> Itu pun masih banyak dosen yang dateng.. nyerahin fotocopy-an... absen
> terus
> pulang =((
saya denger cerita dari alumni itb. katanya, kebanyakan dosennya jarang
dateng utk mengajar di kelas. pokoknya tau2 ujian. dan soal ujiannya
susah banget (gak ada fotokopiannya ... hehehe).
tapi, setelah lulus dari sana ... mereka bisa switch ke mana aja ...
ekonomi, hukum, bank, programming .... dan sukses juga. kok bisa ya ...
> MAsa anak TI, DP-nya dari ekonomi...
> jadi apa yang saya diajuin di OK-OK-in...
iya tuh ... pi saya juga gitu. kayaknya gak nabok ...
tapi, mungkin si dp-nya lagi tour of duty, kebetulan di ekonomi.
> Selain itu, kemampuan programming yang diajarin kampus, nggak banyak
> membantu.
ada saran ? gimana sih belajar programming yg 'banyak membantu' ? saya
sangat tertarik ...
kalo perlu via japri ... ok !
> Kalo di Binus atau UI (koreksi kalo salah).. mereka langsung 'terjun'
> ke VB,
> VC++ atau delphi
> JAdinya mereka lebih familiar banget.
bagaimanapun juga, non-visual programming harus tetap diberikan, karena
tidak menuntut mesin yg mahal. utk belajar gwbasic, kita bisa belajar
algoritma tanpa perlu pentium. bukankah inti belajar bhs pemrograman
adalah mempelajari algoritma ? kalo algoritmanya udah nempel di otak,
switch bahasa apapun insya Allah akan lancar.
lagipula, gak semua komputer ada windows-nya. coba liat di bca, hero,
atm, bank dki ...
adicom ~;)
* Gunadarma Mailing List --------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Berhenti : 'unsubscribe' ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]