hmmm
kayaknya perlul dibikin mechanisme aduan nich untuk dosen-2 yang malas 
ngga dateng ngajar
atau malah nyambi  kerja di tempat lain sambil ngajar,yaa semacam dosen 
watch gitu kan mahasiswa juga punya hak tatap muka dengan dosen, karena 
dia sudah bayar SPP dan ngga butuh dapet photocopy tanpa penjelasan 
mengenai isi photocopynya tersebut. 

Dan alasan yang paling klasik dosen adalah kalau ngajar gajinya kecil, 
jadi dibalik aja kalau gajinya kecil yah jangan mau jadi dosen. Menurut 
seorang Teman Baik saya yang juga dosen di Gunadarma, saat ini banyak 
sekali dosen Gunadarma yang Opportunis cuma cari predikat dosen 
Gunadarma tapi berbekal itu ngobyek di luar bukan atas nama Kampus tapi 
pribadi, kemuadian banyak dosen yang dpt beasiswa dari Gunadarma 
setelah dapet beasiswa lalu lupa sama yang ngasih beasiswa tak ubah spt 
kacang lupa sama kulitnya, saran saya kalau mau maju sudah saatnya lah 
temen-2 Mahasiswa teriak-teriak mengenai dosen spt ini, dan dosen yang 
ngajarnya ogah-ogahan dan opportunis di tiadakan dari Gunadarma.

memang sudah saatnya dosen Gunadarma punya wajib komitmen yang kuat utk 
ngga cuma ngajar tapi juga "belajar" dari apa yang dia dapat berikan ke 
mahasiswanya, walaupun saya percaya masih banyak dosen Gunadarma yang 
full ngajar di setiap semester walau presentasinya ngga sebera, tapi 
dosen seperti ini yang harus di selamatkan, terus giman donk lembaga 
kemahasiswaan yang ada mbok tolong ini di perhatikan, jangan cuman 
bikin acara Band Kampus terus donk..


regards

Adjie
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, October 30, 2002 11:34 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [GUNADARMA] ISO 9002 Re: [GUNADARMA] fwd:Re: [GUNADARMA] 
pelecehan nih...!

Kita sih jangan bandingin dengan ISO 9002, terlalu jauh dengan mental 
para
dosen Gunadarma, karena banyak dosen yang ngajar sebagai sambilan, dalam
satu semester ada yang masuk cuma 2 kali ( 1 Kali mau UTS satu kali mau
ujian dengan membawa fotocopy an bertumpuk2 , atau baca bab 1 s/d 8 
untuk
UTS, bab 9-16 untuk UAS), Dosen yang begitu bukan cuma 1, apalagi dosen
malam



----- Original Message -----
From: "I Made Wiryana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, October 30, 2002 6:54 AM
Subject: Re: [GUNADARMA] ISO 9002 Re: [GUNADARMA] fwd:Re: [GUNADARMA]
pelecehan nih...!


> On Mon, 28 Oct 2002, Issotyo P.B.S wrote:
>
> > > > tool seperti ISO 9002 sebagai panduan boleh juga.
> > > BTW ISO 9002 tidak berkaitan dgn "Kualitas lulusan"
> > > 8-)
> >
>
> > Benar... saran saya memang bukan merujuk pada kualitas lulusan, tapi
> > kualitas manajemen gunadarma. Untuk masalah "kualitas kelulusan"
> > (dengan kutip), sudah saya ilustrasikan dengan point nomer 3 pada
> > akhir email saya. Yaitu sebagian besar tergantung pada mahasiswanya
> > sendiri.
>
>
> Sayangnya orang sering membandingkan "Kualtias Universitas" bukan 
kualitas
> "manajemen universitas" tersebut tetapi lebih kepada kualtias 
"Lulusan"
> (tanpa melihat apakah mahasiswa yang masuk, serta bagaimana proses
> pelaksanaan pendidikannya)
>
> Bila kita melihat kepada proses bisa-bisa nanti kaget.. PTN top malah
> berada di bawah "PTS". (bila mengacu kepada proses penyelenggaraan
> pendidikan, bukan sekedar kualitas lulusan.
>
> FYI : saya pernah kuliah di PTN dan jadi dosen PTS 8-), dan juga jadi
> asisten dosen di LN.
>
> > > Kalau nggak percaya, baca aja ISO 9002 itu apa
> >
> > Sederhananya, memastikan semua hal terdokumentasi
> > dengan baik, jadi memang belum memasuki area perbaikan
> > proses ;-) Untuk perihal proses, itu ISO yang lain
> > lagi :D
> > Ada masukan lain ?
>
> ISO 9002 lebih berkonsentrasi pada "proses" bukan produk.  Dan menurut
> saya lebih cocok kepada manufacturing stuff atau proses layanan yang
> relati tidak begitu "dinamis" (termasuk kriteria kualtias, metoda
> ukurannya relatif sudah well established). Bahkan buat software saja 
masih
> dipertanyakan kemampuannya dalam menggambarkan kualitas proses
> pengembangan perangkat lunak.
>
> Standard seperti ISO ini memfokuskan pada control, auditiability,
> verification/validation dan process improvement. ISO 9002 merupakan 
Model
> utk jaminan kualitas dalam produksi, instalasi dan layanan. Jadi tidak
> termasuk Customer Requirement, Product Development. Ditailnya dari
> beberapa standard ISO
>
> Customer    Product      Production    Inspection  Instal   
Maintenance
> Requirement Development                  and                  and
>          Test                Service
>
>                                       |-- 9003---|
>                         |--------9002 
----------------------------------|
>     |-------------9001--------------------------------|
>
>
> > dengan tepat, bisa menguntungkan semua pihak. Oh ya ISO disini saya
> > sebutkan bukan karena "latah" meniru institusi pendidikan lain yang
> > menerapkan tools tersebut, cuma sebagai masukan saja. Bagaimanapun
> > juga, kampus Gunadarma sendiri adalah unit bisnis bukan ?
>
> ISO 9002 sendiri saat ini sedang dalam proses digantikan oleh 
standard yg
> lebih baru
>
> Sebetulnya bebricara mengenai kualitas pendidikan, akan berbeda dg
> kualitas proses manufacturing itu sendiri (ini kembali pada nature 
dari
> pendididikan dan definisi "kualitas" itu sendiri).
>
> IMW
>
>
> * Gunadarma Mailing List 
-----------------------------------------------
> * Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
> * Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> * Berhenti     : Kirim Email kosong ke 
[EMAIL PROTECTED]
> * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
>
>


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke