> -----Original Message----- > From: Winengku, Tuhu > Sent: Wednesday, March 10, 1999 11:49 AM > To: '[EMAIL PROTECTED]' > Cc: '[EMAIL PROTECTED]' > Subject: [Nge-Lanjut-In] Terpujilah engkau ibu > > > > -----Original Message----- > From: Jeffry Lesmana [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Tuesday, March 09, 1999 4:24 PM > To: Telkomsel's Mosleems Maillist > Subject: [muslim-l] Terpujilah engakau ibu > > > PADA SAAT TUHAN MENCIPTAKAN PARA IBU > > Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. > Kini giliran diciptakan para ibu. > Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut: > "Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?" > Dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus > dikerjakan? > > 1) Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari plastik. > 2) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat > capai. > 3) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya. > 4) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak- anak dan > suaminya > 5) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan hati yang sedih > 6) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan > 7) Enam pasang tangan!! > > Malaikat itu menggeleng gelengkan kepalanya: > Enam pasang tangan....? tsk tsk tsk" --- > "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang > melayani sana sini, mengatur > segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan > > 8) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu" > "Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk angguk. > "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan > bertanya: > "Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu > sudah mengetahui jawabannya. > "Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, > sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat > melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan pasang mata ketiga > untuk > menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. > Mata itu harus bisa bicara! > Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu". > Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun. > > "Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah" > "Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai." > > 9) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit. > 10) Ia harus tetap bisa memberi makan 5 orang dengan uang yang menipis > diakhir bulan > 11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu > tidak ingin mandi...... > > Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan. > "Terlalu lunak", katanya memberi komentar. > "Tapi kuat!" Kata Tuhan bersemangat. > "Tak akan bisa engkau bayangkan betapa banyak yang bisa ia tanggung, > pikul dan derita." > "Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi. > "Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, idea > dan berkompromi", > kata Sang Pencipta. > > Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi, > "Eh, ada kebocoran di sini" > "Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. > "Itu adalah air mata.... air mata kebahagiaan, air mata kesedihan, air > mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata > kebanggaan, air mata....,dan air mata...." > "Tuhan memang ahlinya....", Malaikat berkata pelan. > > Mulialah engkau wahai ibu..... > > ps. if you love your mom send this to other person.... > * Gunadarma Mailing List -------------------------------------- * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id * Berhenti : 'unsubscribe' ke [EMAIL PROTECTED] * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
