At 08:43 AM 2/19/99 +0000, Muhammad Yusuf wrote:

>"Kalau saya lihat laporan keuangan terakhir masih untung. Masih untung Rp 
>500 milyar dari target Rp 1,5 trilyun. Berarti ada kemerosotan keuntungan, 
>jangan ini lalu dijadikan alasan menaikkan tarif. Dilihat dulu, kondisi 
>strategisnya lebih dominan," tegas Cacuk

Tadi pagi melihat siaran Halo Indonesia di AN-Teve (22 Feb 1999), di situ
Dirut PT. Telkom menjelaskan bahwa kenaikan tarif bukan tanggung jawab dari
PT. Telkom, melainkan hasil keputusan dari Pemerintah yang disetujui oleh
DPR, sedangkan PT. Telkom hanya berlaku sebagai "operator" yang harus
menuruti keputusan tersebut. Beliau juga menjelaskan bahwa PT. Telkom terus
meningkat efisiensinya (saya lupa angka tepat beserta tahunnya, kalau tidak
salah 2.5 % tahun 1997, 4 % tahun 1998, dan masih meningkat untuk 1999
ini), jadi dia sendiri bilang bahwa seharusnya tarif bisa turun. 

Beliau juga menjelaskan bahwa PT. Telkom hanya menyajikan data2 kepada
pemerintah (yang nanti mesti disetujui oleh DPR), sedangkan rumusan
penentuan tarif (yang sebenarnya bisa turun) ditambahkan variabel "Z",
yaitu "keadaan yang memaksa". Beliau sendiri tidak menjelaskan apa yang
menjadi Z tersebut sehingga tarif malah menjadi naik. 

Yang menjadi pertanyaan di sini adalah, apa sih faktor Z itu, sehingga
tarif yang semestinya bisa turun (itu kata2 Dirut Telkom sendiri lho) malah
jadi naik gila2-an? Dan mengapa DPR kita sebegitu mudahnya menyetujui,
walaupun faktanya tarif bisa turun tanpa Telkom merugi sama sekali? 

Kalau cara menentukan tarif seperti begini, bagaimana kita bisa percaya
dengan Pemerintah dan DPR kita sendiri? Atau mungkinkah Dirut PT. Telkom
hanya melakukan pembelaan diri dengan menyalahkan Pemerintah dan DPR? 


I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR

 http://www.hackerlink.or.id  -  question reality  -  be paranoid (?)
======================================================================
 berhenti  dari milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
 peraturan pada milis hackerlink :         [EMAIL PROTECTED]
 arsip milis ini : http://www.mail-archive.com/[email protected]
    

Kirim email ke