Begitulah mereka ( Barat ) dan di masa-masa mendatang akan lebih besar lagi
upaya-upaya penekanan mereka terhadap bangsa Indonesia. 
Karenanya kita ( bangsa Indonesia ) jangan saling berkelahi sendiri terus.
Kita semua harus bersatu dan selalu waspada ( bukan selalu curiga ).

Yang lebih penting lagi adalah menumbuhkan kesadaran dalam diri kita
masing-masing bahwa kita semua harus ikut berperan aktif dan mau berkorban (
paling tidak sedikit ) demi kehormatan bangsa ini. Tentu saja disesuaikan
dengan kemampuan kita masing-masing.

Terus terang saja, banyak sekali orang-orang yang pandai atau kaya atau
punya kekuasaan, tetapi mereka tidak peduli terhadap permasalahan bangsa
secara makro. Bagi mereka, bila tidak ada untungnya secara ekonomis, mereka
tidak mau repot-repot dan menganggap itu bukan urusan mereka.
Ketidakpedulian bisa berakibat fatal bagi kita semua. 

Ibarat kita semua sedang berada dalam sebuah kapal laut yang tengah
mengarungi samudera luas. Bila kita mengetahui ada orang atau sekelompok
orang yang membocori kapal, sementara ada diantara kita yang mengetahui dan
mempunyai kemampuan tidak peduli dan hanya menumpuk keuntungan sendiri saja.
Apa yang selanjutnya akan terjadi ?
Kapal tersebut akan oleng, lalu tenggelam, bersama-sama dengan orang-orang
yang sebetulnya mengetahui dan punya kemampuan untuk mencegah peristiwa itu
terjadi.
Bukankah kita saat ini juga tengah mengalaminya ? Krisis Ekonomi yang
berlanjut kepada krisis-krisis lainnya adalah akibat ulah sebagian orang
yang hanya mencari keuntungan sendiri tanpa peduli terhadap moral-moral
agama dan kemanusiaan ( konglomerat, pejabat, masyarakat yang berperilaku
menyimpang dari nilai-nilai agama dan kemanusiaan ).

Milis inipun sebenarnya bisa dijadikan sarana untuk menumbuh-kembangkan
nasionalisme yang bermoral kesantunan, mempererat persatuan dan kesatuan,
saling memperkuat dengan tukar-menukar informasi teknologi yang bermanfaat (
tidak termasuk saya, karena saya tidak bisa apa-apa, he..he.. ). Mari kita
ubah preferensi berpikir kita yang hanya memikirkan keuntungan diri kita
sendiri menjadi keuntungan bangsa ini.

Khusus mengenai BOM-BOMAN E-MAIL, teman-teman yang pandai mungkin bisa
memberi saran pecahannya secara teknis teknologi informasi.

Semoga kita semua masih memiliki kepedulian terhadap sesama anak bangsa yang
besar ini.

HDT-Hudiantoro

        -----Original Message-----
        From:   Dayan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
        Sent:   None
        To:     Gunadarma
        Subject:        [GUNADARMA] OT: Mohon tanggapan Anda... (Panjang !)
        Importance:     High

        <Juga dikirimkan ke Indoz-Net, Cybernet, PAU-Mikro dan Hackerlink>

        Salam sejahtera !

        Kalau ada yang ingin marah pada saya karena mengirimkan ini pada
Anda semua,
        silakan langsung melalui japri. Akan saya terima dengan senang hati,
tapi.....

        Maksud hati ingin mendudukkan pada tempat yang sebenarnya, malah
diancam
        untuk dibom. Sebagai salah seorang warga Republik, saya merasa marah
        bercampur kecewa, karena setiap upaya untuk mencoba menyeimbangkan
arus
        deras pemberitaan media Barat, senantiasa dinilai berbohong.

        Tujuan saya menyampaikan ini pada semua sekadar mengingatkan Anda,
betapa
        dihinakannya negeri ini oleh -tidak semua- Barat, jika berpendapat
tidak
        sesuai dengan pendapat mereka.

        Apa pendapat Anda ?


        Sharif Dayan
        Palembang-Indonesia


        >Received: from SpoolDir by PALEMBANG (Mercury 1.40); 30 Sep 99
11:06:54 +0700
        >Return-path: <[EMAIL PROTECTED]> 
        >Received: from tofu.ch.planet.gen.nz (202.37.112.1) by
        palembang.wasantara.net.id (Mercury 1.40) with ESMTP;
        >    30 Sep 99 11:06:19 +0700
        >Received: (from uucp@localhost)
        >       by tofu.ch.planet.gen.nz (8.9.0/8.8.5) with UUCP id PAA05509
        >       for [EMAIL PROTECTED]; Thu, 30 Sep 1999
15:48:20 +1200
        >Received: by corso.ch.planet.gen.nz (1.65/waf)
        >       via UUCP; Fri, 30 Sep 88 14:21:53 +1200
        >       for [EMAIL PROTECTED]
        >To: Dayan <[EMAIL PROTECTED]>
        >Subject: Re: 40,000 march in Melbourne to support East Timorese 
        >From: [EMAIL PROTECTED] (East Timor Independenc)
        >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] (East Timor Independenc)
        >Comments: East Timor Independence Campaign
        >Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
        >Date: Fri, 30 Sep 88 14:13:44 +1200
        >In-Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
        >Organization: PlaNet Gaia Otautahi
        >
        >Dayan,
        >
        >   Let's get one thing straight: Indonesia and apologists for the
        >   TNI lost all credibility, all right to claim fair treatment
        >   when they invaded East Timor in 1975. If anyone thought they
        >   hadn't, then the events of the last three weeks have completely
        >   removed all doubt. You and those you support have been revealed
        >   before the world as corrupt, stupid, brutal and mindless
        >   cretins. Conversely, those of us who have been saying this for
        >   the past 24 years have been proved absolutely correct. Our
        >   credibility has just been enormously enhanced - by your side's
        >   actions.
        >
        >   With that in mind, I'm writing to let you know that every time
        >   your slanderous lies pop up on the reg east-timor list, I will
        >   be writing to you directly (and off the list - there is no
        >   point wasting the time of decent people) to let you know that
        >   you should keep your mouth shut, since only lies and filth pour
        >   forth therefrom.
        >
        ===>   Also, I will be encouraging others to do the same, so that
        ===>   every time you send one message, you will eventually get
10,000
        ===>   back immediately, telling you to shut up.
        >
        >   Then it will be your choice what you decide to send to the list
        >   ...
        >
        >   You WILL be hearing from me again Dayan. Your lies and savage
        >   stupidity, not to mention your ego, demand it.
        >
        >Contemptuously,
        >
        >Joe Davies



        DAN  INI :


        >Received: from SpoolDir by PALEMBANG (Mercury 1.40); 30 Sep 99
11:13:02 +0700
        >Return-path: <[EMAIL PROTECTED]> 
        >Received: from igc7.igc.org (192.82.108.35) by
palembang.wasantara.net.id
        (Mercury 1.40) with ESMTP;
        >    30 Sep 99 11:12:49 +0700
        >Received: by igc7.igc.org (8.9.3/8.9.3) id VAA20887;
        >       Wed, 29 Sep 1999 21:03:07 -0700 (PDT)
        >Received: from tofu.ch.planet.gen.nz ([EMAIL PROTECTED]
        [202.37.112.1])
        >       by igc7.igc.org (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id VAA20822
        >       for <[EMAIL PROTECTED]>; Wed, 29 Sep 1999 21:02:56 -0700
(PDT)
        >Received: (from uucp@localhost)
        >       by tofu.ch.planet.gen.nz (8.9.0/8.8.5) with UUCP id PAA05511
        >       for [EMAIL PROTECTED]; Thu, 30 Sep 1999 15:48:32 +1200
        >Received: by corso.ch.planet.gen.nz (1.65/waf)
        >       via UUCP; Fri, 30 Sep 88 14:30:59 +1200
        >       for [EMAIL PROTECTED]
        >Comments: East Timor Independence Campaign
        >Date: Fri, 30 Sep 88 14:28:18 +1200
        >From: [EMAIL PROTECTED] (East Timor Independenc)
        >Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
        >Organization: PlaNet Gaia Otautahi
        >Precedence: bulk
        >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] (East Timor Independenc)
        >Sender: [EMAIL PROTECTED]
        >Subject: Dayan - another Leo Rimba?
        >To: [EMAIL PROTECTED]
        >
        >Dear Friends,
        >
        >   I am becoming concerned that Dayan seems to be filling the role
        >   recently vacated by Leo Rimba on this list.
        >
        >   I have a suggestion as to how to deal with him.
        >
        >   Can I ask everyone who is also concerned to write a vitriolic
        >   response directly to Dayan - not to the list - every time one
        >   of his postings appears? It's quite easy, just "reply" to the
        >   posting and it will go directly to him.
        >
        >   If he gets 100 or 1,000 messages every time he posts, he won't
        >   continue to post for long!
        >
        >Yours sincerely,
        >
        >Joe Davies


        * Gunadarma Mailing List
-----------------------------------------------
        * Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
        * Langganan    : Kirim Email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
        * Berhenti     : Kirim Email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
        * Administrator: [EMAIL PROTECTED]

* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke