Mau dikemanakan dana Rp 110.000.000,-
Sekarang saya masuk modus berkhayal di awal Tahun 2000....
Seandainya.. pihak kampus-kampus di Indonesia yang ingin memakai program
secara legal, telah menyiapkan dana sekitar 10% dari estimasi biaya
tersebut, yaitu Rp 11.000.000,- untuk membayar MCA (jumlah ini tentu
terlalu sedikit ..he.he.), tentu kita berfikir apakah dana tersebut "sudah
pantas" untuk dikeluarkan dalam situasi ekonomi yang "serba sulit" ini ?
Memakai StarOffice, KLyx, Ted dll adalah salah satu pilihan lainnya yang
tidak perlu mengeluarkan dana, dan merupakan solusi lainnya. Tetapi ada
juga solusi alternatif lainnnya lagi...
Nah misalnya tetap akan dikeluarkan dana...(daripada menuh-menuhin account
bank universitas tersebut, atau sekolah atau departement yang besangkutan
he.he.he)
Bukankah ada alternatif yang lainnya (saya tidak bilang ini lebih baik
atau lebih buruk)..
- Dana tersebut dikumpulkan (misal ada 10 sekolah atau department yang
ingin memakai
program secara legal jadi total dana yang dapat diserap MCA adalah Rp
110.000.000,-) (ini estimasi minimal)
- Lalu dilakukan "penawaran proyek ala RUT (Riset Unggulan Terpadu)"
kepada Universitas, konsultan, kelompok developer, untuk
pembuatan program atau solusi. (artinya si programmer atau developer
mengerjakan program ini dengan dibayar sebesar Rp 110.000.000 tersebut.
- Program yang dibuat dapat memanfaatkan proyek Open Source yang ada
(sehingga dapat dimanfaatkan lebih cepat, tidak harus mulai dari
scratch). Dan hasilnya dibuat tetap Open Source, sehingga semua sekolah
dan Uni dan pengguna di Indonesia dapat memanfaatkan.
(sebagai contoh bisa mengambil dari KOffice sebagai dasar, AbiWord,
Xess, dan lain-lain). (tunggu artikel saya khusus aplikasi perkantoran)
- Penawaran ini dapat juga dilakukan bukan untuk membuat program saja,
tetapi menawarkan dana Rp 110.000.000,- kepada pihak yang membuatkan
modul agar program Open Source lebih mudah digunakan, misal modul
pelatihan, modul buku, penterjemahan dll. Sehingga program tersebut
dapat lebih cepat dimasyarakatkan dan mudah digunakan.
Apa point positif dari alternatif ini :
- Dana yang dikeluarkan tidak "lari" ke luar negeri. Artinya akan
lebih banyak berputar di dalam negeri. (MCA tentu akan menyebabkan
lebih dari 50% akan lari ke LN)
- Memberikan kesempatan kerja kepada tenaga kerja lokal, baik dosen,
alumni, mahasiswa. untuk mengembangkan software, tutorial, materi,
dll.
- Membutuhkan dana lebih sedikit, karena hasil dari Rp 110.000.000,-
itu tidak saja DINIKMATI oleh 10 Institut yang mendanai, tetapi juga
oleh SEMUA MASYARAKAT INDONESIA....wow... misal Uni di daerah yang
kurang mampu. Jadi yang "kaya" membantu yang "miskin". Universitas
di daerah seperti Irian Jaya, akan menerima cipratan dari dana yang
dikeluarkan Universitas di Jakarta (secara tidak langsung terjadi
aspek desentralisasi "kenikmatan" .he.he.he)
- Dengan membantu proses development aplikasi Open Source, nama developer
Indonesia akan mulai didengar...dunia 8-)
Kelemahannya :
- Mungkin pihak sekolah yang ingin mendanai, MERASA konsep ini kurang
POPULER dan TIDAK BISA DITERAPKAN
- Mungkin pihak-pihak yang ingin mendanai, MERASA "wah kalau gitu
saya rugi, karena pihak lain dapat menerima manfaat". Padahal kalau
melihat salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu PENGABDIAN
MASYARAKAT .. ini adalah salah satu BUKTI nyata dari hal tersebut.
- Di Indonesia belum ada developer yang mampu mengembangkan solusi
(ah.. masa sih.. saya yakin koq.. orang Indonesia pinter-pinter).
OK... cukup segitu dulu modus khayalan Rp 110.000.000,-
IMW
===========================================================================
I Made Wiryana (0521-106 5328) Universitas Gunadarma - Indonesia
Rechnernetze und Verteilte Systeme http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made
Universitaet Bielelfeld Check my e-zine :
[EMAIL PROTECTED] http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/majalah
===========================================================================
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]