Dayan wrote:
> 
> >ini akan makin diminati.. karena makin kompleksnya sistem TI dan makin
> >butuhnya
> >orang solusi jasa yang siap pakai.
> 
> Jadi, sertifikasi kemampuan -ANU certified atu INI certified- merupakan
> pilihan yang beralasan ?

Betul.. sertifikasi kemampuan "profesi" juga dibutuhkan dan ini harus
dipisahkan
dari "akademik".  Mungkin memang bukan suatu sertifikasi yang "vendor
oriented"..
seperti CISCO atau MS sertifikasi... tetap yang sifatnya lebih
"general", misal
yang dilakukan oleh Australia dengan sertifikat ACS atau Jepang dengan
sertifikat JITC nya.  

> keahlian ini ? Katanya di Indonesia -terlalu- banyak perusahaan yang
> menginginkan lebih namun ogah membayar mahal. Dari iklan pencarian tenaga
> kerja -misalnya- selalu diinginkan bisa ini itu, tapi gajinya seminim mungkin.

Di sini "paradigma" pengganjian yang bermain .  Menurut buku yang saya
baca (saya nggak berani komentar banyak sebab bukan orang Ekonomi)..
pada dasarnya ada persh yang menganut 2 aliran Amerika di satu sisi
(konsumer ekonomic) dan Jepang atau Jerman di sisi lainnya (produser
economic)..

Pada model Jerman/Jepang, memberi gaji lebih tinggi bagi suatu pegawai
adalah merupakan
"profit" bagi persh, karena menyebabkan pegawai lebih betah (artinya
investasi jangka panjang.  Sedang bagi persh dengan orientasi Amerika
(ada beberapa persh Amerika yang
juga sudah berubah orientasi, saya ambil istilah ini menurut Thurow
aja), menggaji
pegawai adalah kerugian jadi harus ditekan sebanyak mungkin.

Perbedaan konsep "profit" ini  lah yang menyebabkan proses "pelatihan"
atau trainning
dianggap suatu persh bukan sebagai tanggungjawabnya... tetapi adalah
tanggungjawab
pencari kerja.  (Di Jerman ini adalah tanggung jawab persh untuk
melakukan pelatihan,
atau schulung.. dan sebagainya).

memang sebagai persh yang menginginkan profit dengan model persh Amerika
(maka yang diinginakan adalah) pegawai yang memiliki kemampuan Superman
tapi kalau bisa nggak perlu digaji..he.he.heh.

Ini yang saya baca dari buku lho...he.he.eh.  Karena paradigma itulah
yang menyebabkan
persh selalu merekrut orang yang "sudah jago"....  berbeda dengan di
Jerman (saya sempat melihat dan ngobrol di pameran System 98 kemarin
dengan persh TI mereka). Mereka membuka kesemaptan bagi lulusan untuk
berkarir di persh mereka, ditrainning, dsb.  Dengan
kata lain mereka merekrut pegawai bukan dengan kondisi "superman".

Para persh saling berebut mengiklankan menyediakan "job dan kesempatan
ausbildung di
tempat mereka" pada pameran tsb.....

> >services.. (he.h.e.he.. ini part of my topics bisa panjang kalau
> >diceritain di sini...)
> 
> Kalau Pak Made tidak berkeberatan, misa dibicarakan di sini ? Atau
> menuliskannya dalam suatu artikel di Web atau media komersil.

Bisa dilihat dihomepage sebagian kecil dari kerja saya itu

http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/folie

Tapi masih jauh dari tuntas....he.he.he.he. masih banyak godaan.

> Kalau pertanyaan ini -misalnya lagi- diajukan kepada pare pembuat perangkat
> lunak atau perancang halaman Web, apakah mereka sudah puas dengan hasil
> jerih payah mereka ? Saya ragu.

Penilian hasil rancangan Web sendiri masih belum memiliki metoda
(he..he. ini
juga part of my work, bulan depan harus jadi paper.. jadi sudah bisa
dibaca).

Banyak orang (termasuk majalah, dan penilai Web).. menggunakan parameter
yang 
kurang tepat dalam menilai Web (banyak yang melupakan usabilitas dan
pengaruh kognisi
tetapi lebih menitik beratkan pada estetika yang hanya berdasarkan
selera subyektif)

> >Untuk apa embel embel persh besar tapi kalau dikontak 1 minggu baru
> >nongol...
> 
> Memangnya ada -banyak- yang seperti ini ? Kenapa selalu berulang ?

Masih ingat era IBM berjaya.. banyak persh memilih IBM karena si manager
hendak
melempar tanggung jawab, jadi kalau sistem tidak jalan, mereka tinggal
bilang

Lha.. udah IBM aja, nggak jalan.. apalagi yang lainnya....
he.h.e.heh.he.

Mungkin alasan ini juga yang digunakan sehingga mereka berat memakai
Open Source 
software.. dengan inferensi... lha pakai NT yang mahal dan terkenal aja
nggak bisa cepat.. apalagi pakai Open Source yang gratis.

Jadi hanya masalah "tanggung jawab" MIS department.

IMW
* Gunadarma Mailing List --------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Berhenti     : 'unsubscribe' ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke