At 10:04 25/11/98 +0700, admin wrote:
>bisa saja ??? apalagi jika sudah melihatkan uang dalam jumlah besar....pihak
>bank akan bekerja dengan polisi lokal untuk menangkap anda...[ tentunya
>kalau ketahuan =) ].
Makanya jangan pernah , minta dikirimin barang ke rumah, atau kalau mau
nekad dikit, ubahlah nama anda, misalnya nama anda soeharto simangun,
diganti jadi Harasto Harahap gitu. !!!
Biar anda punya ALIBI yang kuat !
>
>yap...biasanya kalau untuk sewa hosting, hanya tahan 1 bulan, paling lama 3
>bulan....gunakan cc tersebut untuk registrasi software, registrasi site xxx,
>beli software yang bisa didownload, dll...usahakan jangan digunakan untuk
>sewa hosting, beli barang, dll [ yang penting jangan berorientasi kepada
>produk dalam jangka panjang ].
Apalagi sewa hosting, sebab web page yang kita buat, pasti sedikit banyak
akan mengandung informasi tentang komputer kita, atau bahkan diri kita
sendiri. Minimal web page generatornya, dsb.
>
>tidak...biasanya uang baru berpindah tangan ketika pihak penjual menagihnya
>kepada bank anda. [ sekitar 1 bulan paling lama, ketahuan apakah itu bisa
>ditagih atau tidak, kalau valid atau tidak valid 15 detik sudah cukup =) ].
Tapi kalau sekarang, sudah lebih canggih, biasanya bisa langsung, hanya
jika ternyata customer bank tadi keberatan atas tagihan, Bank bisa
mengpay-back kan transaksi tadi.
Jadi gini
Si penjual punya account di suatu bank yang bisa melayani transaksi online,
misalnya apa gitu deh (udah lupa sih soalnya), terus begitu ada orang beli
barang dia, langsung datanya yang diinput diforward ke bank, jika
diindentifikasikan betul, akan diadakan pendebetan dana ke account si
penjual, dan pihak bank penjual akan mencharge ke bank penerbit kartu tadi.
Eh nggak taunya kartunya fake, nah lho, terus ada customer bank penerbit cc
yang keberatan karena merasa tidak pernah menggunakan cc nya.
Nah jadilah bank penerbit cc akan meng-pay-back uang tadi, dan jadilah si
penjual nya rugi.........
JADI BANK ENGGAK PERNAH RUGI, JANGAN SALAH TAFSIR kalah kita pakai cc
generator yang rugi si bank atau yang punya..... tapi yang rugi adalah si
penjual.
kalau misalnya kita input data cc nya betul 100% (1 / 1.000.000.000), nah
si orang yang punya cc jelas yang dicharge, tapi kalau kita masukin datanya
asal, maka yang punya cc jelas punya alibi bahwa dia tidak melakukan
transaksi itu.
Tapi itu tergantung bank nya juga, kalau seperti CitiBank atau BII yang
setiap applier CC HARUS punya deposito dulu, maka pihak bank dengan
tenangnya tinggal mengcut tabungan si holder tiap bulan, tapi kalau banknya
tidak punya syarat macam=macam, maka si holder bisa menggelak, dengan
MENOLAK bayar tagihan banknya.
Hal ini bisa dieskploitasi, bagi hackerlink member yang beneran punya cc
beneran (valid), coba beli akses XXX ajah, tapi isi datanya entar asal ajah
misalnya :
first name : si malakadut
last name : kalo kadut maka kentut
Address : Simalungun Raya 87 A/ C 9
COuntry : Indonesia
Code post : 226290
Telephone : 371-22019
JAdi asal saja.
Tapi kalau sudah pakai SET tidak akan bisa dikerjain dengan cara seperti
itu lagi, SEBAB , datanya langsung beneran diverifikasi.
Tapi itu tergantung bank penerbit cc itu sendiri, kalau sistemnya udah
online maka bisa langsung ketahuan fake, tapi kalau tidak ?????? wah untung
di kita.
Maka dari itu, cari bank - bank yang sistemnya belum online.
BTW ada yang punya nomor untuk bank di bawah ini apa enggak ?
Bank Universal (Master Card)
BII first Card (visa dan Master)
Bank Pos (Visa)
Tamara bank (Visa)
KAlau ada yang punya , bisa apa enggak dikirim ke saya, nanti saya kasi PGP
key saya yang 2048 bits, biar aman datanya, sewaktu lagi dikirim via email
,enggak ada yang bisa nyadap.
peraturan milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
unsubscribe milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
__________________________________________________________________
http://www.hackerlink.or.id - question reality - be paranoid (?)