----- Original Message -----
From: okidsw <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, September 05, 1999 3:47 PM
Subject: [BiNus] SiaR---BAYI-BAYI KORBAN PERKOSAAN PERISTIWA MEI SUDAH LAHIR


>
> Forward this letter to All of your Indonesian Friend
> To show that you care for all of the victim.
> Juga untuk bayi tak berdosa yang telah lahir, Mereka tak tahu apa-apa,
> Tetapi mereka Lahir ke dunia yang kejam ini dengan beban yang sangat
besar,
> hasil dari kekejian manusia.
> Mereka juga menanggung  setumpuk 'dosa' yang diwariskan dari 'ayah-ayah'
> mereka yang keji dan berideologi "perikebinatangan"
> Mereka harus siap mental, Menjadi aib bagi seluruh bangsa, ditolak oleh
> semua pihak karena mereka adalah hasil dari kebinatangan sekelompok
manusia.
> Menjadi Yatim Piatu, Tumbuh dewasa tanpa Kasih sayang Ibu kandung.
> Akan dihindari oleh Ibu yang melahirkannya dan keluarganya sendiri, karena
> akan menjadi aib yang akan mengingatkan ibunya akan tragedi yang telah
> terjadi.
> Berdoa untuk mereka, Agar Tuhan memberi kekuatan, memulihkan Semangat yang
> patah dan jiwa yang terluka, membangitkan harapan dan kekuatan mereka
untuk
> meneruskan hidup, Sekejam apapun hidup
> ini.
>
> #Bagi yang ingin memberikan bantuan :
> *Sekretariat Tim Relewan Untuk Kemanusiaan
> Ph. (021) - 8094531
> *Tim Relawan Divisi Kekerasan Terhadap Perempuan
> Ph. (021) - 7902109, 7902109, 8298421
>
> 4 Sept 99 ,OGH/O/DS
>
>
>
> REFERENSI : http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/msg03484.html
>
>
> SiaR---BAYI-BAYI KORBAN PERKOSAAN PERISTIWA MEI SUDAH LAHIR
>
> --------------------------------------------------------------------------
--
> ----
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: SiaR---BAYI-BAYI KORBAN PERKOSAAN PERISTIWA MEI SUDAH LAHIR
> From: SiaR News Service <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Fri, 03 Sep 1999 18:00:02 -0700
> Delivered-To: [EMAIL PROTECTED]
> Delivered-To: [EMAIL PROTECTED]
> Sender: [EMAIL PROTECTED]
> --------------------------------------------------------------------------
--
> ----
>
> Precedence: bulk
>
>
> BAYI-BAYI KORBAN PERKOSAAN PERISTIWA MEI SUDAH LAHIR
>
>         JAKARTA, (SiaR, 3/9/99). Para korban perkosaan dalam kerusuhan Mei
> 1998 di Jakarta lalu sudah melahirkan bayinya. Dua bayi hasil perkosaan
> massal itu telah berusia enam dan tujuh bulan saat ini dirawat di sebuah
> yayasan sosial. Menurut informasi yang dihimpun SiaR, dua remaja kakak
> beradik berusia 18 dan 16 tahun dari etnis Tionghoa itu melahirkan bayi
> mereka dengan bedah caesar. Dua kakak beradik ini melahirkan di salah satu
> rumah sakit di sekitar Jakarta. Demi keamanan ibu dan bayinya, tim relawan
> merahasiakan tempat pastinya.
> Korban yang berusia 18 tahun itu melahirkan bayi wanita sekitar bulan
> Januari lalu. Sedangkan adiknya melahirkan bayi laki-laki sebulan
kemudian.
>
>         "Bayi-bayi yang mereka lahirkan pun normal dan sehat. Kini,
> bayi-bayi lucu itu sengaja
> dititipkan di salah satu yayasan demi kebaikan ibunya," ujar Ita F. Nadia,
> koordinator Tim Relawan untuk Kemanusiaan Divisi Kekerasan terhadap
> Perempuan.
>
>         Ibu muda yang baru saja melahirkan itu adalah dua korban di antara
> puluhan wanita keturunan Tionghoa yang menjadi sasaran tindak kekerasan
> seksual saat meletusnya kerusuhan Mei 1998 lalu.
