On Wed, 3 May 2000, adjie wrote:
> walaupun beragam bukan berarti ngga ada standar baku-nya donk
> nah menurut anda sendiri, metode apa yang sering di jadikan acuan
> dalam sistem pen-dokumentasian ini, kemudian buku-2 itu dapat dicari
> dimana, mungkinkah ada dokumentasi on-line...??
Ada berbagai standard untuk dokumentasi ini (tergantung tujuan dan
pekerjaan serta badan yang menstandardkan).
Rata-rata tidak tersedia online, dan cukup "mahal" untuk mendapatkan.
Kebetulan saya punya beberapa standard, IEEE, IEE (ini Inggris), DIN,
terus standard misalnya untuk High Safety System, dll. Sayangnya tidak
online. Kecualai yang untuk "Security Computer" bisa dibaca di www.bsi.de
(IT Baseline)
Jadi dokumentasi pada prinsipnya "standard" sesuai dengan kebutuhannya.
Misal organsiasi itu ingin "compliance" dg IEEE maka dia akan menganut
gaya dokumentasi IEEE, dsb.
> Nah, saya pikir saatnya sekarang musti dimulai "better late than Not"
> yang jadi masalahkan kan sekarang orang jerman udah duluan
> dan kita baru mulai, tapi ngga masalah donk.
Memang tidak masalah, tetapi gaya "dokumentasi" yang kita pakai tidak bisa
kita "contek" pleg dari dokuemntasi orang Jerman atau USA atau negara
lainnya. Kita sendiri harus mendefinisikan "standard dokumentasi".
Jerman dan USA bisa dikatakan sangat berbeda gaya dokumentasi-nya (Jerman
lebih pada document flow, USA lebih kepada data flow).
> wah kalau soal pembuatan arsip sich saya juga dari dulu udah punya
> bahkan piagam-2 saya waktu TK sampai sekarang juga tersimpan dengan
> baik dan Rapih, mungkin benar menurut Om Made, kultur sangat mempengaruhi
> terutama budaya keluarga.
Betul... tetapi rata-rata bagaimana 8-) ? Di sini kita bicara secara
rata-rata dalam pengelolaan dokumentasi di masyarakat.
Sebagai contoh, masih sedikit Universitas yang memiliki STANDARD PENULISAN
SKRIPSI atau REFERENSI. Sehingga mahasiswa mencoba mengira-ngira
bagaimana format skripsi, (ada sih tapi nggak detail), atau bagaimana
membuat citasi.
Untuk perbandingan bisa diliat standard di "bekas" universitas saya :
http://www.cowan.edu.au/research/refguide/refguide.html
Masih sedikit Uni yang menerapkan standard "penulisan" seperti ini. Oh
iya kebetulan Uni saya itu tergolong "Alot" dalam standard penulisan.
Jadi kalau submitt tugas pemrograman, dokumentasi buruk nilai bisa
dipotong sampai 40%-50%
> saya setuju dengan anda tidak harus dengan Word, mungkin kita bisa gunakan
> apa aja yang ada.
Tidak bisa "apa saja yang ada" lho.. nanti akan terjebak ke situasi yang
sama lho...
Justru untuk urusan dokumentasi ini harus difikirkan matang-matang, karena
usianya "harus lama" dan harus "mudah dicari ulang"
> memiliki "Document processing system" yang mendukung proses pengarsipan
> dsb. (di Jerman lumayan banyak persh yang menjual software ini..)
> =========
> hmmm ada yang GPL ngga...???
Rata-rata harus dikustomisasi. Baru baca artikel di CT ada persh bikin
Document Processing System, pakai Tcl, Perl, dan tool standard koq.. 8-)
Di pakai di persh penerbitan di sini. Sebetulnya memanfaatkan SGML (dg
front-end) tentunya.. ini bisa jadi perangkat bantu dokumentasi yang
powerfull.
Sayangnya sebagian orang lebih suka "mengetik dokumentasi" dengan "word
processor"
IMW
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]