Hmmm .... tulisan ini seperti tulisannya narrow-minded person instead of an
open-minded person.

Maaf bukannya saya pro-Made, tapi walaupun ada beberapa tulisan made yang
saya tidak setuju, saya yakin tujuannya adalah untuk memotivasi kita semua
untuk tidak sekedar menunggu tapi juga berinisiatif demi kemajuan ilmu
pengetahuan (atau memasyarakatkan Linux?).

Kenapa musti muak dengan kelebihan orang lain? kenapa tidak menjadikan itu
pemacu semangat? Saya tidak melihat kesan sombong atau pongah dari
tulisan-tulisannya Made. Contoh-contoh yang diambil saya kira cukup
relevant, dan semuanya bertujuan untuk memotivasi dan membakar semangat kita
semua terutama mahasiswa Gunadarma (dalam hal ini para asisten TI).

Saya salut dengan kemauan Made untuk menulis di MILIS ini. Saya yakin waktu
yang diluangkan Made untuk MILIS ini cukup banyak. Coba anda lihat ada
berapa dosen Gunadarma yang mau meluangkan waktunya untuk MILIS ini. Saya
sendiri pernah menjadi dosen di Gunadarma dan merasakan kurangnya dukungan
rekan dan atasan terhadap ide-ide baru yang kurang bersifat profit-oriented.
Satu hal yang tidak saya miliki dan saya kagumi dari Made adalah kemauannya
untuk merubah keadaan dan merangkul mahasiswa untuk "maju".

Nah buat saudara siapapun-namanya-anda yang mengaku open-minded, cobalah
anda melihat kelebihan orang lain sebagai motivator untuk "maju".

Don't be intimidated by a person's success. Try to learn from it.




