Assalamu'alaikum Wr. Wb. Sumber : http://www.republika.co.id/2001/24/15715.htm <http://www.republika.co.id/2001/24/15715.htm> Dalam Islam, Fundamentalis bukan Teroris dan Anti-AS JAKARTA -- Makna fundamentalis dalam Islam berarti bersedia melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran dan Sunah Nabi secara konsisten. Fundamentalis bukan berarti teroris yang, umpamanya, anti-Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu diungkapkan Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) Ahmad Soemargono dalam peluncuran bukunya Saya Seorang Fundamentalis, di Jakarta, Sabtu malam (22/1). Secara tegas ia mengaku fundamentalis karena melaksanakan nilai-nilai Islam secara konsisten. ''Fundamentalis berarti melaksanakan nilai Islam mulai dari dasar secara konsisten, sehinga pandangan bahwa Islam menakutkan tidak benar. Justru ajaran Islam bersikap toleran dan membawa rahmat bagi umat manusia dan seluruh alam,'' katanya. Meski Soemargono sering dicap 'fundamentalis', tokoh dari berbagai kalangan justru hadir dalam peluncuran bukunya. Mereka antara lain Taufik Kiemas (suami Wapres Magawati), rohaniawan Katolik Frans Magniz-Suseno, Kabakin Letjen TNI Arie J Kumaat, Kapolda Metro Jaya Nugroho Djajoesman, mantan Mentrans AM Hendropriyono, mantan Menaker Fahmi Idris, anggota DPR dari FPDI-P Sabam Sirait dan Roy BB Janis, Yasril Ananta Baharuddin (FKP-DPR), dan cendekiawan Muslim Dr Nurcholish Madjid. Buku setebal 155 halaman yang disunting Adian Husaini itu berisikan lima bab dan 26 tulisan Soemargono tentang tantangan yang dihadapi umat Islam di Indonesia. Menurut Soemargono, anggota DPR dari Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB), peluncuran bukunya itu dimaksudkan untuk memasyarakatkan makna fundamentalis secara benar. Yakni agar seorang Islam bersedia melaksanakan ajaran agamanya sesuai nilai Alquran dan Hadis. ''Kata fundamentalis bila dilihat dari kacamata Barat memang tampak menakutkan dan seram. Namun ilmuwan politik John L Esposito mengartikan, antara lain, orang yang menghendaki agar kembali pada kepercayaan atau dasar agama,'' kata Gogon, sapaan akrab Sumargono. Dengan demikian, lanjut Soemargono, bila ia atau anggota KISDI menentang minuman keras, melawan sekuralisme, menentang pelarangan jilbab, memprotes ketidakadilan ekonomi, dan menentang penindasan terhadap umat Islam dikatakan fundamentalime, itu terserah saja. Soemargono mengatakan ia sering mendapat finah dari kalangan yang tidak senang terhadap sikap konsistennya melaksanakan nilai-nilai Islam. Umpamanya, ia dituding sebagai provokator atas sejumlah kerusuhan di masyarakat. Padahal itu tidak benar. Ia menegaskan KISDI mengarahkan para anggotanya agar tak melakukan kekerasan, membuat fitnah atau sebagai provokator kerusuhan. Doktrin dalam KISDI, kata Soemargono, agar warganya melaksanakan nilai-nlai Islam secara benar. Yakni, sikap toleransi dan mengajak perbuatan baik dan mencegah hal-hal yang melanggar ajaran Islam. Dr Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang berpidato dalam peluncuran buku itu menyampaikan penghargaannya atas konsistensi sikap Soemargono dalam melaksanakan nilai-nilai Islam. Ia juga menghargai sikap Soemargono yang mengaku sebagai fundamentalis yang tak seperti pengertian dari Barat, yakni teroris dan anti-AS (Barat --Red). ''Saya tidak khawatir atas pengakuan Ahmad Soemargono sebagai seorang fundamentalis karena seseorang yang mengaku apa yang dituduhkan orang lain justru tidak benar,'' kata Cak Nur. Menurut Cak Nur, fundamentalis dalam arti menegakkan kembali nilia-nilai dasar Islam secara konsisten akan menjadikan seorang lebih toleran, daripada orang yang menyatakan sikap toleran tetapi tidak konsisten sehingga dapat menghancurkan diri dan umatnya. Dia memberikan contoh, umat Islam di Timur Tengah yang melaksanakan ajaran agama Islam secara konsisten, mereka justru memiliki sikap toleransi yang besar terhadap umat lain. Tak berbeda dengan Soemargono dan Cak Nur, rohaniawan Romo Franz Magnis-Suseno mengatakan fundamentalisme Islam bukanlah teroris atau identik dengan hal-hal yang berbau kekerasan. Menurutnya, fundamentalisme Islam yang diartikan sebagai gerakan terorisme merupakan hal yang tidak perlu terjadi dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Romo Magnis, pengarang banyak buku Filsafat, menegaskan fundamentalisme jauh dari hal-hal berbau kekerasan, luapan emosi, atau tindakan semena-mena dari satu kelompok agama. Sedangkan teroris, tandasnya, tetap teroris. ''Teroris tidak bisa dikatakan sebagai fundamentalis. Sementara, fundamentalis tetap fundamentalis yang tidak ada kaitannya dengan terorisme,'' jelas Romo Magnis. Oleh karenanya, Romo Magnis mengaku sependapat Soemargono soal pemahaman fundamentalisme Islam. Menurutnya, tak masalah fundamentalisme diartikan sebagai orang yang mendasarkan kehidupannya pada agamanya. ''Kalau itu yang dilakukan, memang seharusnya begitulah kehidupan beragama itu.'' Soemargono, papar Romo Magnis, telah memberikan sumbangan berarti terhadap konsistensi kehidupan beragama. Soemargono, jelasnya, memberikan pengertian bahwa fundamentalisme karena dia hidup berdasarkan pada ajaran agamanya. ''Bukan sebagai seorang teroris atau pembuat rusuh.'' Hanya saja, terhadap penggunaan kata fundamentalis ini, Romo Magnis yang juga pengarang buku Pemikiran Karl Marx, mengingatkan agar hati-hati menyertakannya dalam setiap pembicaraan. ''Fundamentalis juga memiliki makna yang berbeda pada lain orang,'' tegasnya. Dan menurutnya, itu juga akan punya arti berbeda dalam pengertian siapa yang mengartikannya. Istilah fundamentalis, jelas Romo Magnis, bermula dari penentangan ajaran Kristen di Amerika terhadap Teori Darwin (ilmuwan Charles Darwin --Red) soal evolusi makhluk hidup. Menurut ajaran Kristen, katanya, Teori Darwin bertentangan dengan apa-apa yang diajarkan Kitab Suci. ''Terhadap mereka yang berpegang teguh pada ajaran agama disebut sebagai fundamentalis,'' jelasnya.n erd/ant Wassalamu'alaikum Wr. Wb. Hudiantoro * Gunadarma Mailing List ----------------------------------------------- * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id * Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
