----- Forwarded Message ----
From: Kay Izuki <[email protected]>
To: Ristanto Wydiantoro <[email protected]>; 
[email protected]; "[email protected]" 
<[email protected]>; Mifta Anggi Angguni <[email protected]>; 
cysilia kusumawati hindarto <[email protected]>; vey 
<[email protected]>; vinny ruliyani <[email protected]>; Nopan 
Maulana <[email protected]>; ganda satria <[email protected]>; 
Citra Handayani <[email protected]>; rusmin haffiansyah 
<[email protected]>; Siti Rachmi Indahsari <[email protected]>; 
Lendra Bayu Pratama <[email protected]>; Liana Selsilia 
<[email protected]>; robbie perpus <[email protected]>; Razi 
<[email protected]>; ruvira arindita <[email protected]>; Astuti 
Siwi Utami <[email protected]>
Sent: Sunday, December 28, 2008 10:05:46 AM
Subject: Fw: Yaa Rozzaq, Engkaulah Sebaik-baik Pemberi Rezeki






----- Forwarded Message ----
From: Vinny Rulyani <[email protected]>
Sent: Friday, October 31, 2008 8:26:01 AM
Subject: FW: Yaa Rozzaq, Engkaulah Sebaik-baik Pemberi Rezeki


Yaa Rozzaq, Engkaulah Sebaik-baik Pemberi Rezeki 

Setelah melahirkan saya memutuskan tidak bekerja.  Kondisi di rumah tidak 
memungkinkan untuk memiliki pengasuh.  Lagipula saya sangat ingin merawat 
sendiri putri kami bernama Sariyya-yang sekarang sudah berusia 3 tahun.  Saya 
tidak mau kehilangan momen berharga perkembangan Sariyya yang tidak bisa 
diulang.  Saya juga ingat pesan almarhumah ibu saya agar saya merawat sendiri 
anak-anak saya.  


Waktu berjalan, hari-hari melelahkan mengasuh, memberi makan, menemani main 
putri kami saya nikmati.  Saya merasa, pekerjaan di kantor dulu yang menguras 
otak tidak ada apa-apanya dibandingkan merawat seorang titipan Allah.  Saya 
bersyukur meninggalkan pekerjaan.  Secara materi kehidupan saya sedikit 
berubah.  Saya tidak mampu membeli pakaian atau tas-tas yang bagus seperti 
dulu.  Tapi rasa kebahagiaan berbaju bagus tidak ada nilainya dengan 
kegembiraan saya melihat putri saya makan dengan lahap, menyanyi dengan lucu 
atau loncat-loncat di tempat tidur.   Saya menikmati kehidupan baru sebagai ibu 
rumah tangga.  

Tiba-tiba saja suami saya terkena PHK.  Tapi saya menghadapi dengan santai.  
Saya yakin rezeki untuk kami tidak akan putus. Karena bukan perusahaan suami 
saya yang memberi kami makan.  Allah-lah yang memberi kami rezeki.  Saya memang 
sedikit bingung.  Tabungan menipis.  Mertua menyuruh saya kembali bekerja.  
Saya menolak.  Suami melarang.  Saya katakan kepada suami, mari kita berdoa, 
minta rezeki kepada Allah.  

Pada keadaan ekomomi morat marit saya ingat pesan Prof. Ahmad Mansyur 
Suryanegara. Menurut beliau, kalau kita sedang bingung menghadapi masalah yang 
masih tanda tanya besar, banyak-banyaklah membaca Yaa Sin.  Bukan Surat Yaa 
Sin.  Tapi zikir membaca Qur'an.  Hanya satu ayat saja.  Yaa Siin.  Yaa Sin 
adalah sebuah ayat yang menyimpan rahasia.  Begitu pula dengan rahasia 
kehidupan kita.  Itu sebabnya saya laksanakan zikir Yaa Sin, 
sebanyak-banyaknya. 

Setelah membaca Yaa Sin, saya juga teringat guru saya, DR. Nana Sumarna, yang 
mengatakan, mintalah semua yang kita inginkan kepada Allah yang memiliki 99 
sifat.  Jika butuh rezeki, panggilah Allah dengan sifat-Nya Yang Memberi Rezeki 
(Yaa Rozzaq).  Jika butuh jodoh, panggilah Allah dengan sifat-Nya yang Maha 
Pengasih (Yaa Rohman), sandingkan dengan jodohnya (Yaa Rohiim).  Zikir Yaa 
Rohman Yaa Rohiim adalah yang saya baca ba'da sholat subuh ketika saya masih 
belum menemukan jodoh.  Saya mengikuti nasihat Prof. Mansyur dan Pak Nana.  
Keduanya mengingatkan, bukankah Allah sendiri yang menganjurkan kita untuk 
berbuat demikian.  "... Serulah Allah atau serulah Ar Rohman, dengan nama-nama 
yang mana saja kamu seru.  Dia mempunyai al asmaul husna..." (QS:17, ayat 110). 

