I Made Wiryana wrote:

> On Fri, 26 Jan 2001, Ari Manaen wrote:
>
> > > > Enak juga jalan-jalan ya 8-)
> >
> > iya sih enak jalan2x, makanya mau jadi kayak 'bule2x'
> > itu ah, yang kerjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ngumpulin duit
> > eh trus dipakai traveling :-)
> > tapi kayaknya susah yah selama dollarnya masih tinggi :-)
>
> Nggak juga Ri.. saya perhatiin cuma tingkat prioritas.. Mereka itu irit
> mati-matian (pagi makan 1 roti, siang makan 2 pisang, malam makan 1 roti,
> minum air putih doang). , hidup pas-pasan (ruimahnya aja paling cuma 2
> kamar ukuran kecil, padahal jabatannya udah lumayan untuk Indonesia).
> Mobil nggak punya, baju biasa aja... (kalah ama bajunya mahasiswa
> Indonesia 8-).

Tapi unsur daya beli uangnya memang berpengaruh juga, soalnya makan sandwich
1,5 sudah bergizi guede lagi, susu kotak kecil 30 cent juga dpt, apalagi
kalau cuma makan roti sepotong doang wah bisa ke bulan tuh. Kita makan 2000
perak cuma nasi sayur sama es teh. ( asumsi perbandingan 1 dollar= 1 ribu
rupiah dalam komposisi antara gaji dan pengeluaran )

Gaji tukang ketik 1 jam 5 pound di UK, disini belum tentu dpt 5 ribu....di
Singapur 800 dollar, di jkt 400 ribu...tapi dengar2 pengusaha kita tidak
mampu bayar gaji lantaran catutan yg tinggi


> Tapi memang ngumpulin duit buat traveling.. pas udah libur, langsung
> traveling ke mana-mana

Dan org sana jumlah cutinya sangat banyak, di UK ada company yg nawarin cuti
18 hari / tahun ditambah libur akhir tahun Natal ( musim dingin ) 1 minggu
lebih, plus tiap 1 th masa kerja naik jumlah cutinya 1 hari sampai batas
tertentu, itu untuk fresh graduate.

Kita rata2 12-14 hari jumlah cutinya, tapi dinegara2 lain memang sih jarang
ada Idul Fitri libur..nggak namanya THR, ada enaknya ada nggaknya

> Jadi mungkin cuma masalah "mana yang penting":  di sini anak muda lebih
> bangga cerita pernah travel ke "sini situ", ketimbang punya baju/tas "ini
> itu", atau punya mobil "ini itu".
>
> IMW

Mengenai mobil memang bener, mereka nggak terlalu mikir mobil soalnya naik
bis juga enak...naik trem juga enak. Tapi kalau pakaian disana memang
kualitas rata bagus, nggak seperti di kita ada baju dari 10 ribu sepotong
sampai 1 juta sepotong. Saya sendiri melihat orang yg kerja kayaknya jas-nya
juga itu2 aja dan mereka juga memang cuek

Ade


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke