Cerita singkat Computer Club Nacht.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Malam ini saya nongol lagi ke acara Computer Nacht (seperti tahun lalu)
tapi tahun ini tidak ada acara Linux khusus, tetapi saya tetap ingin
datang sebab acaranya memang menarik. Apalagi temen-temen pendukung TIM
PANDU yang di Jerman juga ingin bareng nonton acara CCNacht ini, walau
ticketnya cukup berharga mahal sekitar 36 DM.
Acara dimulai jam 9.00 saya dan istri serta Eka (sobat kecil saya) sudah
melaju ke Paderborn sejak jam 4.30 dengan naik kereta. Sampai di rumah
mbah dukun@nakula, hidangan telah tersedia dan makan malam dulu. Di sana
telah menunggu Abe (biologiwan dosen Undip yang juga Linuxer), Kang Dadan
(dosen IPB urusan hama serangga pemelihara Linux di notebook-nya, cak Rubi
(dosen ITS yang juga mulai menyentuh Linux), bli Made (sebentar lagi
penyandang gelar Doktor Mesin dari ITS), dan satu lagi Putu (dosen IKIP
Bali yang menghapus harddisk dan Windows OEM-nya untuk diinstal Linux).
Tetapi cak Rubi, dan bli Made tidak ikutan, sedang kang Dadan harus segera
kembali ke Hannover.
Singkat cerita kita berangkat ke Museum HNF (museum komputer yang katanya
terbesar di dunia). Saya langsung masuk dengan membawa print-printan
email dari Public Relation HNF, dan mendapat kartu Pers, rekan-rekan
lainnya menyusul masuk. Sampai di ruangan, sudah ramai, kamera
bersliweran, acara ini disiarkan Live, baik melalui TV (statasiun WDR),
radio maupun Web stream), jadi bisa dikatakan era multi media dalam
broadcasting.
Dapat Pers Information Kit, dan mulai baca-baca acara dan stand, ternyata
ada Microsoft (dg Windows 2000), SuSE (dengan 6.3-nya), Vobis (dengan
Corel Linux), Ulead, dan masih banyak, dan juga termasuk Universitas
Paderborn, dan museum yang dibuka untuk pengunjung.
Tahun ini CC-Nacht berfokus pada robot, pada saat yang bersamaan
dilaksanakan lomba robot antar SMA di NRW, lomba sepak bola robot antar
Universitas, dan stand robot lainnya, termasuk pemecahan record robot
cluster. Lego Mind (wow...!)
Pertama kali saya antri untuk mendapat 'kenang-kenangan'. Cukup panjang
antrian, dan di sebalah kiri antrian ada 4 buah komputer yang dipakai
demo, yaitu News online, OWL online, Video Server client, kesemuanya
memakai MS Windows (sepertinya NT Client) sebagai OS). Tiba-tiba salah
satu mesin mengalami 'BSOD - Blue Screen of Death' yang terkenal. Saya
langsung mengambil kamera dan meminta istri saya (yang tidak ikut antri)
untuk memotretnya. Beberapa orang juga mengikuti langkah ini, sebab lucu
sekali kelihatannya. Di acara sebesar CCNacht ini ternyata ada 'hang'
padahal sistem yang didemokan diharapkan merupakan sistem "masa depan"
seperti Internet Kiosk, cukup reliable. He..he.he.he
Setelah mendapat 'kenang-kenangan' saya jalan ke arah beberapa stand
produkt. Rupanya para pengunjung acara ini termasuk "bukan fans berat
MS'. Microsoft memajang Primergy Server-nya Siemens, yang memiliki 8
prosesor, dipasang Windows 2000 Enterprise server...(?) sayang sekali
tidak begitu banyak pengunjung di stand MS (tahun lalu juga seperti itu),
mungkin karena tidak ada yang 'menarik' atau 'fitur yang baru' sehingga
orang banyak yang lewat saja di depannya, dan malah lebih banyak yang
tertarik dg PRIMERGY-nya dibanding dengan Windows 2000-nya (termasuk
saya,.. sembari membayangkan andaikata primergy ini dipasangi
Linux...tentu...wuzzzh..wuzzzh). Atau mungkin juga pengunjung Jerman
lebih menyukai "barang made in Jerman"....he.h.ehe
Kebalikan dari stand MS, presis di seberangnya adalah stand SuSE yang
memajang 2 PC sederhana dengan SuSE 6.3 dan sudah barang tentu Boneka
Penguinnya. Tempat ini selalu ramai dijaga 2 orang yang selain 'penjaga
stand' mereka menguasi hal teknis (bukan model SPG yang cakep tapi kalau
ditanya.. jawabannya.. menggelikan..). Saya perhatikan dari jam 9.00
sampai jam 4.00 pagi stand SuSE ini tidak pernah sepi. CD Evaluation pun
habis dibagi. Saya tidak sempat mampir ke SuSE tapi melanjutkan ke
lainnya. Padahal saya pengen mampir ke stand SuSE sekedar ngobrol dan
menjelaskan situasi "pricing" di Indonesia.
Di sebelah stand SuSe ada stand SUN sempat ngobrol dengan orang Sun
(rupanya dari kantor SUN di Hamburg) dan mempertanyakan lisensi
StarOffice, ternyata mudah, dan bolehkan diletakkan di ftp-site suatu
kampus. Saya sendiri lagi berusaha agar para mahasiswa mendapat kemudahan
DAN LEGALITAS untuk mendapatkan CD StarOffice ini. Bukan kah ini suatu
solusi yang menarik bagi orang Indonesia, suatu aplikasi Office GRATIS dan
LEGAL.
Stand lainnya yang menarik adalah Vobis dengan CoreLinux-nya lumayan orang
yang datang cukup rame, CoreLLinux ini merupakan suatu distribusi Linux
yang mudah sekali untuk diinstal. Di sebelah SuSE ada stand embedded
controller yang digunakan sebagai web server, tidak terlalu istimewa,
karena dengan Linux pun bisa dibuat seperti itu. (saya tahu beberapa
alumni Gunadarma terlibat project seperti ini.h.e.he.)
Di pojokan ada pojok musik, ada guitar, synthesizer dsb, Ternyata itu
adalah stand Steinberger pembuat Cubase aplikasi Music Composer, yang
menyediakan fasilitas Internet Music Video, jadi didemokan proses membuat
music via Internet. Saya jadi gatel pengen main music.. tapi inget umur..
dan aliran music-nya yang jedug....jedug....jedug.. membuat saya segera
kabur dari pojok itu. Tapi saya jadi punya idea untuk mengubah motherboard
temen saya yang tak bisa digunakan dg keyboard, sebagai sound module
(dengan Linux khan nggak harus ada keyboard, jadi install di mesin lain,
pindahkan hard disk.. dan siiiip).
Di ruang yang sama, ada juga stand House of MP3, yaitu Fraunhofer
Institut(lupa nulisnya bener atau salah), yang mengembangkan coding ini.
Ada juga stand pengenalan sidik jari (dikerjain oleh mbah dukun sehingga
sistemnya tidak bekerja). Ini menunjukkan teknologi yang sudah OK untuk
orang Jerman belum tentu bisa bekerja untuk orang Indonesia 8-) disitulah
perlunya fleksibilitas dan keterbukaan suatu produk teknologi yang dipilih
untuk digunakan. Dan beberapa vendor lokal (Jerman). Memang pameran di
Jerman ini selalu cenderung menonjolkan vendor lokal ketimbang vendor
luar, (kecuali CEBIT).
Dari ruang utama kami jalan-jalan ke museum dan turun lagi (cerita museum
kapan-kapan saja.. karena akan panjang sekali). Terus kami nonton sejenak
panggung, rupanya lagi ada pertunjukkan demo software untuk belajar
Hip-Hop... dan dilanjutkan juga acara selingan musik. Jadi acara CCNAcht
ini walau merupakan acara 'berbobot' tetap banyak kandungan hiburannya
yang bikin nggak ngantuk.
Ke bagian Universitas Paderborn banyak demo berbagai robot, di lantai
bawah ada pertandingan sepak bola robot antar uni, di lantai dua ada
pemecahan robot kluster dan berbagai robot lainnya. Antara lain robot
anjing keluaran Sony.. yang cukup pintar bermain bola, LEGO Mindstorm,
yang menampilkan robot yang bisa memanjat (wah ini bikin ngiler sayang
harganya masih mahal, satu set Lego 499 DM, dan yang paling murah adalah
modul Android seharga 199 DM... istri saya sudah protest ketika tahu saya
pengen beli mainan ini..he.he. maklum salah satu hobby saya adalah ke toko
mainan).
Di salah satu pojok ada demo robot yang berbentuk naga, robot tersebut
akan mengambil beberapa bola, dan melakukan gerakan otonomous. Si
presenter menerangkan konsep kerjanya dan lain sebagainya lalu tiba
giliran demo. Ternyata robot berjalan tetapi ketika sampai saat melakukan
gerakan otonomous dia diem... Ternyata program kurang tepat, lalu si
presenter akan meng-upload program kembali. Dan komputer utama mulai akan
meng-upload, ternyata komputer mereka hang, karena Ethernetnya problem.
Wah ternyata komputer mereka harus di REBOOT dan karena sistem operasi
yang mereka gunakan adalah Windows NT Workstation maka proses reboot akan
cukup lama.... Penonton sebelah saya tertawa tidak habis-habisnya...
mungkin dia membayangkan andai kondisi ini terjadi di situasi kritis.
Dari ruangan sana saya masuk ke lomba robot antar siswa SMA menarik mereka
saling mengadu kemampuam membuat robot, dan memprogramnya (sebetulnya
robot salah satu hobby saya, yang pernah menyebabkan saya mengisi acara
hasta karya di TVRI sekitar tahun 1992-an). Saya cuma berangan-angan
kapan Mahasiswa saya bisa seperti ini, nggak usah peserta, tertarik
aja...? masih jauh sepertinya angan-angan saya....
Lelah menonton robot saya duduk di kursi kosong, orang disebelah saya
asik mengetik, dan saya intip ternyata notebooknya "powered by Linux".
Mungkin dia ingin sistem yang reliable. Sementara duduk lelah dan jam
sudah menunjukkan puluk 3 pagi, saya melihat orang bersliweran para
kemeraman, pengarah acara, penarik kabel, mereka memegang jadwal. Cukup
rumit juga membayangkan kerja mereka.. apalagi ini merupakan siaran
langsung, sehingga perpindahan antara kamera lokasi harus diperhitungkan.
Rupanya kuncinya mereka memegang perencanaan yang tepat, sehingga hal itu
bisa dilakukan dengan baik. Yang menarik lagi, mereka mengemas acara
serius ini dalam bentuk hiburan, ada dance, music, undian, padahal
materi yang disajikan cukup "berat" dan "serius". Baiknya lagi mereka
melibatkan Universitas dalam acara ini.
IMW
PS : satu hal lagi ternyata walau menjelang tahun 2000, Windows belum
reliable..he.h.h.eh.eh
===========================================================================
I Made Wiryana (0521-106 5328) Universitas Gunadarma - Indonesia
Rechnernetze und Verteilte Systeme http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made
Universitaet Bielelfeld Check my e-zine :
[EMAIL PROTECTED] http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/majalah
===========================================================================
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]