On Tue, 25 Jun 2002, Mashendri wrote: > Nerima langsung jadi itu ngak selalu jelek kok, yg penting bisa > modifikasinya (memberi nilai lebih) & yg puaaling penting bisa > ngejual-nya... :))
Kembali lagi kepada pertanyaan 1. Apa yang dimodifikasi (sejauh mana dimodifikasi= 2. Bagaimana lisensi untuk memodifikasi 3. Ketika banyak menjualnya sebetulnya berapa prosen pertambahan nilai dalam negeri yg dilakukan (inget industri mobil yg banyak komponen importnya itu, walau banyak laku, tapi secara makro malah bikin "rugi") Dari si penjual mobil sih untung aja > - hyundai (korea) juga nyontek mesin mazda, sekarang malah jadi saingan-nya > mazda & ford. > - china juga nyolong teknologi nuklir-nya amrik, ini sangat ngirit dari pada > mereka harus riset sendiri. > (cuman amrik-nya yang kebakaran jenggot / muarah-muaarah buanget) > - china juga beli jadi pesawat tempur Rusia (Sukhoi 27) + license-nya, > sekarang dia buat pesawat sejenisnya. > > Dan unt tahu teknologi apa dibelakang-nya kita ngak harus mulai dari dasar, > bisa juga dari yang udah jadi, baru masuk ke dalam-nya. Mungkin agak berbeda, China, Korea, Jepang, India adalah negara yg sudah mantap pengetahuan dasarnya (Math, Budaya tulis) sudah maju di sana (Silahkan check paper-paper IEEE penuh dengan nama 3 kata9: Researcher dan mahasiswa mereka tidak "ngotot" ada fasiltias baru riset. Sehingga riset "teori" banyak dilakukan. Dengan dasar pengetahuan teori ini jelas mereka tidak sulit mengadaptasi teknologi baru, atau mencontek. Indonesia `????? malu ah ngomongnya IMW * Gunadarma Mailing List ----------------------------------------------- * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id * Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
