Note: forwarded message attached.


Yahoo! Personals
Single? There's someone we'd like you to meet.
Lots of someones, actually. Try Yahoo! Personals

---------------------------------------------------------------------------
Official Website    : www.micky-fc.com
Photos              : http://mickierzsphotos.fotopic.net
Archives            : http://www.mail-archive.com/[email protected] 
---------------------------------------------------------------------------




SPONSORED LINKS
Dosa Celebrity Aku
Tak Tuk Entertainment arts


YAHOO! GROUPS LINKS




--- Begin Message ---
Title: Message
woww..
 
-----Original Message-----
From: Violina 
Sent: Tuesday, November 29, 2005 3:40 PM
To: Limmy H Liunardy; Fek Ly Immanuel; Gunady Li; Nicolaas Tamalate; Richie Witanto Terreano; Very Gumanto; Alex Gunawan; Elsy Hardi; Fenny Sutanto; Yenfendha; Jong Hengky
Subject: Fw: Manusia Berasal dari Debu, Menjadi Debu... Lalu Jadi Permata

 
^_^
Violina

 


Manusia Berasal dari Debu, Menjadi Debu... Lalu Jadi Permata

Jakarta, Jumat

 

Kirim Teman | Print Artikel

 

 

ist

Salah satu permata produksi LifeGem yang dibuat dari abu hasil kremasi

 

Banyak orang sering menyebut orang-orang yang dikasihinya sebagai permata hati. Kini hal tersebut menjadi kenyataan setelah teknologi mampu mengubah abu hasil kremasi menjadi permata.

"Hanya butuh 225 gram abu dari jasad seseorang yang dikasihi menjadi permata," kata Dean VandenBiesen, wakil presiden LifeGem, perusahaan yang mengubah abu menjadi permata.

Dikatakan VandenBiesen, abu kremasi memiliki cukup karbon untuk membuat 20 butir permata, dan masih tersisa beberapa gram lagi untuk dijadikan hiasan di sekitarnya. Tapi sejauh ini, tidak ada yang minta pembuatan lebih dari 11 permata dari sisa orang yang dicintai.
 
LifeGem menggunakan oven super panas untuk mengubah abu menjadi grafit. Grafit itu kemudian diberi tekanan tinggi sehingga berubah menjadi permata-permata berwarna biru dan kuning yang harganya mencapai 2.700 hingga 20.000 dollar AS (27 juta hingga 200 juta).

Kebanyakan orang kemudian menjadikan permata-permata itu sebagai cincin atau liontin untuk mengenang orang terdekat mereka. "Memang tidak setiap orang tertarik," kata VandenBiesen. "Tapi mereka yang melakukannya mengaku menjadi merasa menjadi lebih dekat dengan orang yang telah meninggal."

 

Sumber:

 AFP

Penulis:

 Wsn

www.kompas.co.id

 

<<attachment: image001.jpg>>


--- End Message ---

Kirim email ke