Nimbrung OOT nih,
Saya sebagai orang awam, merasa heran masih saja ada orang dengan sengaja 
maupun tidak sengaja (mungkin karena sama2 awam) sehingga mengirimkan 
posting yang berbau2 khilafiyah atau malah provokasi SARA dengan mengangkat 
tema yang sangat direkayasa.
Saya bukan orang Jawa aseli dan mungkin rekan2 yang lain akan dengan hati 
panas membaca posting ini akan memberikan tanggapan yang keras melawan 
pernyataan bahwa masakan gudeg adalah haram.
Tapi sepengetahuan saya tentang masalah per-gudegan ini, jelas2 tertawa 
terbahak2 dengan alasan bahwa warna kecoklat2an yang ada pada sayur nangka 
yang dimasak menjadi masakan gudeg adalah berasal dari darah ayam yang 
ayamnya ditusuk lehernya. Terlalu dibuat2 dan sangat memberi kesan buruk 
kepada khususnya orang Jawa. Padahal warna kecoklat2an itu adalah 
disebabkan oleh gula merah yang ditambahkan sebagai bumbu sehingga menjadi 
manis rasanya. Saya kira akan jelas2 lebih haram masakan gudeg apabila 
bahan2nya didapat dengan uang dari berjudi, korupsi, atau merampok.
Singkat kata, waspada terhadap siapa saja yang ingin memecah belah 
persatuan dan kesatuan bangsa! Ini jelas lebih laten daripada sekedar 
"kompor mengompori" massa pada masa kerusuhan yang lalu.
Mendingan kita ber"kompor-mengompori" supaya orang2 pake software Open 
License deh! :)

At 10:53 PM 1/26/2001 -0800, you wrote:
-----------------8<---------------8<--------------------8<---------------
>Subject: FW: [civil90] Gudeg yogya "haram" ????
>
>KEHALALAN GUDEG JOGYA
>
>Dengan ringan si  penjual menjawab bahwa sudah biasa bagi penjual/bakul
>Gudeg Yogya bahwa setiap ayam yang dimasak untuk gudeg, ayam tersebut 
>tidak disembelih, tetapi ditusuk dengan besi di bagian lehernya.
>Sedang darah yang keluar ditampung dan nantinya dicampur dengan santan 
>untuk dicampur dengan gudek itu.

-----------------8<---------------8<-------------8<----------
Salam,

Agung Kus Sugiharto
"Just an ordinary newbie..."


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke