Di majalah dan koran tampak berita rame mengenai hacker.. tapi tampaknya koran dan majalah melakukan kesalahan dalam penggunaan istilah. Yang dimaksud adalah "cracker" yaitu orang yang memasuki sistem secara tidak sah. Bukah "hacker". Jadi disini digunakan istilah yang kurang tepat. Memang ada "cracker" yang juga hacker. Tapi banyak juga "cracker" yang bukan hacker. Karena mereka lebih memanfaatkan "social engineering technique" daripada pengetahuan teknis. Hacker adalah orang yang suka kutak-katik untuk mencapai suatu kepuasan pengetahuan teknik. (Richard Stallman, Linus, adalah hacker tapi bukan cracker, Bill Gates pun awalnya juga hacker (sekarang sales)). Istilah hacker sendiri muncul dari MIT Lab, dan mereka yang banyak mempengaruhi perkembangan komputer. Kalau kesalahpahaman ini makin membesar bisa berakibat orang salah menganggap ttg "hacker". Mari kita bersama-sama mencegah kesalah-pahaman ini. Ini bukan hanya masalah istilah tetapi culture mereka berbeda, hacker memiliki "gift culture" yang demi kepentingan publik. Sedang "cracker adalah sebaliknya". IMW NB : bagi yang ingin memforwardkan keterangan ini ke milis lain atau ke majalah, saya berterima kasih, karena anda telah membantu mencegah kesalah-pahaman. =========================================================================== I Made Wiryana (0521-106 5328) Universitas Gunadarma - Indonesia Rechnernetze und Verteilte Systeme http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made Universitaet Bielelfeld Check my e-zine : [EMAIL PROTECTED] http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/majalah ===========================================================================
* Gunadarma Mailing List ----------------------------------------------- * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id * Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
