kayaknya ISP dialup yang kerja sama dg telkom bakalan ketar ketir nich tapi iconpln itu mau nggak mau harus pake bandwidth yang gede banget bayangin aja 2-4 megabps itu juga aku gak tahu share atau gak share.
> Coba buka liat di http://www.iconpln.net.id situs resminya... > cuma disitu link untuk pendaftaran belom bisa di access : ( > > Gue pribadi juga salah satu orang yang lagi nunggu perkembangannya nih > Kalo ngak salah baru beberapa rumah di daerah duren III > yang jadi percobaan.... CMIIW > > > Berikut info yang gue dapet dari milis lain dan beberapa info > tambahan tentang "Powerline Technologies ditches phone lines for > electrical network" > (kalo tertarik bisa di baca) > > > ========================================= > >>Gue baru baca informasi dibawah ini. >>Adakah rekan2 yang tahu perkembangan selanjutnya dari >>IP over Electricity ini di Indonesia? >>Apakah Icon+ sudah mendapatkan ijin penyelenggaraannya? >>Dan bagaimana kira2 tanggapan dari pihak TELKOM sendiri? >>ketinggalan ngak sih gue ? > >> > Ada info menarik.. sekaligus kabar gembira buat >> > rekan-rekan yang kalau udah balik ke tanah air >> > langsung "menghilang" dari peredaran milis. Penyebab >> > utamanya bisa jadi karena buat online perlu biaya >> > banyak, apalagi pulsa telpon kita yang mirip argometer >> > taksi. >> > >> > Nah, aliran listrik itu sesungguhnya dapat digunakan >> > untuk menjadi "carrier" (pembawa) sinyal informasi >> > dan data. Karena data itu sendiri dapat dikonversi >> > dari format digital menjadi analog. >> > Itulah yang kemudian dikenal sebagai PLC (Power Line >> > Communication), yaitu menggunakan jaringan kabel >> > listrik untuk komunikasi dan transmisi data. >> > >> > Saat ini PLN sudah berhasil menerapkan teknologi ini >> > untuk melakukan koneksi internet di 20 rumah di >> > Jakarta, hasilnya...wuushh...sekali klik..langsung >> > muncul deh web-nya... mau surfing atau browsing 24 jam >> > sehari juga nggak masalah.. dan nggak perlu pusing >> > dengan tagihan telpon lagi.. Dan PLN akan punya bisnis >> > baru sebagai ISP dengan teknologi ini. Dalam waktu >> > akan dibangun 400 sambungan via PLC, ayo buruan >> > daftar.... >> > >> > Berikut dibawah ini saya sertakan info dari rekan di >> > PLN Jakarta mengenai hasil eksperimen di 20 rumah di >> > daerah Duren Tiga Jakarta.. >> > >> > Internet via Saluran Listrik itu benar, dimana salah >> > satu anak perusahaan PT PLN mengelola ISP dan jaringan >> > fiber optik yang tergelar sepanjang pulau Jawa (dari >> > Banten sampai Jatim). >> > >> > ------------------------------------------- >> > >> > "Kabel Listrik Fungsinya Bukan Hanya untuk Menyetrum" >> > >> > TIDAK terbayang kenyamanan yang dirasakan Ratna >> > Paramitha (15), pelajar kelas tiga SMA III Jakarta >> > yang dipanggil Mira, dia bisa mengakses Internet >> > dengan cepat dan bebas hambatan. Selain itu, dengan >> > teknologi jaringan telepon kabel tersebut, dia bebas >> > mengakses Internet tanpa menutup peluang jika ada >> > telepon yang akan masuk. >> > >> > Apa yang dirasakan Mira, merupakan kelebihan yang >> > nyata dari jaringan telepon melalui kabel listrik yang >> > dimiliki PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang >> > menghubungan dari rumah yang satu ke rumah yang lain. >> > Sayangnya sambungan tersebut baru dirasakan 20 >> > keluarga karyawan PLN di Perumahan Karyawan PLN Duren >> > Tiga Jakarta. >> > >> > "Pokoknya selamat tinggal Telkom deh untuk berinternet >> > ria," ujar Mira singkat ketika ditemui sedang aset di >> > depan komputer. Bagi pelajar putri itu, sejak tahun >> > lalu dia bebas mengakses Internet, tanpa melalui >> > saluran telepon yang disediakan PT Telkom. >> > >> > Padahal, semula teknologi tersebut kurang ditanggapi >> > karena banyak peminat yang ragu-ragu, takut kesetrum >> > dan merasa belum aman. Namun, kini para pengguna jasa >> > yang diselenggarakan anak perusahaan PLN, PT Indonesia >> > Comnets Plus (Icon+), dapat dinikmati benar kemudahan >> > yang tersedia. >> > >> > Icon+ adalah perusahaan yang sejak awal didirikan >> > untuk mendukung perkembangan teknologi telekomunikasi >> > dan informasi mutakhir. Icon+ dapat menyediakan >> > kelebihan kapasitasnya untuk memenuhi permintaan akan >> > jasa jaringan atau bandwidth yang lebih besar dan >> > cakupan area lebih luas dengan memanfaatkan right of >> > ways. >> > >> > Kehadiran Icon+ khususnya bagi keluarga besar PLN >> > terutama yang tinggal di Jawa-Bali, dapat menekan >> > penggunaan pulsa telepon dari Telkom. Keluarga >> > PLN yang tinggal di Jakarta tidak perlu memikirkan >> > pembengkakan rekening tagihan telepon setiap bulan, >> > meski harus berbicara ngalor ngidul interlokal. >> > >> > "Mau ngobrol 24 jam juga tidak masalah, yang penting >> > lampu tidak padam. Anak saya meski sekarang main >> > Internet tidak pernah berhenti, ya tidak masalah >> > wong cuma menambah beban listrik yang nilainya paling >> > maksimal Rp 10.000 setiap bulannya, dibanding sebelum >> > ada saluran telepon dengan memanfaatkan arus listrik," >> > kata Ny Adi, penghuni perumahan PLN itu mempromosikan >> > kecanggihan teknologi alat komunikasi via arus listrik >> > itu . >> > >> > Ny Adi menuturkan, sejak dioperasikannya telepon dari >> > aliran listrik itu tahun lalu, anak-anaknya makin >> > sering chatting (ngobrol via Internet) dan >> > surfing (menjelajah situs Internet) dengan leluasa. >> > >> > "Sebelumnya, menggunakan Internet sangat dibatasi >> > karena di rumah ini hanya tersedia satu line telepon >> > yang dipasang Telkom. Sekarang dengan kehadiran >> > Icon+, penggunaan Internet dibebaskan saja, toh tidak >> > membebani pulsa telepon dan tidak mengganggu telepon >> > yang masuk atau keluar," kata perempuan asal >> > Yogyakarta itu. >> > >> > Menurut ibu dari empat anak remaja itu, penggunaan >> > Internet oleh putra dan putrinya untuk mencari >> > informasi sekolah, baik di dalam maupun di luar >> > negeri serta mencari katalog buku dan barang-barang >> > yang diproduksi di luar negeri. >> > >> > Pemakaian Internet melalui arus listrik mempunyai >> > keunggulan yakni lebih cepat diakses dibanding jika >> > melalui konvensional dan jelas lebih murah karena >> > hanya mengandalkan arus listrik. Fasilitas itu dapat >> > dipakai di seluruh ruangan selama ada jaringan listrik >> > milik PLN. Pengguna cukup mencolokkan kabel telepon ke >> > stop kontak listrik menggunakan powerline >> > communication (PLC). >> > >> > Selain untuk Internet, mereka biasanya mengunakan >> > bercakap dengan keluarganya di luar Jakarta, tetapi >> > masih komunitas keluarga besar PT PLN. Jika PLN >> > membuka sambungan di kota-kota lain, maka pengguna >> > yang berada di Jakarta akan bisa saling berhubungan >> > dengan pengguna di kota lainnya. >> > >> > Enaknya, percakapan itu juga bebas pulsa dan jernih. >> > Nomor telepon yang dipakai pun hanya tiga sampai lima >> > digit. Jika sudah terbuka di kota lain, bahkan untuk >> > bercakap keluar kota atau interlokal tidak perlu >> > menggunakan kode area sebagai tanda bayarannya lebih >> > mahal karena interlokal. >> > >> > Adanya teknologi via kabel listrik juga membuat >> > pengguna tidak takut dengan ribut-ribut kenaikan tarif >> > telepon. Untuk Internet, pengguna cukup membayar >> > biaya langganan per bulan ke provider, sedangkan biaya >> > pulsa, tidak perlu pusing-pusing lagi. >> > >> > Selama setahun digunakan, pengguna di Perumahan PLN >> > belum pernah mengalami alat bermasalah. Semua lancar, >> > kecuali jika listrik padam yang berarti terputus pula >> > jaringan telepon. Dalam memanfaatkan Internet, tidak >> > perlu takut putus di tengah jalan saat asyik chatting >> > atau surfing. >> > >> > Adanya alat itu membuat seluruh anggota keluarga yang >> > lain tetap dapat menggunakan saluran telepon dari >> > Telkom meski ada anggota keluarga yang tengah >> > berinternet. Selain itu, tidak perlu ada tambahan >> > kabel yang artinya mengurangi keruwetan kabel di >> > rumah. >> > >> > Jadi, kalau pemerintah mengizinkan Icon+ melebarkan >> > sayap untuk menggarap pelanggan umum, bukan hanya >> > keluarga besar PLN, bukan mustahil suatu saat >> > masyarakat terutama yang kesulitan menjadi pelanggan >> > Telkom, ramai-ramai memasang peralatan telekomunikasi >> > sendiri di rumahnya. Apalagi dengan memanfaatkan >> > aliran listrik dalam berkomunikasi, tidak ada istilah >> > biaya pulsa telepon membengkak karena terlalu banyak >> > penggunaan telepon. >> > >> > Paling banter pengguna Internet secara terus-menerus >> > hanya mengalami peningkatan penggunaan arus listrik. >> > Meskipun menurut Icon+ kenaikan daya listrik yang >> > dipakai pelanggannya tidak terlalu signifikan, karena >> > memang relatif kecil. >> > >> > Kini 20 keluarga yang sudah menikmati jaringan telepon >> > ini, sudah tidak sabar menunggu rencana PLN untuk >> > mencoba membuka 400 sambungan baru tahun ini. Sebab >> > dengan tambahan sambungan baru sebanyak 400 unit, >> > berarti berhubungan tidak perlu hanya di antara 20 >> > keluarga itu. >> > >> > Lucunya, banyak ibu-ibu di Perumahan Duren III yang >> > sudah bertanya-tanya dan tidak sabar menunggu, kapan >> > di daerah lain dapat disambung jaringan telepon >> > serupa. Maklum, mereka punya banyak kerabat di daerah >> > lain, karyawan PLN sering berpindah-pindah kota atau >> > keluarga yang lain masih ada hubungan keluarga yang >> > dekat. (TIA/BOY/ETA) > > > > BERITA HARIAN "BISNIS INDONESIA" (mei 2002) > JAKARTA (Bisnis): Indonesia Comnet Plus dalam waktu dekat belum > berencana mengoperasikan layanan telepon berbasis jaringan listrik > milik PT PLN, kendati ujicoba teknis telah berhasil dilakukan. > > Waluyo Nugroho Harjowinoto, presiden direktur Indonesia Comnet Plus > (Icon+), mengatakan anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) > yang bergerak di bidang telekomunikasi tersebut telah melakukan ujicoba > teknologi komunikasi telepon melalui jaringan kabel listrik. > > Ujicoba teknologi yang biasa disebut DPLC (distribution power line > carrier), menurut Waluyo, telah dilakukan untuk 20 saluran telepon > internal milik PLN. > > "Ujicoba kami lakukan sejak sekitar dua bulan lalu dan terbukti > kualitas pengiriman suaranya cukup bagus," ujarnya kepada Bisnis > kemarin. > > Meskipun demikian, lanjut Waluyo, untuk bisa diluncurkan sebagai > layanan telekomunikasi kepada publik dalam skala luas, masih perlu > banyak > pertimbangan termasuk biaya bagi pelanggan, kesiapan peralatan, serta > regulasi. > > "Memang secara teknis infrastruktur broadband ini sudah bisa > dioperasikan tetapi untuk diluncurkan kepada publik harus > dipertimbangkan apakah harganya bisa bersaing dibandingkan teknologi > telepon konvensional," ujarnya. > > Saat ini, lanjut Waluyo, Icon+ tengah mengadakan pembicaraan dengan > vendor DPLC guna memungkinkan tercapainya nilai ekonomis baik dalam > pembangunan infrastruktur maupun peralatan bagi pengguna akhir. > > Waluyo tidak bersedia mengungkapkan vendor peralatan DPLC, namun dia > mengakui ada pembicaraan dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia > (Inti) dalam penyiapan peralatan. > > "Kalau kami mengarah pada upaya manufacturing maka PT Inti merupakan > salah satu yang paling dipertimbangkan," ujarnya. > > Penyediaan peralatan yang diharapkan, kata dia, bisa berupa > infrastruktur jaringan maupun handset untuk end user. > > "Hal tersebut tergantung sepenuhnya pada kesiapan PT Inti," ujarnya. > > Soal Lisensi Masalah lain dalam meluncurkan layanan telepon publik, > kata dia, berkaitan dengan lisensi yang dimiliki Icon+. > > Menurut dia, Icon+ belum mengajukan lisensi sebagai operator telepon > meskipun kini telah mengantongi izin sebagai penyelenggara jaringan > tetap tertutup serta penyelenggara jasa Internet (ISP). > > Sedangkan kemungkinan untuk meminta lisensi sebagai penyelenggara voice > over Internet protocol (VoIP) atau Internet teleponi untuk publik, > menurut Waluyo, tergantung kepada pemerintah. > > Bisnis yang dilakukan Icon+, kata dia, kini ditekankan pada > optimalisasi jaringan telekomunikasi milik PLN bagi sarana > telekomunikasi dan akses multimedia. Infrastruktur lain yang dikelola > berupa menara dan tiang listrik di seluruh Indonesia yang mendukung > akses telekomunikasi ke pelosok daerah. > > Saat ini sudah ada perusahaan penyelenggara jasa multimedia yang > memanfaatkan tiang listrik PLN di Jawa Barat dan Jakarta untuk > transmisi data. > > Icon+ juga mengelola jaringan serat optik di Jawa yang terdiri atas > empat lokasi di Banten, 11 lokasi di DKI Jakarta, 17 di Jawa Barat, 12 > di Jawa tengah, dan 14 di Jawa Timur. Jaringan pita lebar serat optik > ini memiliki 110 node dengan panjang seluruhnya mendekati 1.300 km. > > Waluyo menambahkan Icon+ kini tengah mengadakan pembicaraan dengan PT > Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, serta Ratelindo untuk memanfaatkan > infrastruktur yang dimilikinya. > > "Intinya kami ingin mengotimalkan infrastruktur berkapasitas besar yang > tersedia," tambahnya. > > Keberadaan jaringan optik Icon+ tersebut memang banyak diminati para > penyelenggara jasa telekomunikasi dan Internet. > > Beberapa pengelola warung Internet juga menyatakan berminat menggunakan > jaringan Icon+ tersebut untuk mengembangkan layanan warnet berbasis > jaringan broadband. (swi) > > ============================================== > > Powerline Technologies ditches phone lines for electrical network. By > David Lawlor > February 21, 2001-It's the age-old battle of Alexander Graham Bell > versus Thomas Edison--using new-age technology. > > The Internet is streamed out to millions of homes using telephone > lines. And up to now, in the Internet Age, Bell has edged out his > inventive > counterpart. > > Bell one, Edison zero. > > But Powerline Technologies, a subsidiary of PowerTrust and [EMAIL PROTECTED] > Communications Ltd., has just completed successful U.S. field tests of > new technology that transmits broadband services over the existing > power grid infrastructure to homes and businesses, the company says. > Chalk one up for Edison. > Powerline Technologies completed its trials over power lines utilizing > both overhead and underground power lines, says Sean Collins, vice > president of Powerline Technologies. The trials showed the technology > could transmit broadband communications over the low and medium voltage > power lines--like those found in residential neighborhoods. The > Internet data would enter the home or office through a box plugged in > to an electrical outlet. The box has an Ethernet port that can then be > connected to the computer. > Using the power lines instead of phone lines would allow customers to > bypass such services as DSL or other high-speed Internet access. This > means that people living and working in areas where DSL service is not > available could still receive high-speed access. The new method is > faster than both DSL and cable modems, Collins says. > The technology has already been adopted in Europe where a commercial > service is available in Germany and soon to be available in Spain, > France, and Italy. The next step in courting the U.S. market, Collins > says, is to offer select users service for a trial period. Then, > Powerline Technologies must contract with each local electricity > service provider to gain access to the power lines in any given area. > The idea of sending Internet data using the existing power grid has > been around for a few years, says Linda Byus, a utility analyst for > Dresden Kleinwort Wasserstein. She says while the concept is sound, the > technology to make power grids a viable alternative has yet to fully > develop. "It sounds like a great idea," she says. "It would optimize > the [power] lines already in place and eliminate the need to build > extra lines, which should save on costs." > Sidebar: As of June 2000, 70 percent of U.S. zip codes reported the > presents of high-speed Internet service subscribers, compared to 59 > percent at the end of 1999 > > ----- Original Message ----- > From: "Farhat" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Wednesday, July 17, 2002 10:10 AM > Subject: [GUNADARMA] internet dengan PLN plus > > >> Hallo Semua, >> Ada yang tau ngak tentang PLN Plus ? >> koneksi internet lewat jaringan listrik, >> seberapa bagus sih diterapkan di indonesia ? >> dan apa keuntungan dan kerugian nya dibanding via kabel >> biasa. >> >> kalo ada yang tau informasinya boleh dong bagi2. >> >> >> Thanks. >> >> Farhat. > > > > > ========================== > JerryPeter > [#ICQ 112470060] > [[EMAIL PROTECTED]] > [www.ruangkecil.org] > [e-komunitas groupkecil] > > > * Gunadarma Mailing List > ----------------------------------------------- * Archives : > http://milis-archives.gunadarma.ac.id > * Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] > * Berhenti : Kirim Email kosong ke > [EMAIL PROTECTED] * Administrator: > [EMAIL PROTECTED] ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id * Gunadarma Mailing List ----------------------------------------------- * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id * Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
