Ini ada berita dari PAU-Mikro...

Regards,

N1C0
Find Something Free ???
[http://www.if.ubaya.ac.id/freestuff/]

---------- Forwarded message ----------
Date: Thu, 10 Jun 1999 17:11:13 +0700
From: nwrk <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [pau-mikro] hackerlink & k-elektronik ... berita JAWAPOS.COM

Weleh ... 

http://www.jawapos.com/10jun/na10jn15.htm

Edisi Tanggal 10 Juni 1999 ...

Hacker Malang Ditantang Ganggu Komputer KPU

Malang, JP.-

Para hacker dari Malang yang tergabung hackerlink.or.id, kemarin menerima
''tantangan'' hacker lain yang tergabung dalam hacker k-elektronik yang
mengklaim sudah bisa menguasai DSN yang dipakai untuk penyimpanan data-data
hasil pemilu di KPU. ''Kalau DSN tersebut sudah diketahui dan bisa
diterobos, maka mereka (hacker k-elektronik, Red) sudah bisa memainkan
data,'' kata Robby Wijaya SKom, supervisor STIKI (Sekolah Tinggi Ilmu
Komputer dan Informatika) Malang yang aktif bergabung dalam kelompok
hackerlink, kemarin.

Menurut Robby, di Indonesia ini ada dua kelompok hacker yang saling berebut
pengaruh. Yakni, hacker yang tergabung dalam k-elektronik dan hacker yang
tergabung dalam hackerlink. Tantangan hacker k-elektronik tersebut
disampaikan kepada hackerlink melalui internet. Tantangan itu dilengkapi
kode-kode tertentu yang dimiliki KPU. 

''Saya menyampaikan masalah ini dengan tujuan agar para ahli komputer di
KPU bisa mengambil antisipasi. Misalnya, mereka segera mengubah kode-kode
yang sudah diketahui para hacker yang tergabung dalam k-elektronik
tersebut, sehingga mereka tidak bisa lagi bermain-main data yang sangat
penting itu,'' ujarnya.

Ketika ditemui kemarin, Robby yang didamping Ketua Laboratorium STIKI,
Kadwi Suharsono Skom itu, pihaknya mengusulkan agar pemerintah segera
membuat peraturan yang mengatur tentang sanksi para hacker yang merusak
program pihak lain. ''Di Amerika, para hacker yang merusak data pihak lain
sudah dianggap sebagai penjahat,'' kata Kadwi.

Menurut Kadwi, untuk melacak para hacker yang merusak program lain,
sebenarnya tidak terlalu sulit. Sebab, semua komputer mempunyai nomor,
sehingga bisa dilacak dari komputer mana para hacker yang merusak program
tersebut merusak program. ''Penyebar virus Chaer Nobyel yang bisa merusak
hard disk dan membuat heboh dunia bisa ditangkap oleh petugas AS. Padahal,
penyebar virus tersebut berada di Taiwan,'' kata Kadwi.

Bukan hanya itu, hacker yang berhasil masuk ke Pentagon, juga bisa
ditangkap. Padahal hacker tersebut berada di Australia. ''Jadi, menurut
saya, harus ada undang-undang dulu. Nanti kalau ada hacker yang merusak
program, bisa ditangkap ramai-ramai oleh para hacker lain yang tidak
jahat,'' ujarnya.

Dr Eko Ganis S., ketua laboratorium komputer STIE Malangkucecwara yang
ditemui kemarin langsung mencoba melacak kode-kode yang dikeluarkan hacker
k-elektronik tersebut. Ternyata kode-kode tersebut memang benar kode KPU.
''Tapi, meski sudah tahu kode-kodenya, namun belum tentu hacker
k-elektronik tersebut bisa mengacak data yang ada di KPU,'' kata Ganis.

Sebab, kata Ganis, untuk bisa mengacak data KPU, masih harus mengetahui log
in dan password. ''Kalau hanya mengetahui kode-kode saja, belum tentu bisa
mengacak. Apalagi pengamanan data di KPU ektraketat,'' ujarnya.

Menurut Ganis, dirinya sejak pemilu Senin lalu, selalu berada di depan
komputer untuk memonitor hasil pemilu yang dikeluarkan KPU. ''Selama
pengumuman hasil pemilu ini, saya selalu berada di depan komputer. Dan saya
tidak melihat adanya gangguan dari para hacker. Sebab, kalau data ini
dirusak, maka akan tampak ada gangguan. Selama ini, tidak pernah ada
gangguan. Jadi menurut pengamatan saya, selama ini tidak ada pengacakan
dari para hacker,'' lanjutnya. (kh) 



---------------------------------------------------------------------
Mailing list archive: http://www2.nusantara.net/pau-mikro
To subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Current subscriber count: 641



 " Dilaporkan bahwa Muladi dan Ghalieb ke Swiss beserta anak dan 
   istrinya " - Kompas
 + Itu mo menyelidiki atau mo liburan yah 
---------------------------------------------------------------------
 untuk berhenti kirim  email  ke  [EMAIL PROTECTED]
 untuk melihat peraturan kirim email  ke  [EMAIL PROTECTED]
 untuk menghubungi admin kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 arsip berada di  http://www.mail-archive.com/[email protected]
 

Kirim email ke