Salam sejahtera...

Surat di bawah ini juga saya kirimkan ke satu milis lain.

Kopernikus (1473-1543) dikenal sebagai salah satu penggagas heliosentrisme, sebagai 
pembaruan terhadap geosentrisme yang diyakini dinyatakan secara terbuka oleh Ptolemeus 
(~100-178). Selama 13 abad, pendapat Ptolemeus mendapatkan sokongan dari Vatican, 
karena sejalan dengan penafsiran dari Alkitab bahwa Bumi dan segenap isinya secara 
khusus diciptakan oleh Sang Pencipta. Dengan demikian, diyakini bahwa manusia adalah 
satusatunya makhluk berakal yang ada dalam semesta ini, yang tentunya juga diwarnai 
olehDan kemudian datanglah 'pencerahan', yang menduga bahwa sejak semesta 'dilahirkan' 
-sekitar 15 miliar tahun silam, menurut teori Dentuman Besar (Big Bang)- telah ada 
peradaban yang lebih dulu ada sebelum dan atau selain manusia. Hal ini mencapai 
puncaknya ketika terjadi penampakan berbagai BETA (benda terbang asing, atau 
"unidentified flying object" alias UFO) yang kebanyakan dilaporkan di wilayah Amerika 
Serikat. Tak kurang mendiang eksobiologis Carl Sagan menyatakan dukungan ini, walau 
dengan pernyataaD

Masih ada beberapa alasan yang ia sampaikan, namun satu hal yang menarik bagi kita : 
bagaimana jika ternyata memang Manusialah ras tertua di alam ini ? Pernahkah kita 
berpikir bahwa kita telah dianugerahi kehormatan untuk memberikan suluh bagi makhluk 
lain berperadaban yang lahir sesudah Manusia ? Bukankah para rasul dan nabi tertera 
dalam catatan sejarah sebagai utusan Sang Pencipta untuk memberikan jalan yang harus 
kita tempuh ?

Tapi...bagaimana dengan hasil-hasil penemuan oleh Wernher von Braun ? Juga Thor 
Heyerdhal ? Mengenai patung-patung di Kepulauan Paskah (Easter Islands), 
lukisan-lukisan aneh di gua-gua di Peru ? Epik Gilgamesh ?

Mungkinkah kenabian (prophecy) terjadi bukan hanya di Bumi ?

Kalau saja Hawking benar -dan Kopernikus keliru, karena telah secara 'kejam' 
melontarkan manusia dari pusat semesta- maka betapa banyaknya yang harus kita lakukan. 
Amat banyak. Kita harus melupakan "Star Trek : First Contact", karena tidak akan ada 
ras Vulcan yang membantu kita melakukan penjelajahan alam semesta. Tidak ada Borg, 
juga Vorlon dan Barin. Yang ada adalah Manusia, berjuang sendiri -benar-benar suatu 
kehormatan- untuk memulai hubungan antarpenghuni alam, dimulai dengan mendatangi 
mereka, mendManusia memang tidak dapat hidup hanya dengan berfilosofi seperti ini, 
apalagi adanya monopoli di Indonesia oleh si (*&^^%#!!@ dan si (*^$#$@@!^, juga adu 
'kepintaran' antar'elite' kita. Namun mungkin dari forum ini kita bisa saling 
menyiapkan diri, untuk meneruskannya pada keturunan kita, sampai akhirnya suatu saat 
pekerjaan itu dimulai. Atau, "Ah, ini porsinya AS..." ? 

Pendapat Anda akan amat bernilai bagi kita semua.


Dayan
di Palembang


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke