On Fri, 19 Jul 2002, yuli sudianarto wrote:

> tapi aku ada orang pernah ngobrol, seorang ibu orang indonesia dan
> suaminya orang amrik. katanya malah di amrik sono internet dg kabel
> listrik tidak laku alias ditinggalkan karena ya itu tadi: noise dan
> jika yang arisan banyak aksesnya jadi lambat banget berarti mirip
> kabelvision yang kalo siang lambretta.
> 
> tapi di sana tiap rumah udah di fasilitasi pake adsl dg 2-4 mbps u/ tiap 
> rumah. Nah looooo
> 

Saran saya jangan patokan USA mulu soal teknologi 8-) Heran di Indoensia
kalau lagi bicara teknologi, aturan koq kayaknya LN itu cuma ada USA,
aja.. (termasuk kalo nonton pelm.. LN = USA)..he.h.eh padahal masih banyak
lainnya yg maju, misal Skandinavia (soal wireless), Eropa Timur (soal
kriptografi dan speech processing), dll

Di Jerman malah udah lama (BTW mungkin tekhnologi yg dipakai di USA adalah
model PLC yg lama), karena persh yg ngembangin teknologi baru adalah yg di
Swiss, dan Israel.

Memang RWE (ISP di Jerman yg nawarin Internet via listrik)  yg punya
problem finansial (pasca krisis dotcom) karena persaingan dg ISP lainnya
dan RWE (ISP yg jualan Internet via listrik) pindah kepemilikan.  OH ya
saingain Broadband di Jerman khan lebih ketat ada ADSL, XDSL (via ISDN),
Satelite, via Kabel, dll

Tapi kalau soal kualitas via listrik sama dg via ADSL, saya udah
ngerasain.. koq

IMW


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke