Untuk sekedar melihat dari berbagai sisi saja :
Pada prinsipnya subsidi BBM harus dihilangkan, karena kerugian/kebocoran sangat tinggi dengan adanya subsidi. Tapi sayang kondisi masyarakat tidak memungkinkan karena kebijakan pemerintah sebelumnya yg tidak sesuai.
Menurut koran, capital flight sewaktu kerusuhan 80 milyar dollar-ini yg lari ke singapur, sedangkan menurut Kwik Kian Gie kebocoran mencapai 28,4 milyar dollar AS setiap tahun.( http://www.kompas.com/utama/news/0301/22/043800.htm) Kalau memang benar ( kayaknya benar, karena nggak ada yang membantah) artinya itu sama dengan kl kebocoran pemerintah selama 3,5 tahun.
Kalau tidak ada kebocoran, berarti ada uang mengalir, dunia usaha jalan, bensin seliter 3000 nggak ada masalah. Jadi pangkalnya adlah kebocoran pemerintah, yg benar adalah kebocoran itu diatasi, dalam waktu dekat boleh ada subsidi, seiring dengan diatasinya kebocoran itu sedikit demi sedikit harga BBM di ikutkan harga pasar internasional, karena daya beli pasti naik.
Ade J Ahmad
Vietri Anwari writes:

FYI
Teman-teman sebangsa setanah air, Berikut ini adalah tulisan dari majalah TEMPO.
Tiada maksud lain selain sekedar menambah wawasan saja.
Maaf jika mengganggu.
Salam.

-----Original Message-----
From: xxx
Sent: January 23, 2003 11:01 AM
Subject: [TEMPO] -----------

Bu Presiden, Subsidi bukanlah Morfin
Presiden Megawati Soekarnoputri, subsidi minyak bukanlah morfin. Ibu tak perlu khawatir bahwa dengan mempertahankannya orang-orang miskin akan kecanduan.
<deleted>.

Dari mana dana diperoleh? Sederhana. Jika Ibu bersedia mencabut subsidi kepada pemilik bank senilai Rp 91 trilyun, Menteri Kalla akan lebih senang mendapatkan tiga kali lipat dana pengentasan kemiskinan yang dibutuhkannya.
Baik, Bu, kapan saya bisa menemani Ibu naik Metromini?
[farid gaban]
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke