Cup.. cup...
ente klo menilai orang kok salah terus...
makanya kejakarta biar tau perkembangan
jangan ngumpet aja, gitu khan hasil klo menilai orang salah terus..
masak ente ga kenal Akbar yang sudah banyak melintang di dunia persilatan

Peace man..

--- Pada Sab, 22/11/08, Yusuf Caesar <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Yusuf Caesar <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [Milis KAMMI] IMF, Datanglah ke Indonesia, Bantu Kami
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 22 November, 2008, 7:19 AM










    
            Mas Akbar sudah banyak berubah pemikirannya, atau saya yang selama 
ini salah mengenal mas Akbar. Saya tidak melihat mas Akbar sebagai muslim 
dengan semangat Islam yang menggebu-gebu dan memiliki keyakinan kuat seperti 
ciri khas kader tarbiyah, namun saya melihat mas Akbar menjadi seorang muslim 
yang pesimistis, persis karakter.kaum liberalis dan anti gerakan Islam lainnya.



Maaf jika salah menilai. 



Salam,

Yusuf Caesar



----- Original Message ----- 

From: "Akbar Tri Kurniawan" <[EMAIL PROTECTED] com>

To: <milis-kammi@ yahoogroups. com>

Sent: 21 Nopember 2008 19:20

Subject: [Milis KAMMI] IMF, Datanglah ke Indonesia, Bantu Kami



> Perseteruan pakar dan pelaku ekonomi di sekitar Presiden SBY, merangkak pada 
> pilihan mendatangkan atau tidak lembaga keuangan internasional, IMF. Sri 
> Mulyani dan Bakrie merupakan representasi dari dua kekuatan ekonomi yang 
> menjadi referensi kebijakan ekonomi SBY.

> 

> Di tengah perseteruan seru para ekonom itu, di luar lingkaran kekuasaan 
> terjadi perdebatan tentang Soeharto. Apakah layak mendapat lisensi pahlawan 
> atau tidak. Sebelumnya ada Amrozi cs dengan berbagai diskursus tentang 
> terorisme. Apakah terorisme merupakan sebuah fakta atau rekayasa. Dan 
> berbagai diskursus lainnya.

> 

> Indonesia, di luar kekuasaan, hingar bingar dengan tetek bengek wacana tidak 
> riil itu. Tak terkecuali umat Islam.

> 

> Umat Islam? Yah, umat yang satu ini, sudah mulai seperti anak kecil. Gampang 
> diprovokasi. Sibuk menjadi Tuhan dan berkompetisi memberi gelar syahid dan 
> mujahid kepada Amrozi, sampai-sampai pada satu situs Islam, mereportase bau 
> harum dan ada burung-burung yang terbang di salah satu seremonial pemakaman 
> terpidana, Imam Samudera. Luar biasa fatalistiknya.

> 

> Belum lagi sifat "parno"-nya terhadap Film Lastri di Solo yang menceritakan 
> hidup seorang Gerwani (sayap PKI tahun 1965). Si sutradara digeruduk, diusir, 
> tidak boleh melanjutkan syuting. weleh-weleh. .

> 

> Belum selesai yang kemarin, datang lagi, komik nabi. Dicerca lagi. Ribut 
> lagi. Luar biasa kualitas emosional umat yang disebut "calon" umat terbaik.. 

> 

> Memang tidak bisa dikatakan seluruh muslimin dikatakan umat islam dalam 
> konteks yang saya tulis. Ya, bagi saya, umat muslim yang satu itu tuh.

> 

> *Tiba-tiba muncul Sludrun di sebelahku, langsung membaca apa yang aku tulis.*

> 

> "Umat sing endi? (Umat yang mana?)" tanya Sludrun.

> "Yang sering muncul di TV?," Sludrun melanjutkan tanyanya. Aku jawab, 
> "Mungkin iya."

> "Yang sering lempar-lempar? " Sludrun bertanya sambil marapikan sarungnya 
> yang sedari tadi mlotrot. "Mungkin iya," jawabku.

> "Mungkin yang lain juga, pokonya umat deh, tidak tau alamatnya dimana si umat 
> ini," ujarku seraya berharap menyudahi pertanyaan Sludrun.

> 

> Sekarang, aku hanya berharap kersaning Gusti Allah, (lewat genre bahasa 
> Jawa-Indonesia saya ucapkan), "Mbok ya umat ini dipersatukan lagi, duh Gusti, 
> intervensi dong, wes terserah panjenengan (terserah Allah saja), apapun 
> caranya."

> 

> Tiba-tiba sak clingan, Sludrun muncul ide. "Lho, bukannya ada peluang IMF 
> akan datang ke negeri gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto rahardjo," 
> ujarnya sambil clingak-clinguk di depan buku.

> "Itu aja, cara yang kita pilih," Sludrun melanjutkan idenya. 

> Dengan dada membusung langsung terciprat kata-kataku, "Suruh IMF datang ke 
> Indonesia?" 

> Dengan menggaruk ketiak Sludrun enteng menjawab, "Ya, benar itu, IMF datang 
> saja ke Indonesia."

> 

> "Ngawur kowe, otak dienggo Drun. Ojo mikir nganggo dengkul. Penjajah kok 
> diundang. Arep nyikso bengsamu dewe, opo piye?," ujarku kesal. (Ngawur, kamu 
> pakai otak ngga sih? Mikir itu jangan pakai dengkul. Penjajah, kok, malah 
> diundang. Mau menyiksa bangsa sendiri?)

> 

> Bukannya marah Sludrun malah tertawa cekakaan.

> 

> "Hahahahahahahaha. ....Le, le, ngapain aku pakai otak, lawong karo dengkulku 
> wae umat mu bakal bisa bersatu, ngga bakal terpecah kayak gini."

> 

> Pernyataan Sludrun, membuat aku bingung. "Maksudmu piye?"

> 

> "Kalau IMF dateng ke sini, kalian bakal lupa dengan Soeharto, Amrozi, komik, 
> UU Pornografi, lan tetek bengek-nya," ujarnya sambil menghisap rokok 
> dalem-dalem.

> 

> Melihatnya merokok, aku langsung menegur. "Drun, ojo ngrokok sak karepe dewe, 
> di jakarta lagi banyak razia perokok." (Drun, kamu jangan merokok sembarangan 
> di jakarta ini. Sekarang banyak razia perokok).

> 

> Sambil membenarkan pecinya yang miring, Sludrun menimpali. "Halah, yang satu 
> itu (razia) juga bakal lupa kalau IMF sudah dateng hahahahahaaa. ...."

> 

> Karena penasaran dengan IMF yang senantiasa meluncur licin dari mulut 
> Sludrun, aku bertanya lagi. "Emang ada untung IMF dateng ke sini?"

> 

> "Ya, iyalah, masak ya iya dong. Karena Bismilah, bukan bismidong hehehehee. 
> Kalau setan muncul, pasti manungsone bakal musuhi setan kuwi. yen ra ono 
> setan, manungso golek-golek setan. Goleki setan nganthi stress, mergo ra 
> nemu-nemu, kancane dewe dianggep setan. Kahanan saiki koyo ngono kuwi, konco 
> dewe dianggep setan," kata Sludrun, kali ini dia nampak serius.

> (Kalau setan muncul, manusia akan memusuhi si setan itu. Kalau tidak ada 
> setan, manusia akan mencari-cari setan. Mencari setan sampai stres, karena 
> tidak ketemu juga, akhirnya  temen sendiri dianggap setan.  Itulah keadaan 
> sekarang, temen sendiri dianggap setan).

> 

> "Sudahlah, suruh IMF dateng, nanti kita kroyok bareng-bareng. "

> 

> Mendengar Sludrun, aku berusaha berpikir dalam-dalam, takut karena Sludrun 
> suka ngawur logikanya, tapi gampang mempengaruhi otakku. "Nggak ah, pokonya 
> IMF tidak boleh dateng ke sini. Dia telah membuat sengsara bangsa ini," 
> ujarku tegas.

> 

> "Hahahahahahaha. ......... .(aku kaget melihat Sludrun tertawa sembari 
> memegangi perutnya)... ..Le, le, kowe iki lucu. Bangsa iki ra bakal kapok 
> karo kesengsaraan. Bangsa ini sudah berpengalamaan dengan penderitaan. Coba 
> kamu pikir, penderitaan jenis apa yang belum menimpa bangsamu. Heh, coba kamu 
> pikir. Hahahahahahahhaa. .......Bangsamu itu ngga bakal hancur dengan 
> penderitaaan dan kesengsaraan. Tapi akan hancur dengan perpecahan.

> Nah, kowe milih bersatu nglawan setan ning sengsoro opo milih sugih lan 
> makmur ning gelut terus-terusan. Milih sing endi? (Kamu memilih bersatu 
> melawan setan tetapi sengsara atau memilih kaya tapi berkelahi antar sesama 
> terus menerus)."

> 

> "Wes to ngger (sudah lah nak). Penderitaan dan kesengsaraan itu sudah 
> menyatakan kalah dengan Indonesiamu. Penderitaan dan kesengsaraan sudah 
> berkata, "Aduh, aku kapok sama Indonesia, meski sudah diberi derita yang amat 
> sangat, ngga pernah sadar. Aduh, kapok aku."

> 

> "Karena bangsamu ngga pernah kapok sama penderitaan, mari kita sambut 
> datangnya IMF. nanti kita kroyok bareng-bareng. Ini enak untuk latihan 
> berjihad. Kalau kena penthung polisi dapet pahala, kalau mati, paling 
> dianggap mati syahid. Sudah jangan banyak mikir, segera diajak kawan-kawanmu 
> untuk menyambut IMF," ujar Sludrun sembari melepas sarungnya yang kumel.

> 

> 

>      ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

> Dapatkan alamat Email baru Anda!

> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

> 

>


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke