TOpik ini adalah salah satu senjata "FUD" yang sering dilemparkan
yaitu keragaman user interface.

Kalau versi MS, "para user tidak mengingin keragaman produk atau
desktop dan user interface, karena mereka menginginkan integrasi yang
lebih baik"

Sepintas lalu tidak ada yang salah dalam pernyataan tsb (ini saya
cuplik dari salah satu paper yang meng-quote ucapan MS).  tetapi
yang salah ada.. "intepretasi" integrasi itu menjadi mematikan
"keragaman produk".

Integrasi seharusnya didefinisikan dengan memanfaatkan suatu standard yang
terbuka (sehingga tidak terbatas pada suatu produk), cara inilah yang
ditemupuh oleh GNOME dg memanfaatkan standard CORBA.  Integrasi memang
penting, tetapi bukan berarti mematikan "diversity".

Seperti kita ketahui, tidak ada di dunia ini bangsa atau kultur
yang memiliki selera yang sama (misal warna kuning bagi orang tertentu
bisa berciri lain dg bangsa tertentu)...  nah sudah barang tentu
dari tinjauan "cultur fit" pada user interface design. Ethnodiversity
(termasuk bahasa, look and feel) adalah hal yang "seharusnya" diperoleh
user (karena meningkatkan culture fit, dan memudahkan kerja).

Jadi pernyataaan "di atas" itu membuat user bingung (doubt) akan
nilai "dasar" untuk menilai suatu produk. (mereka tanpa terasa lebih
menginginkan keseragaman dengan pengguna "mainstream", dan lupa bahwa
kemajemukan yang sesuai dengan dia yang lebih penting).  PAdahal dalam
teori User Interface, diversity dan multiple personalitiy pada user
interface adalah hal yang sangat baik.

Itu baru sebagian kecil... kalau tertarik.. banyak sekali contoh strategi
FUD ini...

IMW


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke