Hehehe senengnya dengar khabar Telkom and Indosat dibobol, nggak tanggung 2x Rp 400 juta.......wow keren 8-). Rp 400 juta kalo buat maen i-net sampai teler Tapi yang bobol itu orang WNA kapan kita ikuti jejaknya??? Taken from : Jawa Pos (16 Februari 1999) Telkom-Indosat Dibobol Rp 400 Juta Curi Pulsa Internasional, 4 Warga Pakistan Diamankan Surabaya, JP.- Sindikat dan jaringan pencurian pulsa international kemarin berhasil dibongkar polisi Surabaya. Empat pelakunya, yang semuanya berkewarganegaraan Pakistan sudah ditangkap petugas dan kini diamankan di kantor Imigrasi Juanda. ��Tinggal dua pelaku lagi yang masih dalam kejaran polisi,�� tegas Kapolwiltabes Surabaya Kol Bambang Sutrisno dan Wakilnya Letkol Santoso. Yang menarik, meski baru beroperasi selama 12 hari, ulah komplotan ini cukup membuat repot pihak PT Telkom Divre V Jatim dan Indosat. Bayangkan, gara-gara kejadian ini kedua perusahaan telekomunikasi milik negara ini menderita kerugian sekitar Rp 400 juta. Modus operandi pencurian pulsa ini cukup menarik. Pelaku memanfaatkan sistim tiga sekawan, yang kini sedang semangat-semangatnya dipasarkan oleh pihak Telkom. Yaitu sebuah sistem percakapan segi tiga dengan abonemen Rp 3 ribu per bulan. ��Dengan sistem tripartit dan teleconference inilah pelaku bisa berkomunikasi antarnegara di dunia,�� ujar Kapolwil lagi. Mula-mula pelaku mengontrak tiga rumah di Surabaya. Masing-masing di Bendul Merisi Permai blok D, Bendul Merisi Selatan III dan Jalan Merak IIIq. Di ketiga rumah kontrakan tersebut, komplotan ini mamasang jaringan telepon baru ke telkom. Dari sini kemudian mereka membuat telkom tandingan. ��Telkom dalam Telkom.�� Maksudnya begini, dari pesawat telepon yang berada di rumah-rumah kontrakan di Surabaya ini, empat warga Pakistan tersebut menelepon ke luar negeri. Misalnya dengan memutar SLI 001 995 ke Kuwait atau 001 663 ke Philipina. Pelaku memanfaatkan pelayanan tiga sekawan tadi. Yang curang, di negara yang dituju itu, ternyata disambungkan ke beberapa tempat fasilitas pelayanan telepon umum seperti wartel. ��Lantas, lewat operator yang berada di Surabaya ini, orang-orang yang ngantri di wartel mulai mengadakan pembicaraan dengan temannya. Bisa dengan teman sesama negara, atau negara lainnya,�� paparnya. Pengunjung wartel ini cukup banyak. Soalnya, tarifnya jauh lebih murah dibandingkan dengan tarif resmi wartel-wartel yang berada di sana. Uang hasil pendapatan wartel ini diambil oleh komplotan pelaku. Yang curang lagi, komplotan ini tidak berusaha membayar tagihan pulsa telponnya di Surabaya. Mereka memiliki rencana jahat. Sebelum jatuh tempo pembayaran telpon, mereka bersiap-siap minggat dari rumah kontrakan. Beruntung polisi lebih dulu berhasil menangkap mereka. Kalau sudah begini tentu saja yang rugi Telkom dan Indosat. Mereka tidak mendapatkan apa-apa. Keempat tersangka adalah Khalid Mahmood, Tariq Saeed, Mohammad Afin dan Mohammad Nadeem. Mereka bertempat tinggal di kontrakan yang berbeda. Tapi tugasnya sama, yaitu sebagai operator telepon untuk menyambungkan dan mengoperasikan ke jaringan internasional. http://www.hackerlink.or.id - question reality - be paranoid (?) ====================================================================== berhenti dari milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED] peraturan pada milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED] arsip milis ini : http://www.mail-archive.com/[email protected]
