Demokrasi Telepon Indonesia
Aksi Mogok Telepon 1 yang diadakan pada tanggal 1 Februari 1999 telah
mendapatkan respond balik dari pihak DPR.
Pihak DPR mengatakan akan mengadakan peninjauan ulang kenaikan tarif
telepon di Indonesia mulai bulan depan. DPR mengatakan bahwa sudah
tidak sepantasnya rakyat tidak dibebankan dengan biaya telepon yang
ditinggi dimana untuk biaya hidup sehari - hari saja sudah morat -
marit.
DPR sudah mendengarkan suara dari rakyatnya, setelah mendapatkan laporan
dari pihak - pihak terkait bahwa rakyat tidak mungkin akan dapat
membayar biaya telepon yang sudah semakin tinggi ini. [ Baru sadar pak ? ]
Akan tetapi hal ini tidak akan merintangi pihak TELKOM untuk tetap
menerapkan tarif telpon yang baru ini. Pak Nasution mengatakan bahwa
PT. TELKOM menaikkan tarif telpon guna memberikan kontribusi yang lebih
besar kepada pemerintah.
Dan dikatakan pula bahwa PT. TELKOM telah menjalankan demokrasi yang
sebenarnya. Sayangnya PT. TELKOM tidak menjalankan demokrasi yang
sesungguhnya [ menurut saya ], jika mereka ingin menjalankan demokrasi
yang sesungguhnya, seharusnya mereka berani mengatakan " TIDAK " kepada
pemerintah bahwa mereka tidak bisa memberikan kontribusi yang lebih besar
kepada mereka.
Seharusnya mereka berani mengatakan " Kami tidak ingin membebankan lagi
semua ini kepada rakyat kecil ". Jika semua ini dapat dilakukan oleh
pihak TELKOM, niscaya ini baru yang dinamakan demokrasi. Demokrasi dimana
rakyat memiliki kuasa dalam menentukan keputusan, demokrasi dimana semua
kepentingan hanya untuk kepentingan rakyat.
Saya salut dengan pihak GARUDA INDONESIA yang tidak akan menaikkan tarif
penerbangan, walaupun INACA mengatakan bahwa mereka akan menaikkan tarif
penerbangan sebesar kurang lebih 10 - 20%. Garuda Indonesia berani melakukan
hal itu " Karena mereka memiliki manajemen yang baik, dan memiliki
sense of crisis ". Jika semua perusahaan BUMN di Indonesia melakukan
hal yang sama, saya yakin kepercayaan rakyat kepada mereka akan semakin
besar, dimana hal ini tentunya akan menguntungkan semua pihak.
Jikalaupun pihak TELKOM masih tetap ingin dan terus menerapkan tarif telepon
yang tinggi ini, niscaya para pelanggannya akan semakin banyak yang
meninggalkannya. Pihak TELKOM tampaknya tidak menyadari bahwa sebagian besar
pelanggan telepon adalah rakyat kecil, yang notabene akan memberikan
kontribusi yang cukup bagi pendapatan TELKOM.
Walaupun dikatakan bahwa kontribusi yang mereka raih sebagian besar dari
kalangan atas, akan tetapi jika separuh dari pelanggan mereka mengembalikan
saluran telepon kepada mereka, tentunya hal ini akan menimbulkan kerugiaan
yang saya rasa cukup besar untuk mereka.
Salah satu pemecahan masalah yang krusial ini adalah pihak TELKOM menunda
kenaikan tarif telepon hingga keadaan mulai membaik. Tentunya untuk mendapatkan
penghasilan yang lebih dari dulu, pihak TELKOM bisa memangkas biaya produksi
dan bisa mengadakan program penghematan seperti yang dilakukan oleh pihak
Garuda Indonesia.
Jika suatu perusahaan bisa seefesien mungkin, saya rasa perusahaan tersebut
bisa bertahan di situasi macam apapun.
Hal lain yang bisa dilakukan oleh pihak TELKOM adalah dengan memaksimalkan
seluruh fasilitas yang ada, sehingga investasi tidak akan terbuang percuma.
Hindari penggunaan sarana eksternal secara berlebihan.
Dan bagi para pelanggan TELKOM, jika memang pihak TELKOM masih tetap teguh
pada pendiriaannya, yang harus anda lakukan adalah dengan menghemat pemakaian
pulsa telepon, jangan terlalu berlebihan menggunakan jasa JAPATI, Party Line,
dan fasilitas lainnya yang menerapkan tarif yang mahal.
Anda juga harus pintar - pintar untuk menghindari pemakai telepon di jam -
jam sibuk. Karena penghitungan tarif pada jam sibuk lebih mahal daripada
pada jam - jam biasa. Gunakan Internet untuk fasilitas - fasilitas yang tidak
memerlukan banyak pulsa telepon, manfaatkan email dan mailing list, kurangi
waktu untuk surfing.
Dan yang terpenting adalah anda harus mendukung "Aksi Mogok Telepon", selain
gerakan ini dapat menggugah hati TELKOM, tapi bisa mengurangi juga biaya
telepon anda.
Memang untuk gerakan " Aksi Mogok Telepon " banyak yang meragukan
keefektivitasannya, akan tetapi jika dapat saya katakan bahwa semua gerakan
tidak akan bisa terlaksana dengan baik dan sempurna jika pendukung gerakan
tersebut semuanya bersikap pesimis. Tetaplah optimis demi mendukung gerakan
ini, walaupun tentunya memerlukan waktu yang cukup lama agar gerakan ini
bisa membuahkan hasil.
Untuk mengubah sikap anda berubah dari pesimis ke optimis, sebagai contoh
buah keberhasilan gerakan ini adalah " Peninjauan kembali tarif telepon
oleh DPR yang akan dilaksanakan bulan depan ".
Satu hal yang membuat gerakan ini penting adalah " Semuanya demi kepentingan
rakyat, demi kepentingan kita semua, dan demi kebaikan kita semua ".
Akhir kata saya minta dukungan dari rekan - rekan semua atas gerakan ini,
sebarkan himbauan ini kepada rekan bisnis anda, rekan kerja anda, rekan kuliah
anda, teman - teman anda, siapa saja yang kiranya bisa membantu menyukseskan
semua hal ini.
Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.
+ Dukung Aksi Mogok Telepon 2 [ 1 & 15 Maret 1999 ]
---
system
[ http://www.hackerlink.or.id ] - Hacknews diupdate setiap hari
[ http://onshop.hackerlink.or.id ] - Dunia Linux dan accessoriesnya
http://www.hackerlink.or.id - question reality - be paranoid (?)
======================================================================
berhenti dari milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
peraturan pada milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
arsip milis ini : http://www.mail-archive.com/[email protected]