> -----Original Message-----
> From: Open Minded [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, February 16, 2000 4:10 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [GUNADARMA] Tantangan saya .... was Re: [GUNADARMA] Ternyata
> KITA "MAU" berubah
>
>
> saya terketuk melihat tulisan Pak Made tentang hal
> ini.
> maaf..sekali lagi maaf...
> sebelumnya terus terang saya angkat topi untuk anda
> dalam hal Linux dan Open Source, namun dalam seminggu
> ini saya melihat isi mail dengan subject diatas
> membuat saya muak(maaf) dengan tulisan anda yang
> berlebihan terutama dalam hal membanggakan diri
> sendiri...
> saya tau ini adalah milis dimana kita bisa bebas dan
> bertanggung jawab dalam menyuarakan pendapat kita...
> tapi apa yang anda kemukakan menurut saya berkesan
> sombong sekali...memang anda memang cerdas...tapi
> jangan dengan kecerdasan itu membuat anda PONGAH..
>
> Untuk mengubah suatu tidak dapat dalam sekejab Pak,
> segala sesuatu butuh process...anda harus menyadari
> hal itu...memang ini juga merupakan proses...
> mungkin bisa diibaratkan anak kecil(walaupun kita
> bukan anak kecil), untuk awalnya kita tidak bisa
> memaksakan dia untuk memakan makanannya sekaligus 1
> piring penuh...tapi dengan menyuapinya
> sedikit-demi-sedikit dan lama kelamaan nantinya dia
> bisa untuk menghabiskan seluruh makanan yang tersedia
> di dalam piring tersebut...kalo dipaksa...ntar makanan
> tsb malah nggak mau dimakan lagi sama dia...:) bahkan
> nantinya dia bisa untuk menghabiskan 1 piring berisi
> makanan tanpa harus disuapi.
>
> Saya rasa dalam mensosialisasikan Linux ke masyarakat
> kita jangan menggunakan metode sodok secara paksa,
> tapi dengan cara dan metode yang bertahap, itu tadi
> orang nggak bisa disuru makan satu piring yang
> diameter 10 cm terisi penuh makanan dalam 1 kali
> makan...tapi bertahap...
> iya...iya saya mengerti Pak Made sering sekali
> menyuapi dalam hal Linux ini...tapi tolong....jangan
> memuji diri sendiri Pak(tanpa memuji kami tau
> koq)...canggung kami mendengarnya...
> semoga dengan thread ini tidak membuat mereka-mereka
> yang ingin belajar Linux menjadi mundur...tapi malah
> semakin ingin maju(seperti saya)...itulah linux dengan
> Open People-nya pula...berbagai suku...dan berbagai
> sifat dan kebiasaaan...
>
> Memang banyak orang pintar tapi sedikit yang bijaksana
> Saya percaya Pak Made bukan termasuk orang yang
> seperti itu.
>
>
> Sayonara,
>
>
> ---
> Let's Open Source With an Open Heart.
>
>
> -----forwarded message------------------------
>
> On Sat, 12 Feb 2000, Ady Permadi wrote:
>
> > Satu dari kita malah pernah meminjamkan komputer
> pribadinya sebagai
> > server untuk LABTI karena keterbatasan alat Pulang
> malem ? dikunciin ?
> > lompat jendela ? SERING !!!! Harddisk, Memori, TV
> Tuner, MPEG Card,
> > CD, Buku2x, banyak tuh yang disumbangin untuk LAB.
>
> Saya rasa hal itu adalah wajar..8-) (periksa cerita
> saya tentang kegiatan
> di sini)... saya berbicara seperti ini karena memang
> "pernah mengalami hal
> yang sama". (kalau anda bilang sering pulang malem..
> saya pernah 3 bulan
> nginep di Kampus Margonda 8-)"
>
> Saya saja di sini membawa 3 komputer saya, berikut
> CDROM Writer dan
> lain-lain juga 1 hub high-speed.. hanya untuk research
> saya.. kenapa tidak
> saya lakukan di rumah.. karena saya ingin berdiskusi
> dengan rekan lainnya,
> sharing, dan menularkan ilmu ke yang lain.
>
> > Banyak yg kita ingin tambah, seperti yg bapak
> sebutkan, TAPIIII...
> > balik lagi ada tapinya kita(LABTI) hanya praktikum
> penunjang kalau
> > tidak ada dalam kurikulum ya tidak akan jalan. Toh
> sudah ada (pernah)
>
> Tapi...? mengapa tidak ada "bentuknya".. seperti yang
> saya sebutkan di
> posting terdahulu...  kalau memang kita memiliki suatu
> "semangat" ingin
> belajar, dan inovasi.. kita nggak pedul.. apakah
> praktikum ini nantinya
> hanya jadi penunjang atau tidak.
>
> (sepengetahuan saya hal ini masih minim... dengan
> tingkat informasi saat
> ini yang jauh lebih mudah diperoleh, tentunya hasilnya
> harus lebih
> banyak). FYI.. saya adalah orang yang mendorong lab TI
> pakai Linux untuk
> praktikumnya saat itu lagi "kebingungan" pakai
> compiler apa.  Dan perlu
> diketahui saya "TIDAK BERTUGAS DI LAB TI" .  Pada saat
> itu juga saya sudah
> memberikan masukan untuk praktikum lainnya.,
> (sebetulnya bisa saja saya
> bilang . gua kagak peduli.. toh gua bukan di Lab TI.
> tapi hanya karena
> faktor pernah menjadi asisten yang mendorong saya
> bertukar pikiran).
> Saya cerita kembali jaman saya menjadi asisten (bukan
> nostalgia lhoo....)
> sebagai asisten kita merasa "ingin melakukan sesuatu
> hanya karena
> penasaran".  Kita mencoba develop sesuatu, tulis
> menjadi modul, (sukur
> kalau jadi dipakai praktek, kalau nggak juga nggak
> apa-apa).. bikin
> penelitian dan presentasikan jadi paper.  (maaf sampai
> saat ini koq saya
> belum mendengar adanya paper dari asisten Lab TI yang
> ke seminar tingkat
> nasional...8-)".
>
> Nah jadi yang perlu di"dorong" itu adalah semangat
> pribadi dahulu.
>
> Berdasarkan pengalaman saya biasanya para asisten
> mengajukan usulan yang
> "belum matang"... (detail silahkan kontak saya
> pribadi).  Sehingga baru
> terbatas pada "saya ingin....." tentang bagaimana
> detail perencanaam,
> bagaimana "kontrolling" dsb-nya belum tertulis pada
> saat pembuatan usulan.
>
> (Kalau memang tertarik bagaimana menyusun usulan dan
> dokumen yang detail
> bisa saya berikan contohnya....8-) Memang tidak mudah
> membuat perencanaan.
>
> > Para asisten LABTI yg sekarang pun mungkin banyak
> ide2x yg ingin
> > dikembangkan tetapi mentok oleh kebijaksanaan dari
> pihak kampus. Dan
> > mungkin banyak juga yg tidak ingin menjawab/menulis
> pertanyaan bapak,
> > ya karena hal yg sama.
>
> Saya bukan menyalahkan atau menganggap kurang.. tapi
> seharusnya bisa
> lebih.  Dengan tingkat "kemudahan akses informasi"
> seperti sekarang ini,
> akses peralatan tentunya hasil yang diharapkan harus
> lebih baik.  Bila
> sama artinya itu kurang.
>
> Sekali kita sudah merasa "puas" sulit kita akan
> berkembang.
>
> > kalau saya sudah mendengar dan kalau bapak bisa
> menjadikan LABTI
> > sebagaimana LAB yang seperti bapak
> inginkan/impikan.. saya SALUT
> > pak... bener.. SALUT.. sumpah SALUT !!!!!!!!
>
> Yang bisa membuat hal seperti itu ya.. assisten dan
> mahsiswanya sendiri
> bukan saya...
> Justru itu saya TANTANG para asisten TI kalau memang
> MAU dan MAMPU.  Yook
> kita develop suatu modul praktikum (misal ttg Sistem
> Operasi, based on
> Linux,.. sampai ke detailnya kernel, file system,
> dll).
> Juga untuk praktikum lainnya.
>
> Langkah awal :
>
> 1. Kita bikin distribusi Linux khusus untuk praktikum
> (misal based on
>    disk)
>
> 2. Kita bikin materi baru apa saja yang dimasukkan.
> (misal cryptografi,
>    paralel komputer dll)
>
> 3. Kita develop materi praktikumnya. (misal jadi modul
> bukunya, materi
>    program yang dipakai, uji coba dll)
>
> Kalau memang anda-anda itu ada yang mau dan mampu..
> tentunya berani
> "melayani" tantangan ini.    Kalau toh sekolah tidak
> memberikan hasil
> positif tentunya ada pihak lain yang dapat
> memanfaatkan hasil ini (misal
> ada PT yang mau memakai Linux sebagai materi
> praktikumnya).  Hitung-hitung
> anda telah menyumbangkan ilmu anda bagi orang banyak.
> Kita letakkan semua
> modul yang dikembangkan ini dalam suatu "situs"..
> tersedia online... nama
> anda diketahui... nah bagaimana
>
> Tapi kalau anda memang hanya bertipe "menanti surat
> tugas dan fasilitas"
> tentunya... akan memiliki 1001 alasan untuk tak
> melakukan hal itu. 8-)
>
> Saya sendiri bisa bicara seperti ini, karena lebih
> suka membuktikan dengan
> hasil kerja.... daripada menunggu sekolah (dosen,
> mahasiswa, insitusi)
> yang berubah, ataupun lingkungan yang berubah.
> Daripada berkeluh
> kesah...ini/itu mending langsung dikerjakan.
>
> Maaf kalau terasa terlalu "sombong"
> IMW
>
>
>
>
>
> * Gunadarma Mailing List
> -----------------------------------------------
> * Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
> * Langganan    : Kirim Email kosong ke
> [EMAIL PROTECTED]
> * Berhenti     : Kirim Email kosong ke
> [EMAIL PROTECTED]
> * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
> http://im.yahoo.com
>
> * Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
> * Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
> * Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> * Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
>
>


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke