Mengenai kursus, saya kira itu tergantung situasi atau kondisi, misal : di
negara kita sendiri (Indonesia) kalau kita mau ambil SIM aja birokrasinya
susah, tentunya dgn gaji pegawai pengurus SIM yang rendah ini  merupakan
lahan empuk untuk di jadikan bisnis percalo-an. Saya saja kalau dipilih
mengurus SIM dgn birokrasi yang susah atau dgn calo, saya lebih mendingan
milih pakai calo karena menghemat waktu & tenaga.  Dalam hukum analis kita
(secara tak tertulis nich) bahwa jika suatu sistem terlalu lambat, maka
sistem tersebut lah yang harus diubah, bukan si user atau customer, saya
yakin mengenai hal ini para pejabat kita masih "bodoh" dibanding negara
lain (atau mungkin sengaja kali menciptakan peluang bagi anakbuahnya yang
bergaji kecil).

Nach untuk urusan komputer situasinya hampir mirip, yakni orang kalau ingin
mendapatkan sesuatu maunya dgn cepat.  Padahal untuk kondisi menggunakan
komputer situasinya jelas berubah dgn cepat. Ambil contoh seorang yang baru
diangkat jadi direktur namun dgn pengetahuan minim tentang komputer dia
diberikan laptop, tentunya dia akan ambil keputusan untuk mempelajari
secepatnya apa yang dia butuhkan buat pekerjaannya, misal buat presentasi
pakai Power Point dsb. Suatu saat dia akan terjebak jika file-nya tidak
bisa dibuka karena virus atau file tersebut corrupt, bahaya virus saja
setiap saat dapat bermunculan dengan cepat. Nach disini pekerjaan seorang
user support di Company direktur tersebut sangat bermanfaat. Cuman untuk
sekelas profesional (seperti saya) user support adalah pekerjaan
membosankan, "hanya mengajarkan safety data, dan plintat-plintut pada
direktur tsb".
OK sekian dulu komentar saya




* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke