNCI SUKSES MEMIMPIN, 
MENJUAL, DAN BERPRESENTASI" 

Sabtu, 18 Nopember 2006 
08.30 - 17.00 WIB 
Hotel Sofyan Cikini 
Jl. Cikini Raya 79 Jakarta 

Pendaftaran: 
http://speaking.indodigest.com 
Telepon: 021-70330805 (Mr Rizal, Mr Fajar, Mr Wandi) 

Milis Bicara (1593 members) 
http://groups.yahoo.com/group/bicara 
http://milis-bicara.blogspot.com 
http://speaking.indodigest.com 

KEPERCAYAAN DIRI DAN KESUKSESAN ANDA 

Jika Anda sempat membaca brosur penawaran dari workshop di atas, Anda 
bisa membaca kalimat pertamanya berbunyi demikian: 

"Apa jadinya jika Anda memiliki target dan Anda tahu bahwa Anda tidak 
mungkin gagal mencapainya?" 

Jawaban dari pertanyaan itu jelas: "Senang sekalee...!" 

Satu hal yang bisa diterjemahkan dari rasa senang itu, adalah bahwa 
dengan sebuah jaminan "tidak mungkin gagal", Anda tidak perlu lagi 
mengkhawatirkan apapun tentang diri Anda dan tentang apa yang Anda 
lakukan. Anda menikmatinya, Anda enjoy menempuh perjalanan. Itulah 
rasa senang Anda. 

Anda bisa senang -- alias bahagia, HANYA JIKA Anda bisa memastikan 
bahwa arah perjalanan Anda memang sudah sesuai dengan apa yang Anda 
inginkan. Anda bisa bahagia, HANYA JIKA Anda sangat mempercayai hal 
itu. Anda bisa bahagia, HANYA JIKA Anda sangat mempercayai diri Anda 
sendiri. 

Seorang nenek tua yang sebatang kara, dan hidup hanya dari membuat 
sapu lidi, bisa lebih berbahagia dari pada kita. Itu bisa terjadi 
HANYA JIKA ia sangat mempercayai apa-apa yang ada di dalam dirinya. 

Percaya? 
Diri sendiri? 

Ya! Itulah yang sesungguhnya. Kesenangan dan kebahagiaan karena 
jaminan tercapainya sukses dan keinginan Anda, adalah tentang rasa 
percaya diri. Kepercayaan dirilah yang membuat Anda tidak mungkin 
gagal mencapai apapun yang Anda inginkan. Untuk menghindari kegagalan 
mencapai keinginan, Anda perlu menelusuri ulang SEMUA keinginan Anda. 
Mulai dari keinginan awal sampai keinginan puncak Anda. 

Jika Anda menginginkan diri Anda menjadi seorang pemimpin yang 
berhasil, maka Anda perlu mengetahui bahwa Anda memerlukan rasa 
percaya diri, agar Anda bisa bertindak dan bergerak dengan efisien 
dan efektif menuju keinginan puncak Anda. Begitu pula, jika Anda 
menginginkan diri Anda menjadi seorang marketer yang berhasil. Anda 
juga perlu percaya diri bahwa Anda saat ini memang sedang bergerak ke 
arah keinginan puncak itu. Inilah yang berlaku untuk APAPUN keinginan 
puncak Anda. 

Untuk apa pun yang Anda inginkan, Anda memerlukan rasa percaya diri. 
Hanya dengan percaya diri, Anda bisa menikmati perjalanan Anda menuju 
keinginan puncak Anda, dengan rasa senang dan bahagia. 

Persoalannya begini. Rasa percaya diri pada dasarnya adalah sebuah 
keahlian yang bisa dipelajari. Ia bukan bawaan lahir, melainkan hasil 
dari proses belajar terus-menerus. Uniknya, Anda biasanya memperoleh 
rasa percaya diri dengan proses yang tidak disadari. Itu sebabnya, 
banyak orang yang mempertanyakan diri sendiri: 

"Saya sebenarnya ingin menjadi ..., tapi kok kayaknya mustahil ya?" 

Pertanyaan itu mencerminkan rasa percaya diri yang belum optimal, 
akibat kebiasaan menunggu datangnya rasa percaya diri. Orang ini 
lupa, bahwa percaya diri memang tidak bisa ditunggu. Percaya diri 
harus dibangun dengan berbagai kesadaran. Blunder seperti ini mirip 
dengan gambaran berikut. 

Pernahkah Anda memperhatikan, bahwa seseorang yang berhasil -- karena 
sukses bisnis, karena jabatan puncak, karena kekayaan melimpah, 
karena ketenaran sejagat, karena kehebatan selangit, karena keahlian 
yang luar biasa dan sebagainya, cenderung lebih percaya diri? 

Padahal, saat orang itu masih baru datang dari kampung sebagai orang 
udik yang baru memulai segalanya, jelas sekali ia bukan orang yang 
penuh percaya diri. Keberhasilannya mencapai berbagai keinginan telah 
membuatnya menjadi orang yang sangat percaya diri. Bagaimanakah ia 
bisa mentransformasi dirinya dari kurang percaya diri menjadi sangat 
percaya diri? 

RAHASIA PERCAYA DIRI 

Salah satu rahasia dari percaya diri adalah achievement atau 
pencapaian. Dalam gambaran di atas, jelas sekali bisa dilihat bahwa 
pencapaian akan meroketkan rasa percaya diri seseorang. 

Namun demikian, Anda mungkin akan berkata, "Bukankah untuk mencapai 
sukses itu juga perlu percaya diri?" Percaya bahwa diri Anda memang 
bisa sukses dan bahagia? Ya! Memang demikian seharusnya. 

Maka, muncullah paradoks yang membingungkan itu. 

Anda punya keinginan. Dengan mencapainya, Anda akan lebih percaya 
diri. Dengan menjadi sukses, Anda akan merasa aman karena jaminan 
berbagai hal (uang, jabatan, akses, ruang gerak, keamanan, kemapanan, 
dan sebagainya), yang akan membuat hidup Anda menjadi lebih mudah dan 
bahagia. 

Lucunya, untuk mencapai semua itu diperlukan juga rasa percaya diri, 
agar Anda bisa menikmati perjalanan menuju keinginan puncak, dengan 
dengan rasa senang dan bahagia. Sebab, Anda tentu tidak ingin menunda 
kebahagiaan Anda. Yang ada, adalah bahagia sekarang, makin bahagia 
kemudian, dan lebih bahagia lagi dan lebih bahagia lagi. 

Di sinilah perlunya, Anda menelusuri ulang SEMUA keinginan Anda. 
Keinginan puncak Anda harus diurutkan lagi menjadi rantai dari 
berbagai keinginan. Dengan satu per satu mencapai mata rantai 
keinginan itu, maka Anda telah membangun berbagai achievement, yang 
pada akhirnya akan bermuara pada achievement puncak Anda. Dengan 
demikian, Anda akan percaya diri dalam menjalani proses, dan 
sekaligus percaya diri dalam menikmati tercapainya keinginan. 
Artinya, Anda akan berbahagia menikmati proses, dan Anda akan 
berbahagia menikmati hasil. 

Sekarang, di manakah letaknya titik awal dari 'rantai keinginan Anda' 
itu? 

Percayalah, mata rantai keinginan yang pertama adalah KEINGINAN UNTUK 
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI! 

Kesuksesan akan mendekatkan kebahagiaan. Kesuksesan menciptakan 
kenyamanan. Kesuksesan akan membuat Anda lebih percaya diri 
menghadapi dunia dan seisinya. Untuk mencapainya, Anda juga 
memerlukan rasa percaya diri. Maka, KEINGINAN UNTUK LEBIH PERCAYA 
DIRILAH yang pertama kali harus Anda puaskan! Itulah achievement 
pertama Anda. 

Inginkah Anda lebih percaya diri, dengan melihat percaya diri sebagai 
sebuah konsep dan keahlian, karena ia memang tidak bisa ditunggu 
begitu saja? Jika Anda memang menginginkannya, marilah kita lihat 
bagaimana keinginan Anda. 

KEINGINAN HARUS DICIPTAKAN SECARA SADAR 

Anda dilahirkan untuk dua hal. Menjadi penakluk, atau pihak yang 
ditaklukkan. Yang manakah yang Anda inginkan? 

Jika Anda tidak ingin menjadi penakluk, maka Andalah yang akan 
ditaklukkan. Anda akan ditaklukkan oleh emosi Anda, oleh ketakutan 
Anda, oleh rasa ketidaknyamanan Anda, oleh rasa was-was Anda dan oleh 
berbagai perilaku buruk Anda. 

Keinginan, persis seperti otot Anda. Use it or lose it! Semakin 
sering Anda MELATIH KEINGINAN dengan mengikutinya menjadi tindakan 
nyata, maka keinginan Anda akan semakin kuat. Demikian seterusnya. 
Dan jika Anda berhasil memupuknya, maka Anda telah membuka jalan 
untuk menelusuri rantai keinginan Anda sampai ke puncaknya. Itulah 
kekuatan keinginan. 

Maka, salahlah orang yang mengira bahwa keinginan adalah benda statis 
yang pasif dan melintas begitu saja. Sebaliknya, keinginan adalah 
benda hidup yang bisa DICIPTAKAN, DITUMBUHKAN dan DIBESARKAN 
semaksimal mungkin. Batasnya hanyalah akal dan keterbatasan manusia. 
Keinginan yang besar ada pada diri setiap orang. Hanya saja, ada yang 
memilih untuk menghentikannya, atau menganggap itu bukan 
keinginannya, atau merasa tidak mungkin bisa mencapainya, dan ada 
pula yang percaya pada keinginannya dan sangat ingin mencapai apa 
yang diinginkannya. 

Keinginan seorang anak TK untuk menjadi dokter, belum merupakan 
keinginan puncak. Itu keinginan anak-anak. Saat anak itu bertambah 
usia, keinginan itu akan dibreakdown menjadi keinginan untuk terus 
sekolah sampai SMU, dan kemudian keinginan untuk kuliah di fakultas 
kedokteran. 

Saat kuliah, keinginan itu sangat mungkin bisa 'gembos' di tengah 
jalan. Misalnya, karena orangtuanya bangkrut, tidak bisa membiaya 
lagi, dan dirinya sendiri belum bekerja. Haruskah keinginannya itu 
dipupuskan? Tidak! Keinginan itu sebenarnya tetap bisa dipertahankan, 
sehingga keinginan itu tetap bisa dicapai. Jika ia bisa 
mempertahankan keinginan itu, maka keinginan itu telah menjadi 
keinginan puncaknya. Setidaknya, sampai ia selesai kuliah. Menjadi 
dokter, dan mulai MENCIPTAKAN keinginan puncak yang baru, yang lebih 
tinggi dan lebih besar lagi. 

Lantas, bagaimanakah Anda harus melatih keinginan Anda, dari sekedar 
'kepengen' alias 'mupeng', menjadi keinginan yang terus tumbuh dan 
berkembang menjadi keinginan puncak Anda? Bagaimanakah Anda bisa 
memelihara dan mengobarkan semangat, kemauan dan keinginan Anda? 

MELATIH KEINGINAN 

Setiap hari Anda dihadapkan pada berbagai pilihan. Waspadalah. Bukan 
tidak mungkin, Anda telah merasa memilih sesuai keinginan, padahal 
itu hanyalah selera atau bahkan nafsu yang lebih rendah. Anda harus 
membedakan keinginan yang positif dan mendukung tercapainya keinginan 
puncak Anda, dari 'sesuatu' yang hanya merupakan 'keinginan palsu' 
dan sebenarnya cuma nafsu. 

Jika Anda biasa memilih bakso daripada siomay untuk jajan, mengapakah 
Anda tidak mencoba melatih keinginan dengan lebih sering memilih 
siomay? Jika Anda biasa menutupnya dengan teh botol, mengapakah tidak 
mencoba untuk secara sadar memilih es campur? Keluarlah dari 
kebiasaan yang itu-itu saja. Dobraklah zona kenyamanan Anda. 
Percayalah, nanti Anda justru akan memperluasnya. 

Inilah latihan untuk keinginan Anda. Inilah yang akan MEMPERKUAT 
keinginan Anda. Inilah yang akan mengantarkan Anda ke puncak 
keinginan Anda. Inilah yang akan membuat Anda mencapai cita-cita. 

Memilih adalah tindakan nyata dari keinginan Anda. Bukan hanya selera 
atau nafsu, akan tetapi benar-benar KEINGINAN yang Anda CIPTAKAN. 
Maka, suka atau tidak suka adalah barang yang kurang relevan. 

Yang penting adalah, MUNCULKAN keinginan yang tetap berada di rantai 
keinginan Anda, yang mengarah pada keinginan puncak, lalu lakukan! 
JUST DO IT! 

Ingatlah bahwa ini tidak mudah. Gandhi mengatakan "effort brings 
discomfort", dan Helmy Yahya mengatakan, "Sukailah apa yang Anda 
kerjakan, bukan kerjakan apa yang Anda sukai." 

Dengan melatih dan membiasakan diri, Anda akan selalu senang dengan 
pilihan Anda. Meski itu tidak sesuai dengan selera dan nafsu Anda. 
Dan Anda, tidak akan bisa menjalaninya tanpa memahami dan menelusuri 
rantai keinginan Anda sendiri. 

Anda pasti tahu apa yang terbaik untuk Anda. Anda tahu apa yang perlu 
Anda lakukan. Yang jelas, itu semua bukan tentang apa yang Anda tahu, 
melainkan tentang apa yang Anda lakukan. 

MEMPERKUAT KEINGINAN 

Chuck Gallozzi memberi 6 tips tentang bagaimana memperkuat keinginan 
Anda. 

1. FOKUS ULANG 

Ketahuilah, bahwa di dalam diri setiap orang ada motivasi yang amat 
besar. Apa yang diperlukan adalah melepaskan motivasi itu dari 
belenggunya. Untuk bisa membebaskan motivasi itu, Anda perlu 
mempertahankan fokus. Fokus pada apa? Fokus pada kesenangan, 
kebahagiaan, atau kenyamanan yang akan Anda dapatkan, jika Anda 
berhasil mencapai keinginan. Dan bukan sebaliknya, fokus pada upaya 
dan kerja keras untuk mencapainya. Anda memang tak perlu fokus ke 
sini, sebab upaya dan kerja keras itu sudah pasti. 

2. UBAH PERILAKU 

Perilaku yang tepat akan menjadikan Anda lebih efektif dalam 
menentukan sasaran, dalam memahami dan mengidentifikasi rantai 
keinginan Anda. Dasar terpenting dari semua perilaku yang tepat, 
adalah menerima jargon "no pain no gain" sebagai sebuah kenyataan. 

3. LATIHAN 

Ya. Seperti yang di atas. Latihan akan menciptakan kebiasaan. 
Kebiasaan akan menciptakan perilaku. Perilaku akan membuka jalan pada 
tindakan. Dan tindakan, adalah wahana untuk mencapai keinginan. 

4. KONVERSI FRUSTRASI MENJADI ENERGI 

Muhammad Ali mengatakan, "Hanya orang yang tahu persis rasanya 
kalahlah, yang akan bisa mencapai dasar jiwanya, dan kembali ke atas 
dengan kekuatan untuk menang." 

Kuncinya, adalah berbagai hal yang positif; positif thinking, positif 
feeling, positif knowing. Dan segala yang positif, dimulai dengan 
kekayaan dalam wawasan dan cara pandang. 

Ingatlah cara Anda memandang gelas yang hanya berisi air setengahnya, 
apakah itu berarti: 

- Setengah kosong; 
- Setengah penuh; atau 
- Setengah dari kapasitas, daya tampung atau kemampuannya? 

5. ISTIQOMAH ALIAS PERSISTENCE 

Anda harus membangun stamina dengan benar; bersyukur jika lancar, 
bersabar jika tidak lancar. 

6. MAU BEKERJA KERAS 

Ingatkah Anda akan hukum Inersia? Apa yang diam akan cenderung tetap 
diam, dan apa yang bergerak akan cenderung tetap bergerak. Mulailah 
bergerak, maka Anda akan makin bergerak. Gerak Anda akan makin kuat. 
Keinginan Anda akan makin kuat. Maka Anda akan makin mendekati puncak 
keinginan Anda. 

KESIMPULAN 

Kembali ke rantai keinginan Anda. Apapun puncak dari keinginan Anda, 
itulah yang menjadi ujung dari rantai keinginan Anda. Di situlah 
sukses dan bahagia yang Anda cita-citakan. Dalam perjalanan untuk 
mencapainya, Anda juga perlu merasa sukses dan bahagia. Dan keduanya, 
berdiri di atas fondasi percaya diri. Maka, CIPTAKANLAH mata rantai 
pertama dari rantai keinginan Anda, yaitu KEINGINAN UNTUK LEBIH 
PERCAYA DIRI. Dengan keinginan ini, Anda terjamin tetap berjalan di 
rantai keinginan menuju puncak. Inginkah Anda? 

Anda tahu harus bagaimana.



Kirim email ke