Tedi Agung Prabowo wrote:
>
> Nggak apa-apalah kita pake bajakan...dari pada terjadi pembodohan global..
> ( dolar naik harga S/w gila-gilaan... bukunya apalagi)..Jepang juga dulu
> kayak gitu... mudah-mudahan nantinya kita jadi pinter-pinter terus bikin
> software sendiri..
>
ngak donk .. secara ngak langsung sebenernya rugi,
1. di cap pembajak dari negara laen berati kan membawa nama jelek. Dan
dampaknya itu lho yang musthi di waspadai.kalo nama baek udah jelek ...
kita berbuat baek pun ngak bakalan ada yang percaya.
2. nanti kita ngak terbiasa menghargai karya orang laen. Kalo ngak biasa
menghargai karya orang laen.. jangan harap karya kita dihargai orang
laen juga.
Bisa kita liat nasibnya gesang, pencipta lagu bengawan solo, dia dulu
rumahnya kecil di sudut kota solo.ekonominya pun pas-pasan. Padahal
lagunya kan sangat terkenal.Eh malah orang jepang yang suka memberi
royality ke dia, tapi sekarang kita udah mulai menghargai dia kok dengan
memberi royality.mudah mudahan ini bukan hanya ngak mau kalah ama orang
jepang.
pernah saya bawa orang jepang ( MIS ) ke glodok ... dan mereke ketawa -
ketiwi ngeliat banyak barang bajakan di situ. Secara ngak langsung yang
diketawain kan kita...
Tapi yaa emang kita pingin maju ... tapi ekonomi pas pasan. mau gimana
lagi.
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]