Saya laksanakan zikir Yaa Rozzaq setelah bertahajjud.  Pertama kali 
melakukannya, entah kenapa, saya membacanya sebanyak 2000 kali.  Yaa Rozzaq! 
Demikian mulut saya terus menyebut nama-Nya.  Besoknya saya lakukan hal yang 
sama. Perasaan saya sangat yakin.  Allah akan mendengar panggilan saya.  
Beberapa waktu kemudian, seorang teman yang bekerja di sebuah penerbit buku 
terkenal di Bandung menelpon saya.  Dia meminta saya untuk menulis sebuah 
buku.  Saya terperanjat.  Oh, inilah rezeki untuk saya.  Katanya, "Tapi kamu 
kerja di rumah aja ya...!" Alhamdulillah, lagi-lagi saya bersyukur dalam hati.  
Saya diberi pekerjaan, tapi tidak harus meninggalkan putri saya yang sedang 
lucu-lucunya.  Itulah yang saya harapkan, itulah yang saya ucapkan dalam 
doa-doa saya.  Allah mengabulkan semuanya.          

Seminggu kemudian saya dipanggil ke kantornya untuk menandatangani Surat 
Perjanjian Kerja.  Saya datang bersama suami dan anak saya. Ketika teman saya 
menyodorkan surattersebut, saya terperanjat membaca angka rupiah yang tertera 
dengan jelas.  Rp2.000.000,-.  Itu honornya.  "Ini kanbaru permulaan", kata 
teman saya.  Ingatan saya tiba-tiba melayang kepada zikir Yaa Rozzaq yang 
pernah saya lakukan.  Saya membaca 2000 kali nama-Nya. Allah memberi saya 2 
juta rupiah.  Apakah ini hanya kebetulan belaka?  Selesai menulis buku 
tersebut, tampaknya teman saya merasa puas.  Ia langsung menugaskan saya 
menulis satu buku lagi.  Kembali saya diberi upah 2 juta rupiah-nilai yang 
kecil mungkin untuk seorang penulis, tapi bagi saya terasa luar biasa nikmat.  
Begitulah, saya yakin, honor 2 juta rupiah berturut-turut dari hasil saya 
menulis buku ada hubungannya dengan zikir Yaa Rozzaq 2000 kali berturut-turut 
yang saya lakukan.  Itu sebabnya saya semangat
 untuk berzikir lagi.  Saya ingin membuktikan bahwa Allah tidak pernah 
mengecewakan hamba-Nya.  Zikir Yaa Rozzaq saya tambah.  Lebih dari 2000 kali.  

Beberapa waktu kemudian.  Saya dihubungi penerbit tersebut dan diberi kenaikan 
honor, pas seperti jumlah zikir saya. Nilainya... rahasia doong!  
Alhamdulillah!  Sekarang saya ditugaskan lagi menulis buku baru. Begitulah, 
kalau yang kita minta tolong adalah Allah, hasilnya memang sangat menakjubkan.  
Dia tidak pernah mengecewakan.  Dia memenuhi janji-Nya.  Terimakasih Yaa 
Rozzaq.  Engkaulah Sebaik-baik Pemberi Rezeki.  

Kemudian Teman, saya sekedar mengingatkan. Seringkali kita mendapat email 
isinya tentang doa-doa atau apapun dari ayat suci Al-Qur'an, tetapi 
ujung-ujungnya pada akhir email tertulis, bahwa jika anda mengirimkan email ini 
kepada berapa puluh atau berapa ratus orang akan mendapatkan Rizki. 
NAUDZUBILLAH MIN ZALIK.. tahukah teman, jika anda percaya dengan email tersebut 
serta ikut mengirimkan kepada berapa puluh bahkan berapa ratus teman maka anda 
telah berbuat SYIRIK kepada ALLAH. Beristighfarlah dan hanya kepada ALLAH kita 
meminta, karena hanya Dia sebaik-baik Pemberi Rezeki. Semoga setelah ini teman 
dapat lebih selektif memilah dan berfikir mana email yang dapat menambah akidah 
kita dan mana yang bisa mengurangi bahkan memiskinkan Akidah kita kepada ALLAH 



      

Kirim email ke