>
>         Menurut Ita, kondisi kedua ibu muda tersebut sehat-sehat saja.
> Mereka, seperti umumnya remaja lain, juga punya cita-cita dan kembali ke
> bangku sekolah seperti semula. Meski demikian, mereka masih membatasi diri
> dalam bergaul karena trauma belum begitu saja terhapus. Jika ada
ramai-ramai
> sedikit saja atau masyarakat berkumpul terlalu banyak, korban seperti
> ketakutan. "Kami tidak sebutkan lokasinya demi masa depan mereka sendiri,"
> tambah Ita.
>
>         Memang, seperti cerita Ita, di antara beberapa korban perkosaan
Mei,
> kini sudah ada yang bekerja kembali. Namun, tidak semua korban bisa dan
> bernasib baik, serta tegar menghadapi cobaan itu. Seorang ibu dan
putrinya,
> misalnya, terpaksa mengungsi ke Australia. Tapi, karena tidak kuat, mereka
> pun akhirnya bunuh diri. "Bahkan, ada yang nekat ke luar negeri karena
tidak
> ingin nasibnya diketahui orang lain. Kami merasa  kecolongan," tambah Ita.
>
>         Menurut cerita Ita, saat kerusuhan Mei lalu, keluarga gadis itu
> didatangi serombongan orang. Seingat korban, dia diseret ke kamar mandi,
> sedangkan adiknya dibawa ke gudang. Mereka berdua tidak ingat berapa orang
> yang memperkosa mereka. Sejak itu, kedua gadis ini stres berat. Bahkan,
> keluarga korban pun panik lalu mengurung mereka di kamar.
>
>         Begitu Tim Relawan untuk Kemanusiaan Divisi Kekerasan terhadap
> Perempuan mendengar itu, mereka langsung melacaknya. Tapi, baru saja
bertemu
> dengan orang tua korban, tak lama kemudian korban langsung menghilangkan
> jejak. Tim tersebut dengan gigih mencari keberadaan korban. Baru setengah
> bulan kemudian, korban ditemukan. Saat itu kondisi korban cukup
mengenaskan.
> Mereka dikurung dalam satu kamar, mandi-berak di satu tempat. Kalau ada
> lelaki, selalu berteriak-teriak dan ingin bunuh diri. "Makanya, segala
> barang yang membahayakan di kamar disingkirkan," tutur Ita.
>
>         Saat diperiksakan ke dokter, usia kandungan kedua korban sudah
> berwujud manusia atau jabang bayi. Jadi, tidak mungkin digugurkan.
Akhirnya,
> diputuskan tetap dibiarkan sampai cukup untuk dilakukan operasi caesar.
> Selama masa mengandung pun kedua ibu muda itu tidak menunjukkan kelainan.
> Hanya, mereka sulit makan hingga perlu ditambah vitamin. "Maunya mereka
> makan bakso, seperti layaknya ibu hamil yang ngidam."
>
>         Repotnya, orang tua korban tidak mau mereka tinggal bersama.
> Bukannya tidak kasihan, tapi mereka takut karena keluarga mereka akan
lebih
> menderita. Sebab, secara perlahan usaha keluarga itu mulai bangkit
kembali.
> Kalau mereka berkumpul, dikhawatirkan banyak teror baru yang menghunjam
> mereka.
>
>         Akhirnya Tim Relawan untuk Kemanusiaan Divisi Kekerasan terhadap
> Perempuan mengambil alih semua masalah keluarga itu. Mulai menyiapkan
> kelahiran, mencari dokter, sampai mau dikemanakan anak yang dilahirkan
para
> korban itu. Semuanya kemudian dipersiapkan dengan baik oleh tim itu.
Sampai
> akhirnya, kedua korban melahirkan bayinya lewat operasi caesar. "Kini,
bayi
> itu dititipkan di sebuah yayasan tanpa tahu siapa ibu dan bapak mereka,"
> ujar Ita. ***
>
>
> ----------
> SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
>
>
>
>
> ssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
> To unsubscribe, send mail to [EMAIL PROTECTED]
> Visit Milis [BiNus] HomePage at http://www.batavia-online.com/binus/
>


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke